Puisi, Tuhan, Ismail dan Agha Shahid Ali

in indonesia •  2 years ago 

ismail.jpg
Hagar and Ishmael karya Giuseppe Zola, abad ke-18 (Sumber Foto: Wikimedia).

PEMBACA Indonesia tampaknya kurang familiar dengan Agha Shahid Ali, penyair muslim India. Barangkali @musismail dan @apilopoly dapat mengkonfirmasi ini.

Agha Shahid Ali adalah penyair yang lahir di New Delhi, India, 4 Februari 1949 dan meninggal pada 8 Desember 2001 di Amherst, Massachusetts, Amerika Serikat. Dia tumbuh sebagai seorang muslim di Kashmir dan kemudian kuliah di Universitas Kashmir di Srinagar dan Universitas Delhi. Dia meraih PhD di Pennsylvania State University pada 1984 and MFA dari University of Arizona pada 1985.

Dia mengajar di Universitas Delhi, Penn State, SUNY Binghamton, Princeton University, Hamilton College, Baruch College, University of Utah, dan Warren Wilson College. University of Utah Press memberikan Agha Shahid Ali Poetry Prize setiap tahun sebagai kenangan untuk merayakan sang penyair.

Agha Shahid Ali
(Potret Agha Shahid Ali. Sumber: Kahmir Lit)

Shahid Ali menerbitkan sejumlah kumpulan puisi, termasuk Call Me Ishmael Tonight: A Book of Ghazals (W. W. Norton, 2003), Rooms Are Never Finished (2001), The Country Without a Post Office (1997), The Beloved Witness: Selected Poems (1992), A Nostalgist’s Map of America (1991), A Walk Through the Yellow Pages (1987), The Half-Inch Himalayas (1987), In Memory of Begum Akhtar and Other Poems (1979), dan Bone Sculpture (1972). Dia juga penulis T. S. Eliot as Editor (1986), penerjemah The Rebel’s Silhouette: Selected Poems (1992) karya Faiz Ahmed Faiz , dan editor Ravishing Disunities: Real Ghazals in English (2000).

Untuk mengenangnya, saya terjemahkan salah satu puisinya di sini. Selamat menikmati.

Malam Ini

oleh Agha Shahid Ali

Di mana kau sekarang? Siapa yang tertidur di bawah mantramu malam ini?
Siapa lagi yang akan kau campakkan dari jalan keriangan malam ini?

"Kain-kain Kasmir—" ini "untuk membuat-Ku cantik—"
"Perhiasan kecil" — jadi permata— "untuk menghiasi-Ku — Bagaimana mengatakannya" -di malam ini?

Aku mohon untuk berlindung: Penjara, biarkan pintu-pintumu terbuka — Seorang pengungsi Kepercayaan mencari sebuah sel malam ini.

Kesedihan anggur Tuhan telah berubah jadi cuka-
Semua malaikat—sayap-sayap mereka beku—jatuh malam ini.

Tuhan, seru berhala-berhala itu, Jangan biarkan kami hancur;
Hanya kami yang bisa menobatkan orang kafir malam ini.

Langit-langit mughal, biarkan cermin cembungmu melipatgandakanku di bawah mantramu malam ini.

Dia bebaskan api dari dingin atas belas kasih Surga.
Dia biarkan terbuka — demi Tuhan— pintu-pintu Neraka malam ini.

Di dalam urat jantung kuil, semua patung telah dipecahkan.
Tak ada imam berjubah kuning yang tinggal untuk membunyikan genta penguburan malam ini.

Tuhan, kurangilah hukuman ini, masih ada Hari Kiamat—
Aku hanya pendosa, aku bukan kafir malam ini.

Para algojo di dekat wanita di jendela.
Sialan, Elia, aku akan memberkati Izebel malam ini.[1]

Perburuan telah berakhir, dan aku mendengar suara Azan
Sayup-sayup dari kijang yang terluka malam ini.

Para pesaingku untuk cintamu—kamu sudah undang mereka semua?
Ini hanya penistaan, ini bukan perpisahan malam ini.

Dan aku, Shahid, hanya aku yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepadamu.[2]
Tuhan menangis tersedu-sedu. Panggil aku Ismail malam ini.

Catatan Kaki

1 Elia, atau Elijah dalam tradisi Kristen, adalah nabi yang hidup di Israel Utara semasa kekuasaan Raja Ahab (abad ke-9 SM). Izebel, atau Jezebel dalam tradisi Kristen, adalah permaisuri Raja Ahab. Izebel sering menjadi lambang nabi palsu yang menyesatkan manusia supaya berbuat zina dan menyembah berhala.

2 Nabi Ayub kehilangan hartanya satu per satu. Dia mengetahui hal itu dari empat orang utusan. Setiap utusan mengakhiri laporannya dengan menyatakan "Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepadamu." (Kitab Ayub 1:13-1:19)

Sumber puisi: “Tonight” dari Call Me Ishmael Tonight: A Book of Ghazals karya Agha Shahid Ali. (W. W. Norton and Company Inc., 2003).

[SELESAI]

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Aku malah baru tahu Agha Shahid Ali dari pastingan mas Iwan ini hahahaaha. Terima kasih infonya mas. Aku kurang bacaan ini keknya.

Ulasan yang menarik dan informatif