LIBURAN HAMPIR USAI

in indonesia •  9 months ago

Waktu melesat bagai anak panah yang meninggalkan busurnya.
Liburan yang teramat panjang ini pun tinggal seminggu lagi. Apa yang sudah aku lakukan?
Begitu banyak rencana dan harapan mengisi liburan ini, tapi banyak yang terlewat begitu saja.
Apakah aku hanya diam?
Tentu aku menjawabnya "TIDAK!"

Banyak hal yang telah aku dan kami lewati selama liburan ini, tepatnya mulai Ramadhan suci yang baru saja usai meninggalkan kita.
Masih terngiang-ngiang di telinga ketika kami mendapatkan telpon di pagi buta yang mengabarkan bapak sakit dan harus diopname. Tanpa pikir panjang pun kami segera pulang kampung dan meninggalkan segala pekerjaan yang ada (tentu setelah mendapatkan ijin atasan di tempat kerja).

Kami pun bergantian menunggu bapak yang dirawat di ruang isolasi yang gelap pekat karena terkena infeksi tetanus selama sepuluh hari.
Bolak-balik PP Gresik-Trenggalek kami jalani, karena bagaimanapun juga kami tidak bisa meninggalkan tanggung jawab kami di tempat kerja. Begitupun juga kakak dan adik yang berdomisili di Jakarta dan Tangerang, harus wara-wiri dan mengatur ijin bekerja. Alhamdulillah saat itu kami anak-anaknya dimudahkan untuk bergantian menjaga bapak.
rsud[1].jpg
Sepuluh hari pun berlalu, dan tetanus bapak dinyatakan bersih oleh dokter ahli bedah yang merawatnya dan dibolehkan pulang. Namun hanya selang sehari bapak masih merasa kesakitan sehingga tengah malam pun kami menelpon ambulance untuk membawa bapak kembali ke rumah sakit. Dengan diagnosis yang berbeda (infeksi paru-paru dan pembengkakan usus) bapak pun akhirnya dirawat lagi. Kali ini tidak di ruang isolasi tapi di ruang perawatan.

Kami pun melewati lebaran kali ini di rumah sakit.
Begitulah hidup, ada kalanya kita harus bersedih di saat yang lain berbahagia merayakan hari kemenangan dengan sanak saudara di rumah dalam keadaan sehat dan dengan penuh kehangatan.
P_20180615_102202[1].jpg
Apakah kami tidak bahagia dengan keadaan ini?
Yang kami ingat adalah bahwa bahagia itu pilihan. Bahagia itu ada di dalam lubuk sanubari. Kami utamakan rasa syukur yang mendalam karena dengan cobaan ini kami lebih banyak berdoa mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, lebih aware terhadap pentingnya kesehatan dan juga jadi lebih banyak berkumpul bersama setelah hari-hari kami dipenuhi kesibukan masing-masing.

Kami selalu berdoa semoga kami menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur.
Dan sesungguhnya Allah selalu bersama hamba-hamba-Nya yang sabar.

Seminggu setelah lebaran dan perkembangan bapak semakin membaik, saya pun kembali ke Gresik karena tuntutan tugas terkait PPDB di sekolah. Seminggu berkutat di sekolahan dan seminggu kemudian ngubeg di rumah jadi upik abu :). Bagaimana tidak, ketika rumah saya tinggal untuk ke kampung halaman masih ada tukang yang mulai awal puasa berbenah rumah. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi rumah yang diperbaiki tukang... Yang pasti kotornya ampun-ampunan deh... Barang-barangpun masih belum berada pada posisinya masing-masing. Setiap hari menyicil beberes dan bebersih rumah masih belum kelar juga. Belum lagi kerjaan-kerjaan baru yang minta diselesaikan tiba-tiba.

Aahh...ambil nafas dulu...
Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus beraktifitas.
Hingga kini liburan tinggal seminggu lagi.
Apa saya masih bisa menikmati liburan seminggu kedepan?
Kayaknya enggak bakalan deh, karena tugas-tugas di sekolah sudah menanti untuk dieksekusi, masih berkait dengan penerimaan siswa baru dan persiapan memasuki tahun ajaran baru 2018-2019.

Keep the spirit...
Keep calm and stay strong...
Stay healthy...
Stay cool...

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Tetap semangat, Mbak
Lebaran ini juga sedih karena Mbah suami jatuh dan kepalanya dijahit.

·

Amiin ...terima kasih Mba @ammachemist atas supportnya.
Ya Allah... semoga beliau segera pulih dan sehat terus ya mbaa...

Semoga Ayahanda lekas sembuh dan bisa beraktifitas lagi. I feel you Mbak, saat ortu sakit dan saya tinggal di Yogya, rasa kecamuk badai di hati karena tidak bisa stand by menemani.

Semangat Mbak dan keep healthy yaa

·

Amiin YRA... Alhamdulillah sekarang terus membaik mbak dan sudah bisa jalan ke masjid dekat rumah.
Betul mbak...rasanya bagaikan pohon tercerabut dari akarnya.

Dua tahun lalu, kami berlebaran di rumah sakit juga, Mba. Ayah terkena serangan jantung, dan saya tau persis gimana rasanya lebaran Mba sekeluarga yang baru saja berlalu. Dan saya sepakat bahwa bahagia itu adalah pilihan. Kita yang menentukan ingin bahagia atau larut dalam keterpurukan. :)

Dan benar banget, di balik setiap kejadian, ada hikmah yang terselip di baliknya. Menjadi lebih dekat kepada-Nya, adalah salah satu hikmah yang sangat berharga, ya, Mba, selain momen spt ini juga merekatkan kembali kekeraban bersaudara. :)

Ayo Mba, semangat, dan kembali menjalani langkah kehidupan harian. :)

·

Terima kasih Mba @alaikaabdullah atas motivasinya... betul banget apa yang Mba Al katakan...
Ini juga kali kedua kami ditakdirkan harus berlebaran di rumah sakit. Tahun 2015 lalu putri saya yang harus diopname sehari sebelum lebaran karena mengalami kejang.
Mari saling mendoakan agar kita selalu dikaruniai nikmat sehat.

Beruntung bagi yang bisa merawat orang tua. Banyak yang menyesal setelah orang tua tiada...

·

Betul @tehokti semoga kita diberi kekuatan untuk selalu memperhatikan dan merawat orangtua kita

Semangaat, Mbak! Semoga ayahanda bisa segera pulih ya...

·

Amin Yaa Rabb... terima kasih doanya mba @nurulfitri