CONTOH DRAFT PROPOSAL SKRIPSI

in #indonesia9 years ago

DRAFT PROPOSAL SKRIPSI
ASPEK-ASPEK PENDIDIKAN ISLAM DAN APLIKASINYA
(Kajian Surat Al-Insan Ayat: 24-26)

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan upaya manusia yang diarahkan kepada manusia lain dengan harapan agar mereka ini, berkat pendidikan (pengajaran) itu kelak menjadi manusia yang shaleh yang berbuat sebagaimana seharusnya diperbuat dan menjauhi apa yang tidak patut dilakukannya.
Manusia yang baru lahir dari perut ibunya masih sangat lemah, tidak berdaya dan tidak mengetahui apa-apa. Untuk menjadi hamba Allah yang selalu menyembah-Nya dengan tulus dan menjadi khalifah-Nya di muka bumi ini, anak tersebut membutuhkan perawatan, bimbingan dan pengembangan segenap potensinya kepada tujuan yang benar. Ia harus dikembangkan segala potensinya ke arah yang positif melalui suatu upaya yang disebut dengan al-Tarbiyah, al-Ta’dib dan al-Ta’lim atau yang kita kenal dengan “pendidikan”.
Manusia sebagai makhluk yang membawa potensi dapat dididik dan mendidik. Dengan potensi tersebut manusia mampu menjadi khalifah di bumi, pendukung dan pengembang kebudayaan. Ia dilengkapi dengan fitrah Allah berupa keterampilan yang dapat berkembang sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk yang mulia.
Seiring dengan hal tersebut Allah SWT menerangkan dalam al-Qur’an melalui firman-Nya:

Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.(Q.S. al-Rum: 30)
Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.
Dalam ayat lain Allah berfirman dalam surat al-Nahl: 78 yang berbunyi:

Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.(Q.S. al-Nahl: 78)
Hal ini pun ditegaskan kembali oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
عن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: كل مولود يولد علي الفطرة حتي يعرب عنه لسانه فابواه يهودانه او ينصرانه او يمجسانه. (رواه مسلم) .

Artinya: Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hanya kedua orang tuanya yang menyahudikannya, menashranikannya atau memajusikannya.(H.R. Muslim)
Dari kedua ayat dan hadis di atas sangatlah jelas, bahwa fitrah manusia dapat tumbum dan berkembang dengan baik melalui pendidikan. Oleh karena itu pendidikan Islam bertugas membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan fitrah manusia tersebut sehingga terbentuk seorang yang berkeperibadian muslim.
Potensi dasar tersebut atau lebih dikenal dengan fitrah harus dipelihara dan berkembang dengan baik. Sebab tugas pendidikan adalah menjadikan potensi dasar itu lebih berdaya guna, berfungsi secara wajar dan bermanusiawi. Potensi fitrah yang diberikan Allah itu, menurut Abdullah Nashih Ulwan sebagai “fitrah tauhid” akidah iman kepada Allah dan atas kesucian yang tidak ternoda.
Menurut Prof. H.M. Arifin, M Ed, fitrah adalah suatu kemampuan dasar berkembang manusia yang dianugerahkan Allah kepadanya, yang di dalamnya terkandung berbagai komponen psikologis yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menyempurnakan bagi kehidupan manusia.
Seiring dengan lajunya pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peranan pendidikan akan semakin penting. Karena disamping kemajuan ilmu pengetahuan yang menuntut sumber daya manusia yang berkualitas (khalifah Allah di Bumi), juga pendidikan berperan sebagai pengarah dari lajunya perkembangan pengetahuan itu sendiri, sehingga hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak akan merusak nilai manusia itu sendiri.
Al-Qur’an sebagai tumpuan dasar hidup dan kehidupan manusia dan sekaligus sumber ajaran Islam memuat begitu segi kehidupan. Begitu banyak tercakup dalam ayat-ayatnya, baik yang tersirat maupun yang tersurat, dari prihidup kemanusiaan sampai menerobos ke berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Salah satu yang terpenting dalam ajaran Islam adalah pendidikan, yang merupakan faktor fundamental dalam kehidupan manusia telah menjadi salah satu bidang yang tercakup dalam kandungan ayat-ayat suci al-Qur’an dan bahkan menjadi topik yang utama. Sebab Rasulallah SAW sendiri diutus oleh Allah untuk mengajarkan dan mendidik manusia untuk dapat mengenal Allah dan Rasulnya.
Sebagaimana Fazlur Rahman pernah mengatakan dalam sebuah buku karangannya, al-Qur’an mengajarkan bahwa kemajuan beragama terjadi melalui proses belajar dan amat menekankan pada pentingnnya proses belajar.
Dalam al-Qur’an terdapat banyak ajaran yang prinsip-prinsip berkenaan dengan kegiatan atau usaha pendidikan itu. Sebagai contoh dapat dibaca kisah Lukman ayat 12 sampai dengan ayat 19. Cerita itu mengariskan prinsip-prinsip materi pendidikan yang terdiri dari maslah iman, akhlak, ibadat, sosial dan ilmu pengetahuan. Ayat lain menceritakan tujuan hidup dan tentang nilai suatu kegiatan dan amal shaleh, itu berarti bahwa kegiatan pendidikan harus mendukung tujuan hidup tersebut. Oleh karen itu, pendidikan Islam menggunakan al-Qura’an sebagai utama dalam merumuskan berbagai macam teori tentang pendidikan Islam. Dengan kata lain, pendidikan Islam harus berlandaskan ayat-ayat al-Qur’an yang penafsirannya dapat dilakukan berdasarkan ijtihad disesuaikan dengan perubahan dan pembaharuan.
Dengan memakai dasar al-Qur’an ini, maka pendidikan harus mengarah kepada terciptanya manusia yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat dalam rangka beribadah kepada Allah SWT sebagaimana yang telah Dia gariskan kembali dalam al-Qura’an:
                         •    . (القصص: 77)

Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(Q.S. al-Qashash: 77)
Untuk membina keperibadian yang sejalan dengan fitrah manusia sebagai ditunjukkan oleh al-Qura’an dan Sunnah, diperlukan proses pendidikan yang terarah dan bertujuan yaitu mengarahkan manusia kepada titik optimal kemampuannya. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah terbentuknya keperibadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan sosial serta hamba Allah yang mengabdikan dirinya kepada-Nya.
Berpijak dari uraian di atas, maka penulis mencoba untuk membahasnya dalam karya ilmiah yang berjudul “Aspek-aspek Pendidikan Islam Dan Aplikasinya” (Kajian Surat Al-Insan Ayat: 24-26)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini sebagai berikut:

  1. Aspek pendidikan apa saja yang terkandung dalam surat al-Insan ayat: 24-26.
  2. Bagaimana pandangan para mufassir tentang kandungan surat al-Insan ayat: 24-26.
  3. Bagaimana mengaplikasikan al-Qura’an surat al-Insan ayat: 24-26 dalam pendidikan Islam.

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Mencari data tentang pandangan ahli tafsir terhadap surat al-Insan ayat: 24-26, sehingga melalui data ini dapat diketahui aspek pendidikan apa saja yang terkandung dalam surat tersebut.
  2. Penulis ingin menjelaskan isi dari kandungan surat al-Insan ayat: 24-26 yang memuat beberapa aspek pendidikan Islam.
  3. Penulis ingin menjelaskan aplikasi pendidikan tersebut dalam bingkai pendidikan Islam.

D. Kegunaan Hasil Penelitan
Penulisan sebuah karya ilmiah dari sebuah penelitian menghasilkan dampak atau manfaat bagi pembaca. Salah satu kegunaan penelitian ini berdasarkan rumusan di atas, diharapkan penelitian ini mempunyai manfaat dalam rangka memperluas pengetahuan pendidikan dalam masyakarat. Manfaat penelitian memiliki 2 sifat yaitu teoritis dan praktis, yaitu sebagai berikut:

  1. Secara Teoritis
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kajian ilmu pengetahuan tentang aspek-aspek pendidikan Islam yang terkandung dalam surat al-Insan ayat: 24-26.
  2. Secara Praktis
    a. Agar dapat memberikan kontribusi pemikiran betapa pentingnya aspek sabar, shalat dan zikir dalam dunia pendidiakn Islam terutama guru sebagai pendidik.
    b. Agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat umum betapa pentingnya kesabaran, shalat serta zikir sebagai modal dasar dalam mengarungi bahtera kehidupan.
    c. Untuk memberikan sumbangsih pemikiran terhadap khazanah ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan pendidikan Islam.

