Otak Udang
Selamat malam sahabat steemian semua, bagaimana kabarnya semua? Semoga baik-baik saja tanpa kekurangan apapun.
Pernahkan teman-teman mendengar istilah otak udang? Ya otak udang...
Baiklah, istilah otak udang sering di sematkan kepada orang-orang yang malas berfikir, menganalisis masalah serta mencari solusi dari setiap permasalahan. Orang-orang yang dimaksudkan sering melalaikan tanggung jawabnya dan selalu berfikir untuk kesenangan sesaat tanpa mau memikirkan sedikitpun tentang masa depan.
Sebenarnya apa sih yang menyebabkan orang mengajukan istilah otak udang, kenapa tidak menggunakan istilah lain seperti otak sapi dan otak-otak lainnya? Nah, sebenarnya jawabannya ada landasan berfikir ilmiahnya sehingga istilah otak udang menjadi booming, apa saja itu? Yok teruskan membaca sobat steemian semuanya.
- Makanan udang
- Kepekaan udang
- Struktur tubuh
Makanan udang biasanya sisa-sisa lumpur organik yang larut dalam air. Udang bisa memakan apa saja yang larut dalam air sehingga cenderung tidak memilih-memilih makanan.
Udang merupakan salah satu hewan air yang memiliki kepekaan sangat kecil. Sobat steemian bisa menangkapnya ditempat yang sama berurutan dan dalam kurun waktu yang lama. Jadi udang cenderung tidak menyimpan informasi bahaya eksternal yang mengancam kehidupannya, asalkan kehidupan terhadap makanannya mendukung mereka akan tetap menempati tempat yang sama. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan kucing dan hewan-hewan lainnya karena bisa dijinakkan dan bisa tetap liar karena memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi dalam waktu yang lama.
udang Udang memiliki struktur tubuh yang sangat simpel. Hal ini terjadi karena diruang kecil bagian tubuh depan udang memiliki otak, usus, lambung, dan alat reproduksi di satu tempat, sehingga tempat untuk otaknya sangat kecil.
Sekian berapa alasan yang pernah dikemukakan oleh berbagai media online terhadap penyebutan istilah otak udang. Tapi teman-teman steemian lebih baik menghindari pengguaan kata ini karena akan membuat orang lain tersinggung, tentunya sangat tidak baik untuk keberlangsungan interaksi sosial bahkan dapat mengancam keharmonisan dalam bermasyarakat.
disarikan dari berbagai sumber
Banda Aceh, 9 April 2018