Gerhana Kehidupan

in indonesia •  5 months ago

Fenomena kehidupan dinegara kita dengan berbagai macam problema masih saja menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk membuat lapangan kerja semakin sempit. Orang-orang yang tidak tahan dan kalah dalam persaingan hidup terpaksa menggadaikan hidup menjadi tunawisma.

imagesource

Fenomena ini sudah menjadi lumrah dalam kehidupan sosial dinegara kita, banyak sekali tunawisma yang berkeliaran mencari nafkah dengan mengemis dan mengharap kebaikan hati orang-orang yang dermawan. Di kota-kota besar maupun kota-kota kecil sangat mudah sekali kita menjumpai mereka, di emperan toko, lampu merah dan ada juga yang berkeliling meminta-minta.

Mirisnya saat malam tiba para tunawisma tersebut harus tinggal ditempat yang tidak layak, rumah hanya beratap langit dengan lantai beralaskan koran atau kardus bekas dan tidur berbantal lengan, dingin malam menggigil tidak mereka hiraukan. Tiada sempadan antara malu dan pilu demi hidup harus diteruskan

imagesource

Debu-debu yang liar menjadi teman kesehariannya dengan hiruk pikuk kemegahan kota begitulah logikanya, bagi mereka semua manusia adalah saudara katanya, mereka meminta dan mengharap iba dari hati yang dermawan adalah pekerjaannya.
Mengapa harus dia meminta?...ia mereka butuh makan demi hidup harus diteruskan.

Tangan-tangan yang memberi adalah mulia, hati yang dermawan merupakan mereka yang bisa merasakan kesedihan dan kepiluan saudaranya, mereka tidak bisa memberi lebih, tidak bisa memberikan pekerjaan tetapi mereka hanya bisa mengulurkan tangan dan menyisihkan sedikit uangnya bagi mereka para gelandangan.

imagesource

Tangan yang memberi mulia tetapi jangan mengharap pujian dunia karena harta yang kita berikan sedikit itu bukanlah milik kita melainkan titipan yang harus kita sisihkan buat saudara kita yang tidak beruntung dalam hidupnya.

Lainnya halnya orang yang tidak dermawan, harta yang banyak bagi mereka adalah sebuah kesombongan, mereka terlupa sesungguhnya harta tidak bisa dibawa mati, semua akan tinggal dan akan diperebutkan disaat kita kembali.

Walaupun mengemis suatu pekerjaan yang hina, namun mereka tidak berdaya, mereka terpaksa melakukannya. Banyak sebab dan alasan mengapa mereka harus meminta-minta, faktor utama adalah kemiskinan, sulitnya lapangan pekerjaan dan kondisi fisik yang tidak sempurna.

imagesource

Walaupun banyak panti sosial yang dibangun pemerintah untuk menampung para tunawisma, tetapi fenomena yang terjadi masih banyak dijalanan dan pusat perkotaan saudara kita yang mengemis, apalagi menjelang bulan puasa ini banyak orang-orang dari desa datang kekota untuk mengemis.

Apakah ini suatu jalan pintas untuk mendapatkan uang?...atau memang mereka benar-benar kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya sehingga terpaksa menjadi pengemis. Wallahu'alam...

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!