E. Metode Penelitian
Metode merupakan suatu cara yang digunakan peneliti dalam rangka mencapai suatu tujuan. Maka metode itu da beberapa banyak cara. Maka pada bagian ini akan dijelaskan mengenai metode yang dilakukan dalam penelitian dan juga proses yang dilaui dalam penelitian tersebut. Proses pelaksanaan itu meliputi: jenis penelitian, pendekatan penelitian, sumber data dan metode analisis data. Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.

  1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
    Pelaksanaan penelitian dalam pendidikan sangat ditentukan oleh jenis penelitian dan pendekatan yang digunakan oleh penliti. Sebab hal tersebut akan menentukan langkah berikutnya yang lebih rinci seperti penentuan metode, pembuatan instrumen, pengumpulan data, pengolahan data yang sudah terkumpul, sampai pembuatan laporan penelitian.
    Penelitian dalam skripsi ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Sumber-sumber penelitian tidak terbatas pada buku-buku atau kitab saja, tetapi bisa berupa bahan-bahan dokumentasi, internet, majalah, jurnal, maupun surat kabar. Penekanan penelitian kepustakaan adalah ingin menemukan berbagai teori, dalil, hukum, pendapat, prinsip, gagasan dan lain-lain, yang bisa dipakai untuk analisis, dan memecahkan masalah yang sedang diteliti.
  2. Sumber Data
    Dalam hal ini peneliti menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Sebagai data primer penulis mengambil berbagai pendapat para ahli yang tertuang dalam kitab-kitab Tafsir yang bertkaitan dengan rumusan masalah penelitian ini. Kitab-kitab tersebut antara lain: Tafsir al-Mishbah, Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an, Tafsir Ibnu Kasir, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Azhar. Sedang untuk data sekunder penulis mengambil dari buku-buku, internet, majalah dan jurnal yang relevan dengan pembahasan skripsi ini.
  3. Teknik Pengumpulan Data
    Teknik pengumpulan data untuk mendapat semua data yang diperlukan dalam skripsi ini maka metode dokumentasi penulis gunakan dalam skripsi ini. Metode dokumentasi ini penting karena untuk memperoleh data-data melalui kitab-kitab, buku-buku, internet, majalah, dan literatur lainnya.
  4. Teknik Analisis Data
    Dalam menganalisis data yang telah terkumpul, penulis menggunakan metode tahlili, yaitu menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu serta menerangkan makna-makna yang tercaakup di dalamnya sesuai dengan keahlian dan kecenderungan mufassir yang menafsirkan ayat-ayat tersebut. Yang meliputi pengertian kosakata, konotasi kalimatnya, asbabun nuzul, serta kaitannya dengan ayat-ayat yang lain baik sebelum maupun sesudahnya (munasabah) serta pendapat yang disandarkan kepada Nabi maupun para sahabat dan ahli tafsir.
  5. Keabsahan Data
    Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang penulis gunakan yaitu:
  1. Derajat kepercayaaan (kredibilitas) yaitu kriteria untuk memenuhi nilai kebenaran dari data dan informasi yang dikumpulkan. Artinya, hasil penelitian harus dapat dipercaya oleh semua pembaca secara kritis dan dari responden sebagai informan.
  2. Keteralihan (transferabilitas) yaitu kriteria yang digunakan untuk memenuhi hasil penelitian yang dilakukan dalam konteks (setting) tertentu dapat ditransfer ke subyek lain yang memiliki tipologi yang sama
  3. Kebergantungan (dependabilitas) yaitu kriteria yang digunakan untuk menilai apakah proses penelitian kualitatif bermutu atau tidak, dengan mengecek: apakah si peneliti sudah cukup hati-hati, apakah membuat kesalahan dalam mengkonseptualisasikan rencana penelitiannya, pengumpulan data danpengintepretasiannya.
  4. Kepastian (konfirmabilitas) yaitu merupakan kriteria untuk menilai mutu tidaknya hasil penelitian. Jika dependabilitas digunakan untuk menilai kualitas dari proses yang ditempuh oleh peneliti, maka konfirmabilitas untuk menilai kualitas hasil penelitian, dengan tekanan pertanyaan apakah data dan informasi serta interpretasi dan lainnya didukung oleh materi yang ada dalam audit trail.
    Menurut Lexi J. Moleong, teknik pemeriksaan keabsahan data dengan konsep transferabilitas adalah teknik yang mengunakan cara uraian rinci. Teknik ini dituntut supaya melaporkan suatu penelitian sehingga uraiannya itu dilakukan seteliti dan secermat mungkin yang menggambarkan konteks tempat penelitian dilaksanakan.Jelas laporan itu harus mengacu pada fokus penelitian.
    Uraiannya harus mengungkapkan secara khusus sekali segala sesuatu yang dibutuhkan pembaca sehingga penemuan-penemuan yang diperoleh itu dapat dipahami. Penemuan itu sendiri tentunya bukan dari uraian rinci, melainkan penafsirannya yang dilakukan dalam bentuk uraian rinci dengan segala macam pertanggungjawaban berdasarkan data-data yang nyata. Masih menurut Lexi J. Moleong, uraian rinci berarti penafsiran yang dilakukan dalam bentuk uraian rinci dengan segala macam pertanggungjawaban berdasarkan data-data yang nyata dalam penelitian kualitatif.
  1. Jadwal Penelitian
    Penelitian skripsi ini direncanakan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai sejak 18 September 2013 sampai dengan bulan Desember 2013. Namun pada kenyataannya tergantung pada kesiapan dan kesehatan penulis.
    Tabel.I. Jadwal Penelitian
    No Tahapan Kegiatan Waktu Pelaksanaan
    Sept-13 Nov-13 Des-13
    1 Pengajuan Proposal 18 - -
    2 Tinjauan Awal Kepustakaan - - -
    3 Menyusun Metode Penelitian - - -
    4 Pelaksanaan Pengumpulan Data - - -
    5 Menganalisis Data - - -
    6 Penarikan Kesimpulan - - -

