Sofyan Daud dalam Liputan Kontras

in #indonesia8 years ago

sofyan dawod.jpg
Foto: Kontras, 25 April - 1 Mei 2001/ Koleksi @tinmiswary

Tuan dan Puan Steemians...

Kali ini, izinkan saya untuk sejenak memutar memori para steemins menuju ke belakang. Kita akan mencoba mundur beberapa tahun, tepatnya 17 tahun lalu, ketika gejolak konflik Aceh sedang memuncak. Pada tahun-tahun itu, suara tembakan masih terdengar di mana-mana dan ledakan bisa muncul kapan saja. Tentara-tentara berbaju loreng pun tersebar hampir di seantero Aceh. Demikian pula dengan Gerilyawan GAM pun terlihat terus mengintai "mangsa." Kita pun menyaksikan rumah, pertokoan, sekolah dan sejumlah bus di jalan raya dibakar oleh OTK. Singkatnya suasana di tahun-tahun itu cukup menegangkan.

Bagi para steemians yang tinggal di Aceh atau pernah ke Aceh pada tahun-tahun itu tentunya bisa merasakan sendiri ketegangan tersebut. Pasca Memorandum of Understanding antara RI dan GAM pada 2005, secara perlahan kondisi Aceh pun mulai pulih.

Dalam postingan kali ini, saya ingin berbagi potongan informasi dari Tabloid Kontras yang memuat wawancara Sofyan Daud pada tahun 2001. Pada masa itu, Abu Sofyan Dawud dikenal sebagai Wakil Panglima GAM wilayah Pasee (Aceh Utara). Pasca konflik Aceh, Sofyan Daud telah kembali menjadi masyarakat biasa dan tidak lagi menenteng senjata.

Dalam wawancara dengan Kontras, Sofyan Daud menyatakan bahwa GAM akan perang habis-habisan. Tapi dalam kenyataannya hal ini tidak terjadi Tuan dan Puan. Sebab politik itu selalu bergerak dinamis.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali...

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.100
BTC 64828.59
ETH 1882.16
USDT 1.00
SBD 0.38