Puasa Lahir Batin
Puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tapi lebih jauh dari itu. Yaitu menahan hawa nafsu, mulai dari nafsu amarah hingga nafsu birahi, artinya puasa itu lahir batin.
Munkin selama ini kita hanya menjalankan puasa lahiriah, seperti diketahui puasa lahiriah itu ada 10 hal, satu diantaranya. Tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan suami istri. (al-watha) saat puasa, ke lima menyuntikan nutrisi dalam tubuh untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga, keluarnya darah haid bagi perempuan.
Ke-enam melakukan onani yang menyebutkan cairan, ketujuh memasukan air dalam kerongkongan, tetap makan dan berhubungan suami istri dengan asumsi bahwa fajar belum terbit, sengaja tidur setelah bangun sekali dan belum mandu junub hingga dia bangun setelah fajar terbit. Ke sepuluh memasukan sesuatu kedalam mulut dengan perasaan ada kepuasan.
Jika 10 hal itu dilakukan maka sesorang harus mengqadhanya atau membayar kifarat dengan berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 anak yatim.
Sedangkan puasa batin ialah, menahan potensi pikiran untuk memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat ksusunya pikiran-pikiran jorok.
Kemudian puasa bicara termasuk puasa batin. Puasa bicara bukan hal yang mudah bagi orang normal. Allah SWT pun mengingatkan agar manusia hati-hati soal bicara, sebagimana firmanya: hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.(QS al-Ahzab [33]: 70).