Hidup yang Mati
Pagi tak datang lagi, katamu
Kau bilang malam belum puas dengan gelapnya
Pekat
Sungguh buta
Kenapa tak mati saja
Tubuhmu tinggal rangka
Tanpa jiwa
Hatimu mati
Pikirmu mati
Pagi kau bilang gelap
Malam apalagi
Kau sesat
Jatuh
Tertunduk
Luruh
Hilang bentuk
Ya, kau memang sudah mati
Bahkan sebelum mati
Asmaul Husna
Pasee, 16 Desember 2015
Hehe... Tulisan yang bermutu kawan, Teruslah berkarya @asmaulhusna91
Terima kasih banyak sudah membacanya☺
Mantap @asmaulhusna! Puisi yang indah.....
Trimoeng geunaseh guree Tgk @mahdi-idris
Baro belajar.
Menyoe puisi droe neuh, mantap lom. rubah teuh bak tabaca. Hehe...
@asmaulhusna Baro belajar mantong ka lagee nyoe puisi, peu lom katrep belajar. Lileh teuh bak tabaca. Hehee...
Hehehe...
Asma bagian sastra paneuk that mantong ilme.
Tuleh beulaku jeut. Payah meuguree kembali bak Tgk Mahdi Idris yg memang ka master di bidangnya☺
Hiihiiii, @asmaulhusna lon tuan mantong that le kureung. Tapi terus mencoba belajar dan berkarya....
Nyan Pak yg bereh.
Kon lage Asma, teori sagai le. Karya mantong sikrek dua krek😅
Puisi yang membuat tergetar bagi yang membacanya. Hidup yang mati sebelum mati. Banyak pesan yang bisa diambil.
Terima kasih banyak Pak @azharpenulis.
Saya baru belajar2 nulis puisi. Hehe
Congratulations @asmaulhusna91! You have completed some achievement on Steemit and have been rewarded with new badge(s) :
Click on any badge to view your own Board of Honor on SteemitBoard.
For more information about SteemitBoard, click here
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word
STOPThank you