Mengembalikan Steemit ke Habitatnya.

in #kritik3 years ago (edited)

image

Rasanya kurang afdal jika @kitablempap tidak terlibat dalam dinamika surah Steemit yang berlangsung panas akhir-akhir ini. Jujur, sekali lagi bahwa hal semacam itu membuat saya bergairah berada di Steemit ini. Bagi saya, itu kondisi sehat dan normalnya Steemit ketika yang menggunakannya adalah manusia, bukan tembok.

"saya berontak, maka kita ada",

kata Albert Camus lewat buku L' Homme Revolte (1951).

Seperti halnya Camus yang bicara perlawanan, ia juga percaya bahwa sebuah perlawanan adalah juga misi untuk kebersamaan. Begitu pun ketika kita bicara tentang penolakan, juga pasti bicara tentang rekonsiliasi. Seperti halnya orang Aceh yang pernah memberontak pada pemerintah Indonesia, yang juga tahu kapan harus duduk semeja.

Intinya sama, ketika kita saling berbeda pendapat dan saling kritik di Steemit ini, itu juga suatu hal yang wajar dan juga sebuah usaha berkomunitas yang paling canggih dan maju. Jika ada yang mengatakan bahwa di Steemit ini harus berlaku yang santun, jangan urakan, jangan nyeleneh, jangan nyentrik, serta jangan membuat postingan yang berbau kritik pada orang lain atau karyanya, itu seburuk-buruknya bajingan menurut saya, yang ingin membungkam Steemit ini dengan kesoktahuannya. Mending berhenti untuk promo steemit juga, jika kamu berfikir demikian, kawan!

Kamu harus tahu, sebuah postingan yang santun sekalipun, tidak ada yang luput dari unsur kritik. Kritik bisa berupa apa pun, pada siapa pun dan terhadap apa pun. Sulit rasanya melepaskan sesuatu dengan kritik. Setidaknya ketika kamu setuju dan tidak setuju pada sikap dan postingan orang lain yang kamu anggap buruk, kamu juga pernah melakukan suatu siksp untuk itu. Ya, itu adalah juga kritik, lempap! Termasuk ketika kamu memilih untuk tidak upvote.

Ya, pada dasarnya banyak orang sedang melakukan kritik, baik bagi dirinya maupun pada orang lain, namun karena tidak ia sadari, lalu menganggap itu bukanlah kritik. Soal kritik, tentu saja ada gayanya sendiri-sendiri. Ada yang model meulempap dan ada yang model meulempiep seperti oleh banci itu. Dalam hal ini, saya lebih suka yang pertama, walaupun itu seringkali dirasa pahit oleh mereka yang tidak mengerti obat.

Dalam hal kritik, saya tidak perlu mempertimbangkan apakah itu teman dekat saya atau bukan. Karena seperti halnya ungkapan seorang Teungku ketika saya mengaji. "Yang aku pukul itu bukan dirimu, melainkan jin di dalam badan mu" katanya setelah memukul ku kala tidak lancar mengaji itu. Pun juga di Steemit ini, jika seorang teman dekat saya tidak bisa dikritik dan berlagak presiden masa Orde Baru, maka sangat mungkin, apabila ia tidak mampu kuselesaikan dengan surah dan rajah, maka akan kutendang ia berkali-kali sampai keluar setannya.

Pada dedemit mana kamu belajar, bahwa media Steemit ini tidak boleh yang begana dan begini? Bagi saya, tidak penting seberapa tahunya kamu tentang blockchain dan blockchueng, jika kamu masih membungkam mulut orang lain dengan berbagai kata-kata bijak dan sok suci, itu tetap "anjing" namanya.Tahu apa kamu tentang terdesentralisasi, jika pikiranmu seperti robot, dan seakan kamu hanya bisa hidup dari tombol vote.

"Steemit bukan milik Mbah mu",

camkan itu.

Kamu jangan berlagak tuan rumah di Steemit ini, pun singkirkan keinginanmu untuk menjadi anjing penjaga di Steemit. Jangan lagi berfikir untuk mengembalikan Steemit ini ke tempat semula, hanya karena menurutmu itu lebih mulia dan putih suci. Stop kawan, yang begitu tidaklah jauh beda dengan berfikir bahwa kamu bisa pakai gumuk untuk masuk ke dalam perut ibumu kembali. Jika nekat dan ingin tetap berjihad, yang kamu lakukan lebih dulu seharusnya adalah berhenti terlibat dalam promo steemit pada manusia, tapi promolah Steemit pada lembu.

