Al-Quran adalah Jelmaan Rindu yang Sempurna

in #indonesia4 years ago (edited)

image

Apa sesuatu yang mampu membuatmu rindu dan terseret ke dimensi waktu tertentu? Beberapa orang mengatakan bahwa mendengar lagu kenangan adalah kenderaan tercepat yang dapat membawa kita ke tempat tertentu, ke lorong rindu.

Mereka, penikmat musik serentak mengatakan bahwa lagu adalah lebih dari perpaduan alat musik dan suara seorang vokalis. Lagu, bagi mazhab ini lebih dari itu. Ia fragmen rindu yang tak ada bandingannya dengan apapun dalam hal mengingat momen tertentu.

Dengan lagu tertentu seseorang dengan segera mengingat mantannya, misalnya. Di kasus yang lain, seseorang sampai terserang insomnia dan susah tidur setelah mendengar bait lagu kenangan yang dulu sempat populer saat ia masih sekolah SMA. Mendengarnya kembali membuatnya seakan-akan ingin kembali ke sekolah untuk menunaikan rindunya. Bagi mereka, lagu adalah penjelmaan rindu yang sempurna.

Bagi saya, lagu, pada titik dan derajat tertentu memang sinonim rindu. Saya selalu mengingat masa lalu ketika mendengar lagu soundtrack Doraemon diputar hari minggu. Tapi untungnya saya tak buru-buru merindukan teman hidup dan mengajaknya nikah karena mendengar lagu "Akad" milik Payung Teduh.

Meski begitu, bagi saya, seindah-indahnya dan semulia-mulianya rindu adalah Al-Quran. Ia perwujudan keindahan rindu itu sendiri.

Al-Quran adalah ajakan untuk merindukan membaca. Membaca tanda zaman, membaca agar tak melulu mengonsumsi dan menyebarkan berita hoax, membaca agar pengetahuan tak melulu stagnan seperti kesejahteraan bangsa ini.

Oleh sebab itu, saya pikir, ada sesuatu yang seharusnya dipahami dan diingat pada setiap malam peringatan Nuzulul Quran. Bahwa perintah pertama dalam Islam adalah Iqra. Allah dengan tegas memerintahkan kita membaca. Bacalah!

Bacalah untuk pedomanmu beribadah. Bacalah supaya kamu tidak tergolong kepada orang-orang yang bermalas-malasan dan membuang-buang waktu. Belajar dan membacalah dulu baru kerjakan ibadah. Bukan sekedar beribadah tanpa pedoman lalu mengklaim diri sebagai mahluk yang beriman dan paling benar.

image

Seharusnya setiap orang percaya bahwa Al-Quran adalah manifestasi panduan hidup. Kita harus percaya bahwa Al-Quran juga perintah yang harusnya dijalani orang muslim, sebagai bagian dari proses keimanan, usaha menumbuhkan rindu pada Allah.

Jika kamu adalah manusia yang mencintai puisi. Al-Quran adalah segala yang dirindukan para penyair. Narasi yang anggun, diksi yang menggugah, kata yang kuat dan juga seranai kalimat yang indah.

Al-Quran adalah seindah-indahnya syair. Ia juga semulia-mulianya rindu. Saya kadang berpikir bahwa Al-Quran adalah syair yang dijaga untuk abadi. Ia adalah syair indah yang dijaga sendiri oleh Yang Maha Indah.

Syair-syair Al-Quran adalah kiasan yang menunggu dimengerti oleh pembacanya. Bahwa banyak kata, banyak kalimat, dan juga cerita di dalamnya yang kadang salah diartikan, gagap dipahami oleh sebagian manusia.

Al-Quran adalah bukti, bahwa atas nama kata-kata, juga perintah yang kadang masih belum bisa kita pahami sepenuhnya ia tetap menjadi obat mujarab. Obat memulihkan rindu.

Al-Quran adalah rindu milik semua umat manusia. Seperti halnya Islam, apakah Al-Quran hanya milik umat Islam? Tidak. Al-Quran adalah berkah bagi seluruh umat. Ia seperti halnya Islam yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Islam Rahmatan Lil Alamin yang sebenar-benarnya.

