Gunung Itu susah !! Entah Kenapa Saya Mendaki!

in indonesia •  16 days ago

Capek, pegal-pegal bahkan sampai keringat membasahi tubuh, belum lagi jika hujan ketika perjalanan, pakaian dan sepatu basah sampai berlumpur terkadang membuat telapak kaki luka-luka, membawa berat beban yang tidak seperti biasanya, pergi jauh dari kota untuk berjuang di lebatnya hutan rimba raya, jaringan sulit ditemui namun masih banyak lagi.


Beberapa hari yang lalu, bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri menjadikan waktu liburan untuk saya. Jauh hari sebelumnya, anggota Mapala Diksar 2016 se-Aceh membentuk sebuah grup via WhatsApp dan saya termasuk dalam grup tersebut serta sepakat untuk melakukan pendakian Burni Kelieten yang ada di Aceh Tengah dan merupakan gunung tertinggi di kabupaten tersebut.


Perjalanan ini merupakan kedua kalinya untuk di sana, tapi kerena tahun lalu saya dan anggota tim pendakian lainnya tidak mencapai puncak yang menjadi tujuan pendakian karena ada beberapa faktor yang membuat kami harus pulang dan mengabaikan puncak itu. Namun lubuk hatiku yang dalam mengatakan " saya harus kembali ke sini untuk menaklukkan medan ini di waktu yang berbeda," kata kata tersebut seakan-akan bagaikan sebuah acuan untuk melakukan pendakian lagi dengan gunung yang sama.


Hal yang berbeda untuk pendakian kali ini, selain anggota tim banyak juga terdapat beberapa putri mungkin menjadi penyemangat buat putra 😁. Serta memiliki kenalan baru dan berbeda karena berasal dari tempat berbeda.

Setelah tas gunung terpasang di punggung saya, walaupun terasa berat namun dengan tujuan menaklukkan medan ini yang merupakan bagian dari PR tahun lalu yang harus saya selesaikan.

Melewati kawasan hutan Pinus yang penuh dengan ulat di batang pohon yang telah mati dan hidup, Danau Laut Tawar yang semula menjadi lokasi pengisian air untuk pendakian mulai menjauh sedikit demi sedikit, perjalanan yang menanjak di jalur yang telah ada serta mengikuti para mereka yang telah berjalan di depan.


Mencari tempat yang datar untuk mendirikan tenda istirahat sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh serta makan malam karena tubuh juga butuh asupan. Jam di smartphone ku menuju pukul 21:00 WIB dan merupakan waktunya untuk istirahat.

Bangun pagi dengan sambutan kicauan burung yang menjadi musik kampus, kemudian sarapan pagi, mengpacking semua barang dan melanjutkan perjalanan.


Setelah menulusuri rimba sambil berjalan antara pepohonan di atas tanjakan terkadang juga menurun dan datar di antara pepohonan yang daunnya berbentang hingga menutupi langit yang biru.

Berjalan sekitar 9 tepatnya pukul 17:00 WIB kami tiba di puncak batu yang merupakan salah satunya tempat yang paling indah yang saya temui karena Danau Laut Tawar terlihat dari ketinggian.


Menginjak puncak gunung yang merupakan impian saya tahun lalu dan termasuk tugas pribadi saya yang harus di selesaikan, akhirnya saya dapat menyelesaikannya.

Terkadang banyak orang yang mengatakan kenapa kamu atau kalian mendaki gunung padahal disana hutan rimba yang jauh dari kesenangan kota ? Namun aku tidak bisa menjawab apa apa selain, jangan tanyakan kenapa kami naik gunung karena memberi jawaban yang sulit dimengerti dan berbeda serta menimbulkan imajinasi tapi datang dan jelajahi rimba hingga menemukan puncak yang tinggi hingga pada saat itu, pasti akan mengerti kenapa kami mendaki gunung.

  1. Lokasi Burni Kelieten di Kecamatan Aceh Tengah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Sekian dan terima kasih kepada semua.

Salam kompak komunitas steemit Indonesia.




Posted from my blog with SteemPress : https://26fajri.000webhostapp.com/2018/07/gunung-itu-susah-entah-kenapa-saya-mendaki
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!