Tidak ada hubungannya antara kritik dan putusnya tali persaudaraan. Jangan mengkerdilkan arti persaudaraan kita kawan. Persaudaraan sejati selalu dibangun dengan berbagai bentuk kasih sayang, termasuk dalam bentuk kritikan, tak usah kamu ragukan lagi itu. Jika kamu hanya mau bersaudara dengan tukang puji saja, maka cukupkan saja pertemanann kita sampai di sini, unfollow saja saya dari persaudaraan ini, tidak mengapa. Saya biarlah percaya, bahwa dalam hidup ini tidak ada yang sempurna. Maka berteman dan bersaudara dengan saya sudah pasti juga harus saling terus memperbaiki, agar kita tidak berteman dan bersaudara buta.

Steemit saya pikir juga bukan hanya untuk silaturrahmi sekerdil pikirmu dari dalam tempurung kepala. Steemit adalah media, yang kamu hanya bisa memasukkan karyamu ke sini. Artinya adalah, bahwa melalui Steemit, kita sebenarnya sedang melakukan proses belajar dan mencintai dengan cara masing-masing, atau dengan kata lain sedang bersilaturrahmi lewat buah pikiran: karya. Maka, menurutmu apakah penting membangun sebuah iklim dialektika?

Jangan bersikap kolot kawan, dengan mengatakan bahwa hanya lewat steemit kamu bisa akrab. Tidak ada salah memang, tapi ketika kamu hanya bisa lebih mengakrabkan diri dengan orang tertentu saja di Steemit ini, seharusnya kamu sendiri mempertanyakan: apakah benar saya ingin mencari kawan? Jangan-jangan saya hanya cari uang.

Ketika kamu sefanatik itu pada ruang ini, saya pun bertanya: emang kamu tidak punya ruang lain untuk bisa lebih dempet? Kop kolot. Jangan sampai kamu menghilangkan akal sehatmu, kawan. Hanya karena takut kehilangan upvote, saudara, dan apapun di steemit ini, karena dibandingkan orang tuamu, Steemit belum memberikan apa-apa.

Orang tua menyokolahkanmu dan memberimu makan bukan untuk bisa dibungkam oleh orang lain dengan sesuap espe maupun esbede. Jangan sampai juga karena kamu merasa berhutang budi dan sering satu meja kopi lantas tidak mau lagi saling mengingatkan dengan dan hanya menjadi pembela buta. Itu jauh lebih jahannam, kawan.

Di steemit ini bukankah kamu tahu bahwa tidak ada yang hebat dan hina, semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka jangan banyak tingkah, bersteemitlah dengan suka ria. Kritiklah jika itu perlu, tapi jangan sampai main body. Sentuhlah esensi yang ingin dikritik, tentu dengan data-data dan literasi itu lebih baik. Bagi yang sedang dikritik, anggap saja semua itu sebagai traktir poding boh manok siteungoh matang, ketika kita tidak banyak bisa berbagi reward dan cupika cupiki.

Oh ya, terkait dengan positif dan negatif, tolong kamu camkan, bahwa yang positif itu bukan hanya seperti postinganmu saja, yang terlihat tanpa kritik atau hujat, seakan-akan itu tanpa cacat. Seharusnya kamu tahu, bahwa sebuah pujian sekalipun, sehalus apapun kamu memolesnya, juga bisa dikatakan kritik dalam konteks tertentu. Misalkan saja ketika kamu merespon sebuah postingan dari orang lain yang tidak kamu sukai, baik dengan tanpa vote atau dengan suatu postingan lainnya, itu juga sebuah kritik. Ya, sebuah kritik hanya berbeda bentuk saja, kawan!

Penting juga saya kira untuk membangun iklim demokrasi di Steemit ini, untuk membebaskan pikiran dari bermacam ketakutan berpendapat. Misalkan kamu, takut kehilangan vote dari orang-orang tertentu, lalu menjadi penurut dan bicara tidak lagi terang-terangan, itu juga menjadi bentuk betapa sudah pengecutnya kamu.

image

bebaslah kawan, sejak dalam pikiranmu!