Kita mungkin pernah tahu Edgar Alan Poe, penyair Amerika Serikat yang terinspirasi Al-Quran. Ia pernah menulis syair terpanjang berdasarkan salah satu surah dalam Al-Quran; Al-Aaraaf.

Dalam syair itu Edgar bercerita tentang Peri Nesace yang diperintahkan Tuhan untuk mengabarkan kepada para malaikat, untuk melaksanakan perintah Nya. Namun, perintah tersebut gagal dilakukan karena dua malaikat terlibat dalam kisah asmara. Akibatnya Tuhan mengutuk dua malaikat itu untuk tak diterima baik di surga dan di neraka. Al-Aaraaf sendiri memiliki arti yang di antara surga dan neraka.

Johann Wolfgang von Goethe seorang penyair besar kebangsaan Jerman, dalam salah satu suratnya yang paling mesra pernah memuji keindahan syair dan makna Al-Quran. Ia tak segan melakukannya dalam keadaan paling sadar.

Ia pernah berkata kepada sahabat karibnya J. G. Schlosser, “to celebrate respectfully that night when the Prophet was given the Koran completely from above”. Apakah ia mengimani Al-Quran sebagai kalamullah/ kata-kata tuhan? Siapa tahu?

Apakah keindahan syair Al-Quran membuatnya merubah keyakinan dalam hatinya bahwa Islam adalah sebenarnya-benarnya agama? Entahlah. Yang jelas, Goethe muda pernah jatuh cinta pada jazirah Arab juga pada bahasanya. Entah itu karena Al-Quran yang tertulis dengan Bahasa Arab, atau lainnya. Hanya dia dan tuhan yang tahu

Al-Quran bagi saya adalah sebuah kitab yang mencerahkan. Sebuah gudang kata-kata indah yang selalu dirindukan dan candu untuk terus dibaca. Ia memberikan orgasmus bagi orang-orang yang mencintai sajak.

Al-Quran adalah bukti bahwa, jija kata-kata dirajut dengan hati tulus dan penuh kebenaran, ia dapat menjadi sebuah bala keselamatan.

Al-Quran adalah segala yang bernama kesejukan. Kalimat yang indah, suara yang magis juga sahabat yang kental. Rindu yang cepat datang.

Kamu merindukanmu seseorang di tempat yang jauh, maka bacakan Al-Quran untuknya adalah sebaik-baik pelepasan rindu. Kadang saya berpikir, para imam di mesjid, yang membacakan Surat Al-Qadr pada setiap salat wajib dan sunahnya adalah orang-orang yang sedang marindukan Ramadhan. Mereka membaca surah tersebut untuk mengingat-ingat kesejukan di Bulan Ramadhan. Saya meyakininya demikian.

Tadi, saat menunggu azan magrib, lantunan Al-Quran tanpa terhalang apapun terdengar mengalun indah melalui pengeras suara mesjid. Saya tahu betul kalau itu bacaan seorang hafidz yang sering saya dengar bacaannya, Muhammad Toha. Saya pun pelan-pelan hanyut dan tenggelam dalam rindu yang indah oleh kalam penyejuk. Al-Quran benar-benar jelmaan rindu yang sempurna.

Sort:  

Saya juga sangat merindukannya. Terimaksih @samymubarraq. Ini membuat saya merindukan seseorang yg telah lama pergi. Dia yg merawat dan membesarkan saya hingga akhirnya Allah memanggilnya.

Semoga rindu tersampaikan untuk orang-orang yang kita cintai dan duluan pergi membelakangi dunia fana ini. Amin.

Al Quran adalah bukti kesempurnaan Yang Maha Kuasa dalam bentuk tulisan.

Tidak ada bantahan untuk yang satu ini Mbak. Al Quran adalah sesempurnanya tulisan.

Jika saya punya steempower yang banyak. 1000% upvote buat tulisan anda bg samy. Subhanallah... Terima kasih atas karya indahmu saudaraku

Terima kasih sudah membacanya saudaraku. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

bagus dan menarik untuk dibaca sebagai tambahan ilmu dan sebagai pengingat tentang “siapakah saya?”

saya mendapatkan postingan ini dari #indonesiamembaca

Terima kasih sudah membaca. Semoga Al-Quran selalu menjadi pengingat bahwa kita bukan siapa-siapa.