Ul Daul Pertunjukan Musik Unik Dari Pulau Madura

in #indonesia9 years ago (edited)

Steemian yang budiman..

Pada postingan kali ini saya hendak mengabarkan sedikit tentang pertunjukan musik Ul Daul yang selama ini cukup fenomenal di Madura. Sepanjang tahun pertunjukan ul daul mengisi berbagai acara. Mulai dari peringatan HUT kemerdekaan RI hingga acara wisuda siswa sekolah Taman Kanak-kanak. Baik yang diikuti secara kirab oleh puluhan kelompok pemusik ul daul di jalanan protokol ibukota kabupaten hingga ke pertunjukan tunggal di di pelosok desa. Setiap penampilannya tidak pernah sepi dari kehadiran ribuan penonton dari semua usia.

Grup Musik Ul Daul (foto pernah tampil di postingan saya yang lain)

Ul daul sendiri adalah nama bagi sekelompok pemusik tradisional yang biasanya beranggotakan para remaja. Kelompok musik ini sangat khas karena membawakan musik etnik menggunakan seperangkat alat musik tabuh (perkusi) yang sangat sederhana. Terdiri dari: kendang, rebana, kentongan kayu, drum plastik (kapasitas 120 liter) bekas. Satu-satunya alat musik tradisional yang digunakan adalah slenthem, alat musik tabuh dari lembaran logam dirangkai dengan tali  yang direntangkan diatas tabung kayu.

Penabuh Kendang dan Drum Bekas

Selain menabuh peralatan mereka, para pemusik ini juga menyanyikan lagu daerah berirama gembira dalam sebuah koor yang indah. Tanduk Majeng adalah lagu wajib dinyanyikan dalam setiap pertunjukan, selain itu mereka juga membawakan beberapa lagu yang sedang populer ditengah masyarakat. 

Pertunjukan rombongan pemusik ul daul ini bergerak menggunakan kereta dorong yang didekorasi sedemikian rupa mirip kereta kencana. Keindahan dekorasi kereta ul daul juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton. Dekorasi yang membalut kereta dibuat menggunakan bahan gabus tebal sehingga ringan bagi pendorong dan aman buat pemusik maupun penonton yang berdiri dipinggir jalan. Sebelum bermain musik, para pemusik muda ini mendekorasi sendiri kereta mereka yang sebelumnya diangkut menuju lokasi menggunakan truk. Penampilan ul daul pada malam hari semakin meriah dengan pencahayaan aneka lampu warna-warni pada tubuh kereta. 

Pertunjukan Malam Hari

Pertunjukan paling akbar ul daul di kabupaten Pamekasan yang diikuti puluhan peserta digelar pada perayaan pawai peringatan HUT kemerdekaan dan kemudian pada acara kirab kebudayaan memperingati hari jadi kabupaten Pamekasan. Hal yang sama juga berlangsung di tiga kabupaten lainnya pulau Madura yaitu; Sumenep,  Sampang dan Bangkalan. Di Pamekasan pada event kirab kebudayaan yang berlangsung bulan oktober lalu, penampilan kelompok ul daul ini bahkan diperlombakan. Merupakan salah satu program yang sangat positif dari pemerintah daerah mengadakan event tersebut, bertujuan menarik wisatawan juga dalam rangka melestarikan kebudayaan daerah melalui kesenian musik tradisional.

Ul daul dalam acara kirab kebudayaan menyambut hari jadi Kabupaten Pamekasan, oktober 2017

Disebut sebagai kesenian tradisional tetapi pada dasarnya musik ul daul ini bukan sebuah peninggalan budaya tradisional suku Madura. Lebih tepatnya kita sebut sebagai kegiatan seni yang lahir belakangan. Pada awalnya ul daul adalah kegiatan biasa yang dilakukan oleh para pemuda di kampung-kampung ketika bulan ramadhan. Para pemuda yang berkelompok membunyikan tetabuhan, berkeliling kampung membangunkan warga untuk makan sahur. 

Pada perkembangannya tetabuhan yang awalnya khusus diadakan dibulan ramadhan berubah menjadi pertunjukan akbar yang membutuhkan sentuhan seni yang serius dan biaya yang tidak murah. Untuk saat ini saja biaya pembuatan sebuah kelompok ul daul menghabiskan modal mencapai puluhan juta rupiah. Sebanding dengan biaya sewa penampilan satu grup untuk mementaskan ul daul dalam sebuah kegiatan sekolah misalnya, ul daul dipatok dengan harga tiga hingga lima juta rupiah per sekali tampil. Sebuah madrasah di tempat tinggal saya kabarnya menyewa ul daul dari desa tetangga dengan biaya empat juta rupiah pada acara pawai kelulusan siswa mereka. 

Salah satu ornamen dekorasi khas kereta ul daul (foto pernah tampil di postingan saya yang lain)

Setiap tahun ul daul bisa disewa hingga puluhan kali ditengah tingginya minat masyarakat menikmati ul daul yang semakin tinggi. Bagi seorang pemilik sekaligus pembina kelompok ul daul hal ini merupakan lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Secara langsung juga berdampak positif buat para remaja personil grup, selain memberikan penghasilan uang saku juga sebagai pengisi waktu luang ketika berlatih serta menjadi salah satu sarana penyaluran bakat mereka. 

Demikianlah sepintas tentang salah satu kesenian yang populer di tengah saudara kita masyarakat suku bangsa Madura. Pertunjukan unik ini menjadi satu diantara ribuan kesenian di negara kita yang dihuni oleh ratusan suku bangsa lain yang juga kaya adat serta budaya. Semoga postingan ini bermanfaat.

Sort:  

Wah saya baru tau mengenai para pemusik UL. Postingan ini informatif sekali, terima kasih sharing nya @ayie77

Saya yang sudah hampir 10 tahun datang ke Madura, baru tahun lalu menonton langsung pertunjukan tersebut. Terimakasih sudah mampir di blog saya @lontuanisme

Owalah, iya bang. Saya sedikit banyak tau tentang Madura, mengenai konflik etnis di masa lalu. Itu pun via buku.

Hahaha.. nyan yg teumakot Rayyan dan Nabil nyo?

Rayyan yang takot, Jimeusom meunyoe na nyan. Nabil ceubeuh, malah galak ji keuneuk ek lam panggong nyan.. :)

Hello, hai @ayie77! Kami telah upvote ya..

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.098
BTC 64437.74
ETH 1851.67
USDT 1.00
SBD 0.38