Bagi @kitablempap, sekali lagi Steemit bukanlah satu-satunya media sosial tempat bersilaturrahmi. Jangan mengkerdilkan ruang hanya pada Steemit ini, dan menganggap jika kita bertentangan di Steemit lantas tidak kawan lagi, pecah saudara atau meuruwah kongsi. Jika kamu berani menawarkan apa pun termasuk lewat kritik, maka kamulah teman sejati bagi @kitablempap ini. Tidak peduli kamu selebripap atau selebriti, memiliki level rendah atau level tinggi.

Yakinlah, dunia tidak akan hancur dengan kritik, apalagi itu kritik yang dilontarkan oleh orang hina dina semacam pengemudi akun @kitablempap. Tapi yakinlah, bahwa tanpa adanya kritik, Steemit juga akan begitu-begitu aja, dipenuhi dengan ceramah-ceramah manis dan karya-karya lainnya yang terlihat eksotis, tapi sebenarnya apabila disurah, itu sangat najis.

Akhirnya, penting untuk menyiapkan diri menghadapi iklim Steemit di masa depan yang pastinya sedikit lebih brutal dari ini, dengan jangan mudah panik atau sedikit-sedikit ambil hati. Jangan pula mudah murka dan langsung membenci. Apalagi hingga langsung menganggap mereka yang mengkritik itu sebagai musuh, hanya karena sebuah kasih sayang dan cara mengelukan kita itu sedikit berbeda dari cara dan wujudnya.

Positiflah, jangan hanya bisa positif pada yang terlihat manis dan eksotis saja.

Salam cinta, @kitablempap.

Sort:  

viate sya jugk ya kawan

Sudah Saya vote komentar nya. Tapi lain Kali minta tolong jangan diulangi ya. Baca postingan nya baru kasih komentar Dan kurang bail kalau minta vote balik melalui komentar.
Saran Saya kalau malas baca postingan seluruhnya baca aja Satu atau dua paragraph lalu coba bikin komentar.

ok.say mita maaf bg baru pemula mohon bimbingan mya ya lain kli tak aq ulangi lgi

minta maff bg

hehehhehee.. steeemit bukanlah media tangan di bawah, tapi teruslah berkarya agar upvote datang mengisi konten anda.

Mas atau mba @razzor, jgn begitu.
Salah satu etika atau aturan tak tertulis di steemit adalah ngga minta vote.
Salah duanya ngga menempel link di komen yg ngga ada hubungannya dengan thread.
Maaf, saya juga masih belajar.
Semoga sukses.

Sekian kalinya ajaran kitab lempap mengoyang planetarius steemit. Kita harap iklim panas-panas tahi lalat ini bisa bertahan, hingga tulisan bermunculan menggoyang status-quo, terlebih lagi jika tulisan yang berani meretas mantra perlindungan kuraisyun bin quratarium. Saya kembali dingatkan kepada Camus, menjadi seniman berarti menjadi remaja yang nakal terhadap kemapanan realitas, apakah suhu itu bisa kita tarik ke steemit? Agaknya bisa. Namun berhubung akun saya terlambat mimpi basah, atau sejenis datang bulanlah; sebagai sebuah tanda kedewasaan sebuah akun, maka saya akan anu-anu dululah, semacam melakun penetrasi steemit. Saya tidak tahu persis, apakah ini ada dalam @kitablempap, agaknya ada. Pun sekiranya tidak ada, maka saya hakul yaqin sari pati @kitablempap secara fundamental menyerukan cipta karya.

your article super once ,..@kitablempap
very worthy for me to share your postings

Salam kenal bung. Aku jadi ingat Rene Descartes.
"Aku berpikir, maka aku ada" 😜

Ya, aku kira ia dipengaruhi. Salam kenal juga @puanswarnabhumi

Jengkol bau pun bisa enak dan keren.

Yang penting olah. Catat.!

diolah jadi kritik kripik jengkol.. kriuk kriuk..

Geuthat melempap tulisan.
Saya sangat setuju dengan pemaparan anda @kitablempap. Kritik ya tetap kritik, kawan ya tetap kawan. Namanya aja kita orang-orang yang berpikiran kritis, ya wajar saja kritikan harus diutarakan apabila itu dibutuhkan. Terkadang kritikan itu pula yang membangkitkan semangat kita untuk terus bertahan, walaupun itu rasanya pedas di mata.
Hahaha...
Salam se-lempap

Terimakasih rakan @helmidvallen, salam lempap.!..he

Pokok jih bek gara-gara steemit lah...
Leumoh that pasai jih..

