Parsel
Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru sudah menjadi tradisi berpuluh tahun kita mengirim dan menerima bingkisan yang lebih terkenal dengan sebutan “parcel”. Demikian pula pada momen hari raya Idul Fitri, semua sibuk mengirimkan parcel kepada para relasi dan handai tolan. Ujud dari parcel ini sangat spesifik yaitu keranjang dari rotan atau plastik dan diisi dengan makanan dan minuman kemasan, barang pecah-belah, dan kadang-kadang barang kosmetika, kemudian dibungkus dengan plastik bening/tembus pandang dan diberi pita warna-warni yang cantik. Semua barang-barang ini disusun secara artistik dan estetik dan membuat sukacita mata yang memandangnya.
Pertanyaan yang mungkin belum pernah dikemukakan selama ini, sudah benarkah kita menggunakan istilah “parcel” ini? Ini adalah kata bahasa Inggris, sehingga kalau kita ingin mengujinya, sudah barang tentu kita seyogianya merujuk kepada kamus bahasa Inggris. Pada semua kamus Inggris, kata “parcel” diberi definisi sebagai “something wrapped up, package” (artinya: sesuatu yang dibungkus, paket).
Jadi, barang yang kita bungkus/kemas dengan kertas dan biasanya untuk dikirim kepada seseorang di luar kota melalui jasa kurir/kantor pos itulah yang disebut dengan “parcel”. Dalam bahasa Belanda disebut dengan pakje, pakket atau bundel. Kata parcel sama sekali tidak merujuk pada bingkisan keranjang yang berisi aneka ragam makanan dan minuman yang disusun indah sebagai kado pada perayaan besar keagamaan. Jadi, selama ini kita sudah salah kaprah menggunakan istilah Inggris ini.salam satu jiwa

Ada lagi yang sudah di bungkus di kirim ke makam...namanya mayit