RE: The Youngest Revolutionary Hero
Anda memanggil saya untuk datang ke postingan ini, dan membuat saya mengingat kembali tokoh yang di ceritakan.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat kembali jasa pahlawan mereka, dan tidak melupakan sejarah.
Bang @fajrularifst
Kita? Cukup menjaga kejujuran dan ketulusan, itu adalah benda yang sangat langka di bangsa yang besar ini.
Paling tidak kita bisa menjadi pahlawan untuk keluarga, bagaimana kita mendidik generasi yang akan memegang roda keberlanjutan pengelolaan birokrasi.
Dari 281 juta jiwa yang ada di Indonesia data BPS, hampir 60% memiliki kejujuran dan ketulusan. Saya mengambil persentase berdasarkan riset sederhana yang pernah di lakukan Civic Honesty Around the Globe. klik untuk membaca berita tersebut.
Namun kebanyakan dari orang jujur dan tulus tersebut hanya menerapkan dilingkup terkecil mereka yaitu keluarga (ini jauh lebih aman untuk diterapkan), artinya kejujuran dan keikhlasan sebenarnya bukan barang langka. Cuma penerapan-nya masih dalam lingkup yang kecil, sehingga sulit di contoh oleh generasi berikutnya karena terlalu jujur dan ikhlas dalam lingkup yang lebih luas, akan mengundang musuh duniawi.
Jadi apakah mereka yang jujur dan ikhlas harus bersuara dalam lingkup yang lebih luas, jawabannya adalah Ya. Sila pertama Pancasila adalah rujukan dalam menerapkan tindakan tersebut, masalah terbesar adalah Konsekuensi yang harus di hadapi. Bangsa kita memiliki orang yang secara tradisi cukup ampuh untuk menyingkirkan orang yang jujur dan ikhlas jika bersuara terlalu jauh, korban dan pelapor memiliki resiko yang sama bahkan jauh lebih beresiko dari pelaku. Sulit di mengerti dan ini berulang kali terjadi.
apa yang dapat kita lakukan?
Melakukan, mengajak, mengingatkan secara luas dan seluas-luasnya, untuk dapat mengamalkan dan menerapkan seluruh sila dalam Pancasila dalam konteks kenegaraan. Terutama sila pertama dan kedua yang berkaitan dengan ajakan anda sehingga saya masuk dalam pembahasan ini.
Lalu bagaimana cara kita dapat menjadi pahlawan muda di masa kini?
Tergantung apa yang anda Perjuangkan. Perjuangan dalam Lingkup terkecil atau Perjuangan dalam lingkup yang lebih besar.
Bila bicara tentang masa depan bangsa, maka tentunya poin yang disorot adalah tentang sistem pemerintahan, artinya objek yang kita nilai adalah tentang birokrat.
Bukankah sudah menjadi rahasia umum bahwa aturan bisa diubah seenaknya oleh penguasa?
Bagaimana pendapat Anda beberapa waktu yang lalu dengan munculnya gambar di bawah ini
Lalu, bagaimana dengan Korupsi?
Ini menurut saya, sekali lagi menurut pendapat saya.
Tidak bang @fajrularifst, masa depan bangsa bukan di tentukan oleh Pemerintah karena mereka dapat di gulingkan atas kebijakan mereka yang tidak sejalan dengan cita-cita bangsa.
Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa, suara mereka atas dasar kejujuran dibutuhkan. Apakah mereka cukup berani dan mampu melakukan itu untuk menekan aturan yang diubah tersebut, butuh perjuangan yang konsisten dan agresif karena hal ini berhubungan dengan penguasa, selalu ada benturan untuk terus menyuarakan kebenaran.
Ini bentuk Menyuarakan keresahan atas keadaan Pemerintahan yang dianggap lagi tidak baik-baik saja, apakah cukup untuk mengubah keadaan yang lagi tidak baik-baik saja tersebut?. Jawabannya, kecil dampaknya jika hanya berharap selesai dengan peringatan lewat gambar tersebut.
Korupsi! hal mengakar yang sulit untuk di hilangkan, jika tanpa aturan yang bukan saja membuat efek jera, tapi juga efek jauh lebih dari itu.