Apakah Kamu Seorang OCD?

in indonesia •  2 years ago 

ocd.png
Sumber

Saat aku meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, biasanya aku memeriksa pintu beberapa kali untuk memastikan apakah sudah benar terkunci atau belum. Perilaku ini wajar bila dilakukan sekali atau dua kali, tapi aku melakukannya berkali-kali. Bahkan pernah sudah setengah perjalanan, aku balik lagi ke rumah hanya untuk memastikan pintu sudah terkunci atau belum, padahal sebelumnya aku sudah memastikan pintu tersebut dalam keadaan terkunci.

Saat aku kuliah di ilmu keperawatan dan belajar tentang ilmu kejiwaan, baru aku mengetahui bahwa aku mengalami gejala OCD, namun masih dalam kategori ringan. Aku pun membentuk mekanisme koping atau pertahanan tubuh untuk menghidari gejala tersebut dengan melakukan sugesti pikiran positif.

Jadi apa sih sebenarnya OCD itu?

OCD singkatan dari obsessive compulsive disorder merupakan kelainan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif yang menimbulkan perilaku kompulsif (bersifat memaksa). Pikiran obsesif bersifat negatif yang membuat penderita merasa gelisah, takut, khawatir, dan tidak tenang secara berlebih sehingga mengganggu aktiftas kehidupannya.

was.jpg
Sumber

Obsesi muncul saat pikiran penderita terus dikuasai oleh rasa takut atau kecemasan terhadap suatu yang membuatnya tidak tenang, sehingga memancing aksi kompulsif. Penderita akan melakukan sesuatu agar rasa cemasnya berkurang.

Penderita OCD tidak pernah merasa tenang bila sesuatu yang dilihatnya tidak sesuai dengan pemikirannya.

Seorang temanku yang juga menderita OCD mengatakan, dia pernah mengetok ubin kamar mandi hingga hancur karena dianggapnya tidak rata. Dia juga merasa tidak nyaman bila tikar dibentangkan dalam keadaan miring dan yang parahnya lagi dia pulang dari sebuah acara yang sedang diikutinya untuk memastikan apakah kain jemuran yang dijemur anaknya disesuaikan dengan ketegori pakaiannya. Misalnya kalau jemur baju, baju semua, jika celana, celana semua. Dia tidak akan pernah merasa tenang bila pikiran obsesifnya itu datang sehingga perilaku kompulsif memaksanya untuk melakukan sesuatu hal yang dicemaskannya. Setelah itu dia baru balik lagi ke tempat acara setelah memastikan sendiri apa yang menjadi sumber kecemasannya.

Perilaku kompulsif tersebut akan membuat penderita merasa lega untuk sementara, namun obsesi serta kecemasan akan kembali muncul dan membuat penderita mengulangi pola yang sama.

2ecc9d1ac6b391fb40c46ed68c49af89--obsessive-compulsive-disorder-brain-health.jpg
Sumber

Apa kamu juga mengalami hal yang sama?

Dampak dari OCD ini berbeda bagi setiap orang, tapi mereka pasti mengalami perubahan pola pikir dan perilaku tertentu seperti obsesi, kompulsi, kecemasan, dan kelegaan sementara.

Setiap orang pastinya memilii pikiran tidak menyenangkan atau negatif, tapi sebagian orang dapat melanjutkan hidup secara normal karena bisa mengendalikan pikiran negatif itu dan menghambat kekhawatiran tersebut.

a5e551_ca23b34652f7450aba262b36156574f8.jpg
Sumber

Akan tetapi tidak semua orang bisa melakukan itu. Bila hidupmu terus dihantui dan dikuasai oleh pikiran negatif, maka besar kemungkinan kamu mengalami gejala obsesi. Berikut jenis obsesi yang umumnya dialami penderita OCD.

  1. Terlalu bersih dan takut terkontaminasi dengan hal yang kotor. Misalnya tidak mau menggunakan benda yang sudah dipakai orang lain, termasuk menggunakan sandal dan tempat makan walaupun sudah dicuci.

  2. Benda-benda yang mereka miliki atau pun yang terlihat olehnya harus teratur dengan baik dan simetris. Misalnya menjemur pakaian sesuai dengan jenisnya.

  3. Melakukan sesuatu berulang-ulang kali untuk keselamatan diri. Misalnya berulang kali memeriksa api kompor karena takut menyebabkan kebakaran walaupun tidak ada lagi nyala api yang terlihat dari kompor tersebut.

  4. Munculnya pikiran yang tidak diinginkan seperti sikap agresif terhadap seksualitas dan keyakinan terhadap agama. Misalnya marah hingga mengeluarkan kata sumpah serapah bila membayangkan hal yang berhubungan dengan seksualitas.

Pikiran obsesif itu lalu memunculkan tindakan repetitif (bersifat pengulangan) tertentu. Tujuannya adalah supaya rasa cemas yang disebabkan oleh pikiran obsesif tersebut berkurang. Namun demikian, perilaku ini sering berlebihan sehingga tidak rasional lagi bahkan dapat mengganggu aktivitas kesehariannya. Contoh perilaku yang sering dilakukan ialah;

  1. Mencuci tangan berkali-kali sampai kulit menjadi kering dan lecet
  2. Berulang kali memeriksa pintu, kompor, jemuran, atau hal-hal yang menjadi sumber kekhawatirannya.
  3. Selalu bersih-bersih walaupun rumahnya dalam keadaan bersih.
  4. Benci melihat barang-barang berserakan dan barang tersebut harus teratur sesuai dengan urutannya.
  5. Barang-barang bekas tidak pernah dibuang dan disatukan dalam satu tempat walaupun tidak bisa digunakan lagi.
  6. Sering bertanya untuk memastikan sesuatu.
  7. Mengulang kata-kata atau kalimat tanpa bersuara sehingga terlihat mulutnya komat kamit.
  8. Selalu menghitung barang-barang yang dia miliki seperti jumlah sepatu, baju, dan buku.

