Mensiasati Bandwith Limit Alias Habis Bandwith

in indonesia •  11 months ago

Sebagian teman-teman pasti pernah mengalami peristiwa ini: ketika sedang asyik-asyiknya berkomentar, lalu komentar itu tidak bisa diposting. Bersamaan dengan itu muncul pesan: "Bandwidth limit exceeded. Please wait to transact or power up". Bandwith untuk Anda sudah habis, silakan tunggu sampai nomor kembali atau "power up" menggunakan SBD (Steem Backed Dollar). Saya pun kerap mengalaminya. Ini tentu saja bikin pusing.

Mustafa Ismail -Pusing habis bandwith.jpg

Sebelum Anda meneruskan membaca, saya mau bikin disclaimer dulu: tulisan ini bukanlah resep dokter atau obat paten, tapi sekedar berbagi pengalaman bagaimana keluar dari masalah ini. Itu berangkat dari pengalaman pribadi selama lebih kurang dua bulan aktif bersteemit dan mempelajari berbsgai hal tentang itu.

Dalam sejumlah forum atau grup komunitas Steemit, kita kerap menemukan aneka solusi yang disampaikan oleh kawan-kawan kita yang pernah mengalami hal serupa atau pun mereka yang tidak pernah mengalami namun mencoba menganalisa persoalannya. Nah, dalam kerangka inlah tulisan ini berdiri: mencoba memecahkan persoalan ini dengan "trik" saja.

Mengapa Habis Bandwith?

Sebab utama adalah aktivitas Anda terlalu tinggi di Steemit, seperti memposting tulisan, banyak resteem (reblog), melakukan upvote, berkomentar, hingga membuka-buka steemit untuk membaca dalam posisi Anda login. Lalu, apakah perlu mengurangi berkomentar dan upvote? Sebentar. Jangan buru-buru. Sabar ya. Kita coba analisa satu persatu agar semua menjadi jelas dan terang berderang.

Saya ingin membahas soal posting tulisan dulu. Steemit memperkenankan setiap kreator konten (penulis, fotografer, desainer, videografer, perupa, dan seterusnya) untuk memposting karyanya maksimal empat kali sehari. Sejumlah Steemian senior mengatakan jeda posting antar tulisan atau karya itu minimal empat jam. Artinya jarak posting antara tulisan pertama dengan kedua empat jam, tulisan kedua dengan ketiga emapat jam, dan tulisan ketiga dengan keempat empat jam.

Mengapa dibatasi? Steemit berbeda dengan Facebook atau media sosial lain, yang boleh sesuka-suka mengupdate status atau posting. Pertama, boleh jadi (dugaan saya) sumber daya bandwith terbatas. Kedua, ini menghindari spamming atau posting konten-konten asal-asalan.

Maka itu, tampaknya Steemit ingin mengedukasi penggunanya untuk hanya memposting konten yang benar-benar bagus dan orisinal. Tidak mungkin toh seseorang bisa memproduksi banyak konten (tulisan dan lain-lain) tiap hari. Sebab, kreator bukan mesin. Hanya mesin yang produksinya bisa massal.

Untuk komentar dan upvote, bagi kita yang pemula atau baru bermain Steemit, kata salah seorang Steemian senior @rismanrachman, "Lantak laju." Lantak lajut itu bahasa Aceh, yang artinya kira-kira, lakukan terus. Sejauh masih punya kemampuan untuk komentar dan vote, lakukan saja tanpa mikir apakah vote atau komentar ada nilainya.

Namun ada catatan, jangan komentar sepotong, seperti bagus, keren, nice, "bertus" dan seterusnya. "Berkomentarlah dengan serius dan berisi."
Sebab, komentar juga dihitung sebagai tulisan. Kita bisa pula mendapatkan vote terhadap komentar. Selain itu, dengan berkomentar kita tengah membuka silarutahmi dan jejaring dengan orang lain. Lain kali dia vote kita atau berkomentar di tulisan kita.

