Awas, Hoax!

in #indonesialast month

10_7.jpg
Gambar: Kominfo

Drone Emprit, perusahaan yang berfokus pada analisis media sosial, memaparkan bahwa selama dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ada sekitar 1,98 juta percakapan hoaks yang beredar Meri sosial Twitter saja. Belum lagi jika ditambah dengan hoaks di platform lain seperti Facebook, YouTube, dan WhatsApp.

Tren hoaks saat ini didominasi oleh isu virus Covid-19 adalah buatan asing dan vaksin Covid-19 dipasangi chip. Kebanyakan orang membagikan hoaks kepada koleganya karena mereka merasa perhatian dan tidak ingin koleganya celaka.

Sedangkan tren hoaks sebelum pandemi didominasi oleh isu politik dan SARA. Hal ini tidak lepas dari tahun politik yang keras pada 2014 dan 2019. Kebanyakan orang membagikan hoaks jenis ini karena dukungannya kepada kubu politik tertentu sehingga cenderung membagikan hoaks terkait lawan politiknya.

Bagaimana cara terhindar dari hoaks? Sebenarnya cukup mudah, tinggal cermati dua hal berikut. Pertama, judul yang bombastis. Jika menemukan postingan dengan judul seperti ini hampir dapat dipastikan itu hoaks. Kedua, alamat situs web yang dituju. Jika alamat situs web yang dituju bukan berasal dari sumber yang terpercaya lebih baik diabaikan saja, atau minimal cari konfirmasi dari situs web yang lebih terpercaya.

Belajar mengidentifikasi dan mengabaikan hoaks akan membuat hidup kita lebih bahagia.

Coin Marketplace

STEEM 0.64
TRX 0.10
JST 0.073
BTC 56373.67
ETH 4497.89
BNB 613.05
SBD 7.16