Damai Aceh Ku
12 Tahun yang lalu, Tepatnya 15 Agustus Tahun 2005, GAM dan RI melakukan pertemuan untuk perdamaian dalam bentuk MoU yang berlangsung di Helsinki, yang akhirnya tercapai kesepakatan damai, sehingga pada hari ini suasana Lingkungan Kehidupan Aceh tidak lagi sebelum Tahun 2005, Musibah tsunami Aceh ikut memberikan Berkah Perdamaian Rakyat Aceh.
Kondisi Aceh pasca damai naik turun seiring pendewasaan demokrasi dan efek samping ketidak puasan dan permasalahan pasca damai, walaupun demikian kita masyarakat Aceh patut bersyukur, perdamaian telah membawa perubahan Stabilitas Ekonomi, masyakat telah leluasa dalam mencari nafkah sehari-hari, jika dulu ingin ke sawah atau ke ladang saja dengan perasaan takut dan was-was akan terjadi kontak senjata, namun sekarang semuanya telah kondusif.
Pembangunan Aceh pun tumbuh dengan pesat, Pendidikan mulai mendapat tempat dikancah nasional, dalam sisi demokrasi Aceh pun menjadi contoh terhadap daerah lain dengan model calon Indepedennya. Seperti pembangunan Museum Tsunami dan berbagai pembangunan Aceh lainnya, Aceh pun menjadi Destinasi Wisata Rohani dan Kuliner Halal Nusantara.
Ulang Tahun GAM akan berlangsung 4 Desember, tepatnya hari Senin besok, kita tidak mengharapkan terjadi permasalagan yang memicu konflik dan permasalahan Hukum baru, namun saya selaku masyarakat Aceh senantiasa mengharapkan perdamaian dan keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Lupakan perbedaan dan Perselisihan masa lalu mari membangun Aceh dalam ranah Persatuan dan Kesatuan NKRI, semoga Aceh tetap damai. Kejadian masa lalu dalam sejarah perkembangan Bangsa mari jadikan sebagai pelajaran yang berharga dalam pendewasaan Bangsa Indonesia dalam keberlangsungan NKRI agar tetap terjalin Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh
Semoga aceh tetap tentram,damai dan sejahtra hingga ke depannya..
good post @slempase..👍👍
terima kasih dan salam kenal juga
Insha Allah Aceh menjadi negeri yang berkah
Terima kasih.
Cerita Aceh tempo doeloe, sampai sekarang tak pernah lekang dari konflik,
Bukan berarti Aceh mencari masalah atau selalu mengundang peperangan dengan siapapun,
Akan tetapi Aceh, tak Pernah rela ia di dikte oleh siapa pun.
Semoga Aceh menjadi negeri yng baldatun thoiyybatun wa robbul ghofurr... .
@slempase
saya setuju dengan anda @jailanymuhammad.... hana bantah
siap bang. @slempase.
Merdeka..
merdeka