Hhhhh...gara-gara pue sit.!??he

Sudah upvote ya pap

Catat!

Lagee pap ikomen meunan..he

Sudah saya vote
Salam. Kenal ya
Vote saya juga ya

Cabut aja vote nya bung.. cam tai.!

Hahahahahahaha

Hehehe
Salam kenal....
Apa kbar senior

Jgn marah2 gc mau vote gpp
Salam. Knal aja
Mkasih ya hehe
Moga mnjadi senior yg baik

Jangan malas membaca tuan, sehingga anda tidak salah kaprah mendukung senior anda.

Iya maaf,
Saya cuma tidak mau bermusuhan karena saya tidak cari musuh, Jadi biar orang katain kita apa kita kudu sggup balas dengan baik.
Makasih ya kritikn nya.
Salam sukses

Ini bukan mengada-ngada, tetapi setiap komentar anda telah terdeteksi spaam. Saya harap anda memberikan komentar yang sesuai pada setiap postingan teman-teman anda.

Iya terimakasih bnyak ya telah memveri tau saya, saya belum tau apa apa

Luar biasa bagus dan relevan dengan realita yang sedang terjadi 🙏
pakai gumuk itu bahasa apa 😂😂😂

Dasar Jahannam !!
Berani-beraninya kau bangunkan Setan yang sedang tidur, ku ludah jadi kampret juga kau !!

Eitss...jangan panik !!
Ini hanyalah kolaborasi antara si kampret dan si @kitablempap

Teruntuk para leluhur yang merasa dirimu suci di Dunia fana ini , segeralah insaf !!
Jika kau meng-agung"kan reputasimu, ketenaranmu, kedudukanmu, sama saja kau merasa dirimu TUHAN disini !!

Salam Kampret !! Aku hanyalah seorang durjana yang berjalan di tengah dinginnya malam, hanya untuk mencari sesuap nasi !!

Hhhhhh...boleh boleh.!..he.
Salam kampret juga bung @ezhadolphin. Saya suka kejujurannya.!

Jadi habitatnya apa steemit ini? Apakah berekor dan bertanduk, atau bersayap?

Belum terdeteksi radar, cuaca sedang kurang bagus..hhe

Woi teman baru, adun, bapak, beliau apapun sebutan nya, kenapa tulisan ini sebedebah ini sehingga membuatku terangsang ingin onani? Apa ada rajah khusus ketika engkau menulisnya atau pakai kemenyan di ujung jari ketika menekan keypad / keyboard???
Bagi lah pada ku ramuan itu lewat mimpi atau lewat alam ghaib. Ini lebih dari pada film 17++ dan aku sangat terangsang, dan aku tegaskan, ini bukan pujian tapi masih cacian,. Saya tidak suka membaca kau buat aku membacanya hingga tetes mani terakhir, Bedebah betoool!!.
Best brother!!!

Hhhhhhh....nyan bahasa rajah, lagee ubat kreuh b*h lagoe..hhhhh.. that geupap.!!..he
Trimakasih rakan.

Han ek ta hieng ngen droeneuh...
Meupu ta peugah that glah neujaweub.
Sudahlah serahkan saja rajah itu padaku,. sehingga saya bisa leluasa membuat mereka terpana akan kurajam kurajem yang akan saya ramu dikemudian hari.
Jangan lupa titip doa dan sebutkan nama saya setelah shalat malam agar ilmu itu bisa datang secara ghaib. :) Selamat malam dan selamat bermimpi.

hahahahhahahahahhaha... njan pake doa dan isim.. minyak si tuang tuang, di tuang dalam kuali.. jongkok macam beruang, tegang bagaikan besi.. njan si malam sineuk sineuk.. pantang boh labu tanoeh.. iek beungoh bek toeh lam carak.. hahahhahahaha.. that geupep asap do'a.

@abunagaya jeut neuh cit bmrajah nyan dari pada tajak kedeh u jawakarta toe that tajak atjeh utara,....
Tapi sang tetap harus kirem online cit hahahahhahah....
:D

Ini baru namanya tulisan yang bagus dan sempurna, setiap bait dan nada tertata rapi. Biar ada sentuhan kritikan namun ada kebijakan dan masukan bermanfaat, saya rasa ini tulisan yang patut dicontoh dan jangan dicontoh tulisan orang pinggiran. Judulnya saja mengundang iblis, kemudian setiap detail dari issue yang diangkat dalam postingan ya allah pu ta peugah teuma.