  2. Teknik Penulisan
    Dalam menyusun skripsi ini penulis berpedoman pada buku “Panduan Penulisan Karya Ilmiah” yang diterbikan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah Samalanga Kabupaten Bireuen tahun 2012.
    DAFTAR PUSTAKA
    Abdul Fattah Jalal, Azas-azas Pendidikan Islam, Bandung: Diponegoro, 1998,

Abdullah Nashih Ulwan, Pemeliharaan Jiwa Anak, Remaja: Rosdakarya, 1992,

Al-Suyuthi, Abdurrahman bin Abi Bakr, al-Jami’ al-Shaghir fi al-Hadits al-Basyir al-Nadhir, Kairo: Dar al-Khatib al-Arabi, t.t,

Depertemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: Toha Putra, 1989,

H.M Arifin, Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Bedasarkan Pendekatan Interdisipliner, Cet. IV, Jakarta: Bumi Askara, 1996,

Jufri, dkk, Panduan Penulisan Karya Ilmiah, Samalanga: Al-Aziziyah Press, 2011,

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. VI, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1995,

Lihat Purbayu Budi Santoso, “Paradigma Penelitian Kualitatif”, (online), (2000),http://images.purbayubs.multiply.multiplycontent.com, diakses 10 Oktober 2013,

Nashruddin Baidan, Metodologi Penafsiran Al-Qur’an, Cet. ke. 2, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000,

Syahidin, Pendidikan Qur’an Teori dan Aplikasi, Jakarta: Misaka Galiza, 1999,
Sutrisno hadi, Metode Risearch, Jld. I, Yogyakarta: Andi Offset, 2001,

Zakiyah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Askara, 1992,

Sort:  

terima kasih . membantu

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.088
BTC 59993.95
ETH 1578.05
USDT 1.00
SBD 0.42