My Drawing: A Question Mark
Ditemani lagu-lagu India yang ada di playlist Youtube, sebuah gambar bertajuk "A Question Mark" ini selesai juga. Rencananya gambar ini akan kujadikan ilustrasi pendukung untuk salah satu tulisanku yang akan diterbitkan.
Tanya! Adalah sebuah kata yang bahkan sampai besok masih ingin terus kulontarkan. Setiap langkah yang kuayun adalah jawaban dari sebuah tanya. Setiap kata yang kuucap adalah jawaban dari sebuah tanya. Setiap rindu yang terlahir dari setiap tarikan nafas adalah sebuah jawab dari pertanyaan tak berkesudahan. Saat pertama kali ingin menggambar tanda tanya ini, sesuatu yang terlintas di benakku adalah sebuah pertanyaan yang masih menggantung hingga detik ini. Mengapa pagi selalu datang tergesa-gesa? Dan malam selalu pergi terburu-buru?
Awalnya aku sama sekali tak punya bayangan, seperti apa 'tanya' yang ingin aku wujudkan? Sebuah tanda baca, tentu saja. Sebuah simbol layaknya mata kail dengan sebuah titik di bawahnya. Satu dari tiga tanda baca untuk mengakhiri sebuah kalimat. Saat ide terbentur oleh kebuntuan berimajinasi, kita (aku) selalu punya jalan keluar; internet.
Dengan lagu-lagu India yang terus berputar dari satu judul ke judul berikutnya. Tanganku bergerak-gerak berselancar di mesin pencari terbesar di jagad maya, hingga pada kata kunci tertentu aku dirujuk pada sebuah gambar imajinatif yang sesuai dengan harapanku. Kemudian aku meniru, dan memodifikasi gambar tersebut.
Gambar di atas adalah representasi seseorang (perempuan) yang hidupnya (otaknya) dipenuhi kelindan-kelindan pertanyaan yang tak pernah usai. Kelindan yang memiliki ragam variasi, tergantung bagaimana kondisinya saat itu.
Aku Pernah Bertanya
mengapa pagi selalu datang tergesa-gesa
dan malam selalu pergi dengan terburu-buru
tak memberiku kesempatan untuk berkemas
aku sudah siapkan pensil dan kertas
untuk mencatat semua kisah
aku sudah siapkan hati yang selesa
untuk menampung semua keluh kesah
mengapa pagi selalu datang tergesa-gesa
ia ucapkan hallo sambil melambai berbalik arah
termangu aku membaui aroma bunga rumput yang ia lempar ke selasar
mengapa malam selalu pergi dengan terburu-buru
terbirit-birit ia berlari bagai kijang tertangkap pemburu
tercenung aku membaui aroma rembulan yang gugu di atas sana
India dan Indonesia punya kesekatan budaya... termasuk dalam hal lagu... sehingga lantunan musiknya terasa akrab dan nyaman... ada istilah di kampung, seorang santri pasti suka dua nada yakni dangdut dan india.. selain dari lagu qasidah...
kesekatan?
Indah sekali
Nyan kajeut meureuno gamba anatomi singeh
Lon tem sit lah dipeurnoe
kemon, we learn together
Ta meet n learn with visual artis
@akbarrafs nnti pas ke Banda kita anjangsana ke kanotbu yesss
wokeeehhhhh
Banyak kata baru yang Yel temukan di puisi kakak, asyik ya permainan katanya. Nggak rugi ikut kelas Pak Wildan dan Ricky, ntar buat kelas kakak sendiri pula kalau sudah jadi bukunya.
sejak 2006 aku mulai membuat puisi, kalau kata-katanya sama, nggak ada peningkatan dong hahahahah
Yang paling terasa tuh kelas Pak Wildan, sebab teknikal banget yang dibahas.....Kalau Ricky lebih ke motivasi sih...
Yyyeeeaahh tambah lagi kawan menggambar kita 😁
Manteepp gambarnya kak 👍
hahahahah.....makasihhhh....
Tanda tanya dan tanda seru... Siapa yang pernah tahu...
betul, Kak. Thanks sudah mampir :-)
Kak Ihan rupanya pintar gambar juga? Keren!
baru belajar, @adeoktiviyari.... ternyata asyik juga....
siapa yang menjawab pertanyaan mu @Ihansunrise
di doodle berikutnya akan ada jawaban-jawaban, Bang @munaa
to be continue... hahaha
Gambarnya akan lebih bagus kalo diwarnai 😁
Memng sengaja nggak diwarnai @irdaagstn, karena untuk ilustrasi buku
Puisi yang indah