Neucok contoh cara temuleh lagenyoe tgk beh, eu nyokeuh roneuh, nyoe hai roneuh yang tuleh kata iblih ideh bunoe.

Trimakasih bung @iamfo atas pujiannya dan sekaligus kritikannya.
Tapi bek neubandeng sit tulisan nyoe ngen tulisan jeh, beda tulisan beda alat ukurjih, bek karena toe ngon long ka neuyak pujoe long. Ku tuwah droe droe neuh eunteuk..hhhhh

Hana, iloeng hana lon turi droneuh. Tanyoe manusia koen robot dan koen spammer, jadi na kebijakan dalam menilai. Haha

Hhhhh..meunyo lagee nyan bereh, cas ilee sigo. Ngen berarti..he

Singoeh tacas bah sikali meucawoe kupi!

Apa pun, yang paling fatal adalah merasa dekat dengan kurator, lantas merasa menjadi juru bicara kurator dan bicara tentang steemit melebihi apa yang kurang kurator sendiri tak paham. Aku tak sebut ini bagian dari lingkaran busuk kekuasaan. Tapi sinyal2 politisasi terlihat dari makin meluasnya kaum elit baru. Misalnya, bayangkan! Baru 2 bulan main steemit lansung punya reputasi level 59. Ini ketidakadilan yang diselubungi dengan narasi2 meulempapmacam "mengikat tali persaudaraan".

Kemudian daripada itu, dalam perjalanan steemit ini, ketakadilan yang diselubung itu harus pelan2 dibuka. Mulai dari penulis yang capek nulis di koran sampai pelukis dadakan yang demi mengejar sbd.

Hhhhhhh... Meunyo katuleh tentang elit baru di Steemit sang bereh juga @marxause, biar suatu saat steemian baru ada referensi, tidak bicara seperti ini lagi. Besok harus lebih bagus dari ini hari. Semoga kita diampuni..he

Insyaallah akan ta tuleh.

Sosok kritikus memang kurus tapi tidak rakus.

Juga tidak suka makan tikus, capcus.!

Hahahha tikus makanan rembo pap

Salam lempap!!
...Catat😁😁👍🏼👍🏼
@kitaplempap

Sudah kami resteem ya,,jgn di suru cabut khak khak...
Nyo tulisan sangkira penoh balum kuh kuplah balum mndum kujok keu droneuh apa,cuma balum pih guni 15 kg,saho hnsep 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Hhhh...trimakasih bung @riezalzulfa, neujok enyum mantong kop brat ka seunang kuh, pokokjih happy yang utama..he

Sudah saya vote
Salam. Kenal ya
Vote saya juga ya

Mas atau mba @khaidiral, jgn begitu.
Salah satu etika atau aturan tak tertulis di steemit adalah ngga minta vote.
Salah duanya ngga menempel link di komen yg ngga ada hubungannya dengan thread.
Maaf, saya juga masih belajar.
Pernah melakukan hal yang sama.
Semoga sukses.

Itu lah kesalahan terbesar ku...
Jadi gimana mang kalu dah begini..
Makasih ya

Ya lanjut steem on.
Ke depan jangan diulangi lagi.
Prinsipnya di steemit kita memberi yg terbaik,
Bukan meminta.
Sekoga sukeses.

Hehe,,,

Ya lanjut steem on.
Ke depan jangan diulangi lagi.
Prinsipnya di steemit kita memberi yg terbaik,
Bukan meminta.
Sekoga sukeses.

Hehe,,,

Okemakasih ya,,, saya bnar gc ngerti awal nya

kupikee gamba ateuh zona eksekusi 24 jam
.. hahahhahaha.. that geupap... kalau antum yang kritik beda ya.. coba kalau seuredeng lain yang kritik.. mejungngkat keung jikheun.. kreuh urat taku jimeudawa bak koment.. hahahha

Hhhhhhh..idroekuh memang ureung kheun keu gob, ka dianggap biasa. Hn peuna-peuna, lagee na aju. Meunyo brat that beungeh, kutem tuwah bak dhoe ih dan kujak u rumoh..he

Lagee nyan laju, yang peunteng bek tuwo kupi.

