Pikiran Sadar

in indonesia •  2 months ago


Sumber | pixabay.com

Teman-teman, pernah gak sih Anda mendengar tentang pikiran sadar? Pikiran sadar merupakan bagian dari sistem pikiran yang sebanding dengan bagian gunung es yang berada di antara permukaan air laut. Konon bagian ini hanya mempengaruhi sebanyak 12% bagi kesadaran manusia. Sekalipun begitu, secara umum pikiran sadar mengendalikan perilaku seseorang yang disengaja atau yang direncanakan secara logis. Singkatnya, pikiran sadar adalah sistem pikiran yang logis. Pikiran sadar selalu berangkat dari pertanyaan-pertanyaan dibalik setiap tindakan yang diambil. Bahkan pada kasus-kasus tertentu ada orang yang selalu mengajukan pertanyaan didalam benaknya telebih dahulu sebelum bertindak, sekalipun tindakan yang dilakukannya itu merupakan suatu hal yang sepele dan tidak berdampak apa pun bagi kehidupannya.

Secara alamiah, pikiran sadar mulai terbentuk pada manusia ketika mencapai usia sekitar 3 tahun. Dan sistem pikiran ini hanya akan aktif ketika kita melakukan suatu aktivitas yang disengaja, direncanakan dan menggunakan logika. Selain itu, pikiran sadar kita juga akan selalu mempertanyakan dan meragukan sesuatu hal. Itu sebabnya setiap orang yang terbiasa menggunakan pikiran sadar akan mudah merasa stress.

Sistem pikiran sadar juga menjadi kebanggaan bagi setiap masyarakat pada umumnya. Masyarakat cenderung menganggap unggul terhadap orang-orang yang pandai berdebat atau mereka yang memikirkan resiko terlebih dahulu sebelum bertindak, dan berbagai hal semacam itu. Bahkan banyak pola pendidikan yang diterapkan juga mengutamakan sistem pikiran sadar. Misalnya, untuk keperluan menghafal cepat, berpikir secara logis, serta mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat mendetail.



Sumber | pixabay.com

Coba Anda perhatikan orang-orang yang selalu menggunakan pikiran sadar. Seperti misalnya Anda yang memiliki seorang teman yang cenderung perfeksionis, yaitu mereka yang selalu ingin melakukan segala hal dengan sempurna, takut membuat kesalahan, selalu mempertimbangkan segala hal dengan sangat matang, dan juga takut dengan resiko. Kebiasaan orang yang perfeksionis cenderung gampang stress, dan hidupnya juga selalu diwarnai dengan ketegangan.

Ketika seseorang terbiasa menjalani hidup dengan tegang, maka suatu saat mereka akan mencapai suatu titik dimana mereka kehilangan makna di dalam kehidupannya. Segala aktivitas dalam kehidupannya akan terasa biasa-biasa saja. Ketika mengalami sebuah peristiwa yang seharusnya membuat mereka senang, justru mereka malah merasakan peristiwa tersebut dengan biasa-biasa saja. Begitu pula ketika terjadinya sebuah peristiwa yang seharusnya membuat mereka sedih, justru dianggap biasa-biasa saja.

Manakala seseorang hanya peduli dengan pertanyaan-pertanyaan yang bersumber dari pikiran sadarnya saja, maka bisa jadi mereka akan takut untuk melakukan sesuatu hal bagi kemajuan hidupnya. Padahal secara prinsip, kehidupan yang bahagia membutuhkan keseimbangan, bukan suatu aspek mendominasi aspek lainnya.



Sumber | pixabay.com

Sebagai contoh, katakan saja Anda mau pergi ketempat kerja. Mengingat sekarang lagi musim hujan, kemudian saya memberikan Anda pertanyaan, bagaimana kalau di perjalanan Anda terjebak dalam banjir, mesin mobil Anda terendam air lalu mati, dan selama berjam-jam Anda harus terjebak didalam mobil?. Apakah peristiwa dari pertanyaan tersebut mungkin saja terjadi? Ya! Pasti Anda akan menjawab, Semua itu mungkin saja terjadi. Bahkan ketika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya, saya juga akan menjawab Iya. Tapi, apakah Anda akan tetap berangkat ketempat kerja? Disini ada banyak orang yang menjawab Tidak. Lalu, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga akan menjawab Tidak?

Jadi, ketika seseorang lebih berfokus pada resiko, mengedepankan ketakutan, terdesak pada kekhawatiran, yang dengan kata lain pikiran sadar didalam dirinya sangat dominan sekali, maka yang terjadi adalah orang tersebut tidak akan pernah beranjak kemanapun. Bahkan ketika diam sekalipun, rasa cemas selalu menghantui hati dan pikirannya. Begitulah cara kerja pikiran sadar, selalu membuat orang melakukan aktivitas didasari dengan kesengajaan dan logika.

Lalu, bagaimana caranya agar pikiran sadar dapat mengantarkan kita untuk mencapai kebahagiaan? Kuncinya, kita harus melatih diri untuk mengemukakan logika disaat yang tepat. Misalnya, menggunakan logika ketika merancang anggaran, dan menyusun hal-hal lainnya yang memang bersifat perencanaan. Sesudah itu, izinkan pikiran bawah sadar bekerja dan mengambil alih pikiran sadar kita. Sehingga pelaksanaan rencana-rencana yang kita kerjakan menjadi lebih ringan dan mudah. Walaupun ada permasalahan dalam pelaksanaan tersebut, maka kita akan lebih mudah dalam menemukan solusinya.


steempress witness2.gif

vote steempress witnesses here : https://steemit.com/~witnesses



Posted from my blog with SteemPress : http://rades.epizy.com/2018/09/09/pikiran-sadar/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Terimakasih, @rades, telah bergabung dengan kami di server arTeem.

Artikelnya bagus @rades,sebuah pemikiran yang membangun,mengandung banyak pertanyaan ya,hmm...kira-kira mana dulu yang mau di jawab ni hehehehe...

·

Terimakasih kak @yati.

Kalo untuk jawabannya, yang mudah dulu di jawab ya kak... hehehehe

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by timons from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.