Ingat kata-kata ini: indahnya silaturahmi dan berbagi. Jadi jangan ragu vote dan komentar. Sejumlah stemian seniro juga menganjutkan agar para pemula mendatangi akun-akun yang mempunyai reputasi besar (di atas 50) untuk berkomentar dan upvote di tulisannya. Jika sudah terjadi "silaturahmi" lain kali ia akan datang membaca tulsian kita dan memvote. Tapi jangan meminta vote, apalagi bekomentar dengan nada menjilat!

bandwith limit.jpg

Siasat Mengatasi Habis Bandwith

Bagaimana mau komentar jika belum-belum sudah habis bandwith -- jangankan komentar, posting tulisan sendiri pun tidak bisa. Nah, inilah yang mau kita bahas sekarang. Saya ingin berbagi pengalaman pribadi. Bisa jadi pengalaman saya berbeda dengan orang lain. Pastinya jelas berbeda dengan pengalaman mereka yang sudah lama bersteemit dan punya steem power yang besar sehingga bisa memposting tulisan kapan saja.

Saya biasanya menulis di sela-sela senggang, saat sedang di dalam kereta KRL Jabotabek Commuterline dari rumah ke kantor siang atau dari kantor ke rumah pada malam hari. Bagitu ada ide, langsung saya tulis dan biasanya langsung jadi tulisan awal alias tinggal editan ringan sebelum diposting. Namun ada pula cuma tulisan berbentuk draft yang harus banyak diperkaya, bahkan pernah pula cuma sepotong ide.

Biasanya saya posting tulisan pagi hari, subuh, atau paling telat sore sebelum magrib. Ini bukan saja mengejar pembaca yang baru bangun lalu buka steemit atau saat orang istirahat. Sebab, lain bandwith kita pagi hari hingga jelang sore itu penuh. Bandwith kita mulai berkurang itu ketika sore. Boleh jadi karena sore banyak yang memakai, sehingga distribusi bandwith bagi masing-masing Steemian itu menjadi kecil.

Sehingga, untuk sementara -- sekali lagi untuk sementar -- saya mengambil kesimpulan bahwa saat posting tulisan yang tepat bagi Steemian pemula untuk menghindari kehabisan bandwith adalah pagi hari hingga sore. Setelah itu berkemungkinan habis bandwith. Mungkin ada yang bilang: saya tidak sempat menulis pagi atau siang, karena kerja. Jangan nulis pagi atau siang, tapi nulisnya malam. Nulisnya di note HP atau komputer, siapkan pula foto_foto terkait. Begitu pagi, tinggal posting.

Jika Anda posting satu tulisan perhari, kata Leader KSI Chapter Bireuen @bahagia-arbi, akan aman. "10+1," rumus Arbi. Artinya, bagi pemula, cukup memposting 1 tulisan dan berkomentar 10 kali di akun orang lain. Setelah posting tulisan, tinggal komentar dan vote di akun teman-teman di kala senggang, entah di sela-sela makan siang, sambil merokok, atau sambil ngopi, dan seterusnya.

Penutup

Tentu saja "siasat" di atas tidak berlaku ketika reputasi Anda sudah dan steem power Anda sudah tinggi. Sebab, mereka yang punya steem power tinggi jarang kehabisan bandwith. Sehingga Anda bebas memposting tulisan, melakukan vote, atau berkomentar kapan saja. Tapi untuk menuju ke situ kia perlu berjuang dulu. Tidak mungkin toh baru lahir langsung jadi Pak RT atau lurah. Kita harus belajar merangkak dulu.

Oke, saya kira cukup sekian dulu. Saya harus buru-buru posting tulisan ini jangan sampai kehabisan bandwith pula.

JAKARTA, 23 FEBRUARI 2018

MUSTAFA ISMAIL | @MUSISMAIL
Komunitas Steemit Budaya | @steemitbudaya
KSI Chapter Jakarta

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Ada cara lain kalau mau tidak kehabisan bandwidth, yaitu melakukan voting witnesses minimal lima orang, karena nanti nya hasil dari mining mereka kita juga akan dapat remah2nya, seperti bbrp kbps bandwidth.

·

Bisa dijabarkan lebih detil? Agar teman-teman pemula Steemit bisa mengikuti juga langkah ini. Makasih ya.

