Jangan menampilkan kesedihan kepada orang lain karena tidak mendakapatkan upvote

in #indonesia4 years ago (edited)

Selamat malam sahabat yang saya cintai
Semoga sampai saat ini kalian masih dalam lindungan allah dan selalu tetap bersabar, terus memberi yang terbaik bagi semua, Karena sebaik baiknya manusia dialah yang berguna bagi manusia lain.

image

Berbicara tentang kesedihan, biasanya terjadi karena sesuatu yang kita impikan dan kita harapkan tidak tercapai pada puncaknya.
Menurut saya kesedihan adalah suatu emosi yang ditandai oleh perasaan yang tidak berentung, kehilangan, dan ketidak berdayaan saat sedih.
Manusia sering memilih untuk diam disaat dia sedang sedih, kurang bersemangat, dan menarik diri (menyerah).

Mayoritas para pengguna platfrom media sosial steemit khususnya bagi pemula, banyak yang mengeluh karena postingannya tidak mendapat upvote dari pengguna lain.
Kemudian mereka pasti akan mengadu kepada sahabat-sahabatnya, terutama kepada orang yang mengenalkan dan mendaftarkan steemit kepadanya.
Ini yang jadi permasalahan, alangkah sebaiknya kita bersyukur karena dia telah mengenalkan steemit kepada kita.

Harapan saya bagi para pengguna steemit yang selalu membuat postingan tetapih tidak mendapatkan upvote, sebaiknya kita koreksi dulu postingan kita, apa yang kita buat dalam postingan sehingga tidak mendapatkan upvote.
Apakah hastag postingan anda sudah benar, sesuaikah antara isi dan judul yang kita buat dan tulisan kita dalam membuat postingan apakah sudah mapan? Ini yang seharusnya kita pikirkan, bukan hanya upvote terus yang ada dalam pikirkan kita.

Terkadang kita juga berpikir kenapa postingan saya tidak mendapatkan upvote, padahal dalam postingan saya penuh dengan foto-foto yang keren, misalnya foto hasil dari camera canon ataupun nikon dan camera canggih lainya.
Sedangkan mareka yang mendapat upvote banyak hanya memakai camera biasa saja. Ini juga harus dijahui dari pikiran kita.

Sahabat yang saya muliakan.

Nabi sering sekali sedih namun sedih beliau selalu berepresi gembira kepada allah swt.
Dengan shalat, membaca alqur'an dan muhasabah diri dan dengan beribadah sunnah yang lainya.

Pernah beliau pulang kerumahnya di mekkah dalam keadaan tubuh beliau penuh dengan kotoran,habis dilempar kotoran oleh orang kafir.
lalu sampai dirumah waktu itu khatijah sudah wafat,namun fatimahlah yang menangis bukan rasullullah.
fatimah kemudian menggantikan baju rasullullah, membersihkan kotoran pada tubuhnya, sambil menangis, kata fatimah, beginikah yang mareka lakukan kepada engkau ya muhammad, padahal engkau orang yang paling baik.
rasullullah menjawab, tidak masalah wahai fatimah,saya tidak mengeluh.
Inilah namanya mukmin sejati mentalnya kuat walaupun sudah jatuh beberapa kali beliau tetap semangat.
Kenapa kita semua dengan ada masalah kecil saja berakhirlah hidup kita, dan kita menyerah dan berputus asa. Ini yang sangat kita khawatirkan sahabat steemians semua.

Kesimpulan
Jangan pernah kalian mengeluh dengan menganggap dirimu tidak berdaya dalam hal
apapun,cobalah terus berusaha, jangan pernah mengenal kata kata putus asa kata @abupasi.alachy.
karena Allah swt tidak akan mensiakan usaha hambanya, itu harus kita yakin.
Dan kita jangan sekali kali melihat ke atas tapih lihat lah ke bawah, karena kesuksesan penuh dengan proses dan kesabaran, contah para kurator indonesia kita bang @aiqabrago dan
bang @levycore dulunya juga seperti kita. karena untuk meraih kesuksesan itu penuh dengan kesabaran.
Hanya ini yang dapat saya uraikan lewat sebuah postingan mudah mudahan bermanfaat terutama bagi saya sendiri terus kepada sahabat steemit semua.

Terimakasih saya sebesar besarnya kepada orang yang pertama sekali mengenalkan steemit kepada saya yaitu @abupasi.alachy.
Inilah beliau @abupasi.alachy
image

Salam hormat saya kepada kurator indonesia bang @aiqabrago dan bang @levycore.
Terus kepada abang senior saya di KSI dan kepada sahabat semua yang saya cintai.
image

image

Salam [email protected]

Sort:  

Artikel yang sangat menarik, bisa memotivasi kawan-kawan steemian yang masih terus berjuang tanpa mengenal kata menyerah.