Belajar untuk memahami antar sesama #Masih dalam momen Bulan Suci Ramadhan 10

in indonesia •  last year 

Assalamualaikum sahabat steemians bagaimana kabarnya, semoga dalam kondisi sehat rohani dan jasmani amin.

Tidak terasa seiring berjalannya waktu kini kita sudah menyelesaikan separuh waktu untuk menunaikan ibadah dalam bulan suci Ramadhan. Semoga segala yang telah kita perbuat bisa tercatat dalam amalan yang baik kemudian diampuni segala perbuatan yang telah membuat amalan buruk baik itu disengaja atau tak disengaja.

20-29-53-images.jpg
https://www.google.com/search?q=gambar+otak&hl=in-ID&source=android-browser&prmd=inv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwicjODTjrrbAhUJVysKHSO3BQsQ_AUIESgB&biw=360&bih=519#imgrc=98bsL_b2GyP3PM:

Seiring berkembangnya peradaban manusia, kita semua menyadari bahwa sebagian besar masalah di dunia ini ditimbulkan hanya karena kesalahpahaman ideologi. Jika manusia dapat memahami antar sesama mungkin hidup akan dalam kondisi aman dan damai. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus dapat memahami apa yang telah terjadi disekitar kita, membaca pikiran orang sangatlah perlu karena saat ini terjadinya konflik hanya dikarenakan hal-hal sepele karena tidak saling memahami antar sesama.

Mungkin untuk membaca pikiran semua orang sangatlah tidak mungkin namun apa salahnya kita dapat memahami pikiran seseorang yang disekitar kita. Tidak ada hal yang luar biasa sebenarnya tentang membaca pikiran. Beberapa orang secara alami sudah mampu memahami apa yang orang lain inginkan. Untuk beberapa cara untuk mengerti pikiran orang dapat kita coba namun jangan salah untuk bertingkah karena jika salah maka hal yang tidak diinginkan akan terjadi diantara kita dan orang lain. Butuh pendekatan yang baik dan memerlukan waktu selama bertahun-tahun untuk melihat bagaimana orang tersebut menggunakan gerak-gerik tubuh agar dapat kita baca apa yang sedang ia pikirkan seperti mata. Mata adalah jendela jiwa, seperti yang dikatakan banyak orang. Apapun yang sedang terjadi di dalam pikiran orang-orang, selalu tercermin di mata mereka, meskipun wajahnya mungkin mencoba untuk menutupi emosi mereka. Setidaknya sesaat, emosi terdalam akan nampak pada mata seseorang. Belajarlah untuk melihat dan menafsirkannya.

20-31-37-images.jpg
https://www.google.com/search?hl=in-ID&biw=360&bih=305&tbm=isch&sa=1&ei=oD4VW9nFHpn3rQGH-b-wCw&q=gambar+tingkah+laku&oq=gambar+tingkah+laku&gs_l=mobile-gws-wiz-img.3..0j0i30l4.121403.125063..125712...0....114.1004.15j1......0....1.........41j0i67j0i10.Zo3jUWOlpbs%3D#imgrc=syL3Z8DwIwKmtM:

Kemudian kita bisa memahami apa yang "tak terucapkan" mungkin seseorang kerab sekali mengatakan hal yang tak perlu ia katakan dan tidak sesuai dengan isi hati mereka. Ada banyak alasan mengapa orang memilih memendamnya dan mengatakan hal yang kadang-kadang berlawanan dan banyak alasan mengapa seseorang berbuat sedemikian. Ego adalah salah satu alasan, rasa takut adalah faktor lain, dan sebagian besar waktu, mereka bingung dengan apa yang mereka inginkan. Jadi, dengarlah apa yang tak terkatakan dan amati kata-katanya. Lihat melalui mata dan bahasa tubuh. Orang mengatakan dengan jujur apa yang mereka rasakan, tetapi jika anda dapat mendengar apa yang disembunyikannya, anda dapat memahami mereka lebih baik.

Bahasa tubuh juga dapat mencerminkan apa yang sedang ia pikirkan, contoh kecilnya seperti menundukkan kepala sembari memegang tangan dibelakang yang artinya bisa saja rasa segan bercampur takut dengan orang yang ia hadapi. Namun tidak sampai disitu, jika kita dapat melihat matanya maka akan sedikit tercermin apakah ia memang sedang segan dan takut atau malah tercampur kesal.

Saling memahami dan dapat memikirkan pikiran orang sangatlah bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari ya seperti mencegah tarjadinya kesenjangan, pertikaian dan beradu dalam prinsip.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Nampaknya perlu indra kd enam ni hehehehhe

·

Sepertinya begitu bang hahaha, ike isin dukun kampung ya gerel le bang geh