Sebenarnya penderita OCD menyadari perilakunya tidak masuk akal, namun mereka tidak bisa menghentikannya. Bila pikiran obsesinya tidak segera dilakukan maka mereka akan stress, frustasi, bahkan bisa mengalami depresi.

Screen-Shot-2014-08-01-at-8.07.21-PM.png
Sumber

Oleh karena itu, jika OCD tersebut sudah mengalami tingkat yang lebih serius sehingga tidak bisa dikendalikan oleh tubuh, maka perlu mencari bantuan ke pelayanan kesehatan untuk mengatasi kondisinya. Penanganan OCD yang tepat dapat mengurangi berlanjutnya gejala dan tentunya memperbaiki kualitas hidup mereka.

Nah, setelah membaca tulisan di atas, apakah steemian penderita OCD?

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Bermanfaat sekali kakyell tulisannya,
Tara gak sampai berulang-ulang begitu, paling cuma 2 kali pengulangannya. paling stress liat sesuatu yg berserakan, gak teratur dan kotor.. langsung rasanya pingin beresin.

Berarti Thara orangnya perfectionis, tapi jangan terlalu over ya, ntar gangguan jadinya hehehe

Waduuuuh ngeri juga ya kak

Info yang bermanfaat ini Kak :)

Ijin reestem ya Kak..
Terima kasih

Iya, silakan selama itu bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung.

Kakak nggak termasuk OCD berarti. Semua sekedarnya aja. tidak berulang-ulang.

Wah, bagus itu kak. Pantesan kakak enjoy2 aja hidupnya.hehehe

Haha. Baru ada istilah psikologi kayak ini. Dan ternyata, ngena sekali ke ibu saya. Mungkin saya juga...jadi paham, kenapa ibu sy atau bahkan sy sendiri sering ga senang dgn kondisi rumah berantakan dan selaluuuu sj bersih2 padahal sudah bersih. Ternyata ini jawabannya.

Sudah lama istilah ini, hanya saja belum familiar dikenal oleh masyarakat awam. 😁

Wow, ternyata OCD itu bentuknya gini yah. Dulu kayaknya daku pernah kenak gejala ringan deh. Terutama kalo udah berhadapan dengan angka, asyik diulang-ulang karena gak yakin.

Tapi kirain itu dulu bagian dari sifat perfectionis. Setelah konsul sama teman psikolog katanya disuruh kurangi untuk berfikir semua hal harus maksimal dan sempurna. Jadi kayaknya sekarang udah rada mendingan deh.

Thanks for sharing Yelli.

Orang perfectionis sangat berisiko terkena OCD kak, jika tidak dibatasi atau kelewatan perfectionis gangguan jadinya. Kan yang over itu bahaya biasanya, hehehe

Ooo,baru tau saya,saya sering mengalamai gejala di atas,yang utama adalah,memastikan pintu rumah dalam keadaan terkunci dan masalah api kompor.

Thanks infonya kak

Iya, kalau masih sewajarnya nggak apa2 sih, karena kita perlu waspada tentang keadaan rumah. Tapi kalau memastikannya sampai 10 kali, itu yang perlu dicurigai OCD berat dan harus terapi.

Iqbal juga punya rasa perfeksionis juga, misalnya setiap karya harus perfeks kalo tidak marah pada diri sendiri. Terus satu lagi kebiasaan buruk, kalo malam harus tidur paling akhir di rumah buat ngecheck pagar udah dikunci, motor udah masuk hingga sanyo apa sudah mati. Waduhh.. Baru bisa tidur.

Perfeksionis sih boleh saja, tapi sifat marahnya tu yang harus dikendalikan. Bahaya ntar istrinya gara-gara tulisan sudah istri jadi sasaran. Sedih Dek Hayati nanti, hahaha

Whatt? Kalau memastikan pintu sudah terkunci apa belum itu, kayaknya awak banget ahha memang pernah beberapa kali balik lagi untuk memastikannya @[email protected]

Kalau udah lebih 10 kali memastikannya, sepertinya @abahharuna perlu terapi. Hahaha

Sangat mencerahkan dan bermanfaat.

Terima kasih sudah berkunjung bg @hermanrn senang rasanya didatangi oleh satrawan sekaligus guru bagi Yel.😊

hi @yellsaints postingan yang berkualitas ini berhasil ditemukan oleh Team kurator OCD!

Balas komentar ini jika Anda bersedia postingan ini untuk dibagikan.Dengan menyutujui hal ini,anda mendapatkan kesempatan untuk menerima reward tambahan dan salah satu gambar dari postingan ini akan kami gunakan dalam kompilasi harian kami.

Ikuti @ocd- untuk mengatahui project kami lebih lanjut dan membaca postingan berkualitas yang lainnya

Terima kasih atas kepercayaannya telah memilih tulisan saya.
Iya saya bersedia postingan ini dibagikan supaya lebih banyak steemian lain menerima manfaat dari tulisan ini.

Alhamdulillah, ternyata kk ga termasuk kedalam gejala OCD. Nice post, Yel! Dapat ilmu baru nih kakak. Tq yaaa.

Syukurlah kak, jadi kakak orangnya begitu stabil ya. 😁
Terima kasih juga sudah berkunjung kak.