Memahami Hakikat Taqwa

in #indonesia9 years ago (edited)

Dalam syairan kitab Ta’līm Al-Muta’allim, syairan diawali dengan ajakan untuk mencari ilmu karena dengan ilmu akan dapat membantu kita dalam berbagai masalah, berawal dari pemikiran ini maka beberapa nilai-nilai pendidikan akhlak yang dapat dipetik dari syairan kitab Ta’līm Al-Muta’allim. Yang tentunya kaitannya dengan pencarian ilmu di antaranya:

Bertakwa

Salah satu tujuan manusia hidup di dunia adalah untuk bertakwa kepada Allah SWT yaitu mentaati segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dalam kitab Ta’līm Al-Muta’allim, terutama dalam syairannya menganjurkan kepada kita sebagai pencari ilmu atau peserta didik untuk terus belajar ilmu hukum Allah SWT agar dapat berjalan sesuai jalur yang telah ditunjukkan dalam ajaran Islam, salah satu isi syair itu adalah:
تفقه فإن الفقه أفضل قائد * الى البر والتقوى واعدل قاصد
(Belajarlah ilmu fiqh karena sesungguhnya ilmu fiqh itu akan menunjukkan kebaikan hidup dan takwa, juga ilmu fiqh itu petunjuk yang paling lurus).
Lebih lanjut dapat penulis jabarkan kandungan dari isi syairan di atas bahwa untuk mencapai tingkat ketakwaan manusia dituntut untuk melaksanakan syari’at dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan Islam adalah pembentukan pribadi muslim yang isinya adalah pengamalan sepenuhnya ajaran Allah dan Rasul-Nya. Tetapi pribadi muslim itu tidak akan tercapai atau terbina kecuali dengan pengajaran dan pendidikan. Jadi, dengan pendidikan manusia dapat menjadi orang yang bertakwa (muttaqin) atau dengan kata lain nilai ketakwaan itu tidak dapat dicapai kecuali dengan pendidikan. Atas dasar itulah proses pendidikan Islam dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang antara lain adalah untuk menciptakan kepribadian yang beriman dan bertakwa, menanamkan insan yang bertakwa dan insan yang sempurna.
Selain itu juga untuk mendapatkan tingkat ketakwaan, maka manusia juga diperintahkan untuk menjaga shalat karena shalat adalah tiang agama yang dapat menyangga ketakwaan sebagaimana dalam syairan kitab Ta’līm Al-Muta’allim berikut:
كن للاوامر والنواهى حافظا * وعلى الصلاة مواظبا وموافظا
(Apakah kamu termasuk orang yang menta’ati segala perintah dan menjauhi segala larangan dan orang-orang yang memperhatikan shalat).
Karena fungsi dari shalat adalah menjaga perbuatan keji dan mungkar maka sudah sepatutnya kita menjaga shalat kita untuk menuju menjadi insan yang muttaqin, sebagai mana firman Allah:

Artinya: Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan dan munkar. (Al-‘Ankabūt [29]: 45)
Hal ini bisa di pahami karena sehari semalam minimal lima kali manusia menghadap tuhannya dan tujuan ini akan tercapai manakala seseorang benar-benar telah melaksanakan shalat dengan sebaik-baiknya. Untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, maka kita juga disuruh untuk shalat tahajud sebagai diterangkan dalam salah satu syairan:
علوم الكعب بالهممالعوالى * وعز المرء فى سهر اليالى
(Adanya derajat yang tinggi itu bisa diraih apabila kita cinta perkara yang luhur, begitu juga kemuliaan orang itu mau terjaga di malam hari).
من شاء أن يحتوى أماله جمالا * فليتخذ ليله فى دركها
(Barang siapa yang menginginkan dapat tercapai angan-angannya, maka terjaga di malam hari sebagai tunggangan untuk mencapai angan-angan itu).
أقلل طعامك كى تخطى به سهر * إن شئت يا صاحبى أن تبلغ الكمل
(Kurangi makanmu supaya dapat terjaga di malam hari itu semua apabila kamu menginginkan sampai pada kesempurnaan).
Petikan syairan di atas dalam pandangan penulis mengisyaratkan dengan shalat yang di lakukan secara rutin yang dikaitkan dalam penanaman nilai-nilai pendidikan Islam pada saat ini yaitu ibadah yang disertai ikhlas lagi khusyu’ dan tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon umum yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi, dan kanker tersebut. Berdasarkan hitungan teknis medis menunjukkan bahwa shalat tahajud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik. Jadi shalat tahajud selain bernilai ibadah juga sekaligus syarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi control kognisi (pemikiran). Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan planning yang efektif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress. Orang yang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi yang ada.

Sort:  

Manusia diciptakan oleh Allah semata mata untuk mengabdi sebagai hamba. sebagai hamba tentulah harus berbekal takwa yang didapat dari mempelajari ilmu dan fiqih menjadi penting untuk memahami bagaimana tata cara untuk bertaqwa.

artikel yang baik
salam kenal untuk mengikuti

Allah berfirman: وما خلقت الجن والانس الا ليعببدون
Allah tidak menjadikan jin dan manusia keculai untuk memperhambakan diri kepada Nya..

benar, sebagai hamba tentunya kita tunduk dan patuh

Taqwa adalah memperhambakan diri hanya kepada Allah dengan amar makruf nahi munkar

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.077
BTC 65814.47
ETH 1719.53
USDT 1.00
SBD 0.42