Makin tampak, Mustafa ini bakal jadi pakar steemit. Makin banyak steemian makin banyak pakarnya. Dunia makin penuh steemian. Sudah bisa bikin Partai Steemit Indonesia kayaknya...
Ha ha ha

·

Berusaha belajar dan mencari pemecahaan masalah saja mas. Sekalian mencari informasi yang dibutuhkan teman-teman. Salam

Ia benar, kalau kelamaan melototin Steemit pastinya bandwidth akan habis. Tulisan yang bermanfaat. Terima kasih bang Mus sudah berbagi. Fotohnya tapi gak usah galau karena kehabisan bandwidth. Hahahahhahaha.... Just kidding. Saleum.

·

ya benar @willyana, tidak perlu dipelototin terus. ntar dia salah tingkah haha.... jika kita posting pagi hari sampai sore Insya Allah soal bandwith terpecahkan.

Rumusnya sudah di coba bang... makasih informasinya

·

Mantap. Semoga tidak ada lagi masalah bandwith ya hehe....

Terima kasih, informasi ini sangat bermanfaat bagi saya yg masih belajar..

·

Sama-sama. Kita semua saling belajar dan melengkapi.

Terima kasih Pak @musismail untuk postingan ini. Oh, ya Pak Mus. Cara lain agar tak habis bandwith seperti dijelaskan @fararizky adalah: klik ujung kanan atas garis-garis and pilih vote for witnesses.

·

Nah, ini belum saya coba. Coba @apilopoly atau @fararizky menulis soal ini. Saya kira akan makin melengkapi dan menjawab pertanyaan teman-teman masalah bandwith.

Oke, saya kira cukup sekian dulu. Saya harus buru-buru posting tulisan ini jangan sampai kehabisan bandwith pula.

Saya serius bang bacanya, sampai di akhir saya terkekeh gara2 closingnya. Hehehe

Jurus lain kalo mau reputasi cepet naik...cepet cepet bandwithnya di abisin...percayalah..percayalah!

·

ya artinya aktivitas kita di steemit perlu tinggi kan. nah bagaimana aktvitas tinggi kalau sore kita baru mulai buka steemit dan tak lama bandwith habis haha....

·
·

Harus di challenge sampai tau batas batas nya bang! Masih exploring terus ini..

·
·
·

yes, nanti tulis ya kalau ada temuan-temuan yang bermanfaat untuk teman-teman

·
·
·
·

Siap pak..terimaksih telah memicu diskusi panjang dan terbuka ini..

Wahh terima kasih pak @musismail rumusnya. Wajib dicoba nih, soalnya sering banget ngalamin bandwitdh limit. Salam kenal bang dari Kota Bogor.

·

Selamat mencoba mas. Kapan-kapan kita Steemitan bareng di Bogor yuk.

·
·

Siap pak, kebetulan saya juga sehari-hari nya di jakarta. Mungkin nanti saya juga akan main ke TIM, udah sempat kontak-kontakan sama bang @apilopoly juga pak.

Welcome to the club. Dari kemarin gue gak bisa apa-apa. Mingkem aja. Menurut hitungan, SP dan bandwith gue baru pulih pekan depan. Hehehe

·

@blogiwank, bandwith dirimu sudah pulih kok. coba cek di steemd.com/@blogiwank

Terimaksih bang atas infonya @musismail
Postingan ini sngat membntu buat pemula seprti saya
Sukses terus bang

Kalau benwit habis, ya udah saya tidur dan tunggu penuh lagi. haha...

Sudah saya coba dan berhasil tanpa harus menunggu besok pagi. Tks

Sangat bermanfaat. Muda2han saya tidak pernah kehabisan bandwith.. Jikapun terjadi saya akan mempraktekan seperti yang disampaikan.

Keren bang @musismail :)
untuk mensiasati bandwhith dengan memposting karyanya maksimal empat kali sehari. Dan ada jarak posting antara tulisan pertama dengan kedua empat jam. Sebagai pemula, baru tahu juga ada rumus "10+1," dari bang @bahagia-arbi

keren... dan sangat bermanfaat

·

alhamdulilah, bisa bermanfaat. Ini adalah hal baru sehingga kita perlu banyak menggali. Salam