Kenapa Kita Menjadi Pengecut

in indonesia •  last month


Puisi "Kenapa" saya petik dari bundel "Perjalanan". Puisi ini saya tulis pada 1991 dan pernah dimuat di Harian Serambi Indonesia pada 1991. Ini semacam perenungan terhadap perjalanan. Adakalanya kira ragu-ragu menghadapi sesuatu, tapi justru itu membuat kita tidak "ke mana-mana". Tapi, keraguan adalah hal lumrah dalam hidup, sebagai sebuah proses pematangan diri.


KENAPA

kita terharus berhenti di sini
terpana pada gelap
menimang-nimang luka

perjanjian menjadi khianat
menyiksa diri sendiri.

betapa kita telah jadi pengecut
takut menggerakkan langkah
membiarkan bulan itu disunting orang.

Bna, 4 Maret 1991

MUSTAFA ISMAIL


Posted from my blog with SteemPress : http://musismail.com/kenapa-kita-menjadi-pengecut/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!