hahha.. begitulah iklim di steemit bung @kitablempap.
lebih anjing lagi yang suka muncul dan berkoar-koar ketika orang lain melakukan kritik ,dipostingan yang mengkritik pengkoar seakan-akan menyatu dengan si pengkritik lalu ketika besoknya si pengkritik membuat postingan-postingan yang tidak mengkritik si pengkoar tak pernah muncul,Kan Lempap!.Tanpa rasa bersalah para pemula pun di manipulasi dengan kata-kata suci dan sok tahunya demi mengenyangkan para perut-perut serakah akan kekuasaan. :D

Hhhhhh.. ya, harus diakui, itu juga terjadi di Steemit ini bung @levycore. Intinya Steemit telah berwarna seperti ini karena waktu dan berbagai peristiwa yang tidak mungkin bisa diulang lagi. Maka agar Steemit tidak bergerak maju mundur, kritik yang rekonsiliatif adalah solusinya. Kalau tidak bisa sambil ngopi, maka di Steemit adalah solusi akhir. Kritiklah, termasuk @kitablempap sekalipun. Toh pertemanan ini tidak mungkin luntur. Kita semua harus berbesar hati untuk lebih bijak. Salam lempap.!

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by Kitablempap from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Memang sangat lempap setiap kritikanmu, bang. Cocok sama namamu @kitablempap. Hahaha
Salam lempap lah pokoknya. Bek tuwoe cit salam Peh meja. Wkwkwkwk

Trimakasih @amekbarli, salam lempap pokoknya. Jangan lupa minum air putih..!
Kapan-kapan kita harus pukul meja lagi..he

Minum air putih biar gak serek tenggorokan. Seperti malam itu. Mari pukul meja. Memang lempap. Hahaha

Kektu ju beh, ilong meunan sagai yang jeut kuh..he

That krak!!
Membacanya sambil gemertap dan parang di tangan kanan. Kenak bam bum bam bum..

Hhhhhh..droen sit neubayangkan ju lam prang..hhe

Steemit tanpa kritik steemit, akan lahir karya seperti sastra tanpa kritik sastra. Sehingga apapun yang dilahirkan, akan membuat si pengkarya gelap mata. Kemudian beranggapan yang penting ada karya, dan mendapat pujian. Itu sudah sangat luarbichaaa. That gli teuh @kitablempap ee...

Steemit tanpa kritik, lagee pajohbu tanpa lauk.!..he

Waaduh.
Tadi diresteem pak @miswarnjong maka muncul di feed saya dan kukunjungi.
Baru tahu ada orang selempap ini.
Kini duniaku semakin bergairah.
Terimakasih atas pencerahan ini.

Trimakasih dan salam kenal rakan @aneukpineung78, salam lempap.!

Iya masama.
Nanti kapan2 kita ngopi kalau ada itu dan ini, begitu dan begini, bla bla bla.

karena vote ada harganya (walau masih angin) sekedar lihat apalagi coment aja sudah bagian dr critic hehehe

Ya, itu @manfaluthi mafhum..salam lempap rakan!

Baru ketemu yg begini ini.. Kritik Bukan untuk mencari kesalahan, tapi pasti dari dalam diri kita terbesit perasaan tidak nyaman ketika melihat kejanggalan yang terjadi, kemukakan saja,.. Itu esensinya.. Top deh..

Trimakasih bung @arulaceh, salam lempap.

Lempap memang bukan Lemper, Steempap on buddy

Trimakasih bung @dilimunanzar , salam lemper yang lempap pokoknya..he

jelas padat ,motivasi bagi kami yg masih pemula..nice post

Trimakasih, siap rakan @wandisteem. Semoga bermanfaat.!

Mengkritik di Steemit adalah menyiapkan diri ditendang dari WAG atau ditinggalkan sendirian di sana. Teman saya pernah. 😂😂😂

Tidak mengapa bung @gulistan, lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan. Catat..hhhhh

Palingan buat WAG baru minus si pelaku penendang tersebut
kwkwkw

Banyk kok wag bru yg berisi buangan wag sebelumnya.. Ahhaha

Positiflah, jangan hanya bisa positif pada yang terlihat manis dan eksotis saja.

Catat!

Hhhhh..salam lempap!.

Makamah steemit harus segera dibentuk😂😂😂

People who liked this post also liked:

Training of Self-Control in Steemit (Bilingual) by @aiqabrago

We are Discover Steem, if you like our work consider giving us an upvote. :) If you don't wish to receive recommendations under your posts, reply with STOP.