Debus Aceh Modern
Debus dalam bahasa Aceh sering disebut daboh merupakan salah satu atraksi budaya tradisional masyarakat Aceh. Sama halnya dengan debus di daerah Banten yang sama-sama menunjukkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam.
Menurut sejarah, atraksi debus diharamkan masa kerajaan Sultan Iskandar Muda oleh ulama Syiah Kuala. [Source]
Atraksi debus ini menjadi salah pertunjukan yang dipertontonkan dikeramaian seperti acara festival kebudayaan atau festival musik. Dengan iringan musik rapai dan syair yang dilantunkan maka atraksi pun dimulai dengan meminta maaf kepada pengunjung. Hentakan irama rapai berirama dengan tebasan-tebasan senjata tajam ke tubuh.
https://m.youtube.com/?reload=7&rdm=2ym5st3tz#/watch?v=u4hYDjNZii0
Namun seiring perkembangan jaman, atraksi debus mulai diiringi dengan musik modern. Biasanya diiringi oleh musik rock atau metal. Namun tidak semua pemain debus diiringi musik seperti itu.
Almarhum Yun Casalona merupakan seorang seniman debus yang masa hidupnya atraksi debus sering diiringi dengan musik rock.
Darahku batu
Uratku kawat
Tulangku besi
Kulitku baja
Sepenggal kata yang diucapkan oleh alm. Bang Yun sebelum dilanjutkan dengan bacaan doa ayat kursi. Lalu, iringan musik rock diikuti menjadi hentakan dan tebasan atraksi senjata tajam. Sungguh pertunjukan yang energik dan membuat hati berdebar.
Namun sekarang pertunjukan atraksi debus sudah jarang ditampilkan saat ini, padaahal atraksi debus bisa menarik wisatawan untuk datang ke Aceh. Semoga atraksi debus ini masih bisa dilestarikan dengan mewarisi kepada generasi muda.
Salam Damai
Luarbyasa Aceh, pakek anti nyeri apa ya ini
Sudah kebal pak...hehehe
Good posting @albertjester
Makasih bos fajar... hana eh lom ehhh