bebek angsa
Angsa putih adalah jenis angsa yang paling banyak dibudidayakan di rumah. Budidaya angsa putih sangat mudah sehingga banyak dipilih oleh para peternak. Angsa putih sendiri bisa dibudidayakan sebagai pedaging maupun petelur. Walaupun perawatannya sangat mudah, bahkan tidak memerlukan modal besar, akan tetapi angsa putih ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pembudidaya.
Angsa putih sendiri memiliki ukuran yang cukup besar, karena merupakan spesies angsa terbesar bersama dengan angsa hitam, angsa whooper serta angsa trompet. Memiliki ukuran panjang hingga 60 inchi dengan berat dapat mencapai 22,7 kg, sedangkan bentangan sayapnya bisa mencapai 3 meter.
Semakin lama, jumlah peternak angsa putih semakin berkurang. Sedangkan permintaan pasar masih cukup tinggi, sehingga budidaya angsa putih akan sangat menguntungkan. Angsa putih banyak dipilih karena memiliki daging yang lebih padat, telurnya lebih besar dan banyak.
Kandang adalah hal terpenting dalam budidaya angsa putih. Bentuk kandang angsa putih tidak seperti kandang ayam, melainkan dibuat seperti kandang umbaran dengan atap sebagai pelindung dari hujan serta terik matahari.
Angsa putih memiliki ukuran yang besar, akan rentan membuat angsa stres apabila ditempatkan di kandang yang terlalu sempit. Patokan ukurannya, tiap satu ekor angsa putih diberikan kandang dengan panjang dan lebar kira-kira 1 x 1 meter. Sehingga angsa masih memiliki ruang untuk bergerak dengan bebas.
Pembuatan kandang angsa sebenarnya tidak membutuhkan biaya mahal dan bahan yang high quality. Justru akan lebih disarankan untuk membuat kandang yang ramah lingkungan, yakni dengan menggunakan bambu. Akan lebih baik jika membuat dua jenis kandang, yaitu kandang untuk berteduh, dan satunya lagi adalah kandang umbaran agar angsa bisa bebas bergerak.
Pemilihan bibit unggul menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya angsa putih. Pemilihan bibit disesuaikan dengan tujuan budidaya, ingin budidaya untuk menghasilkan angsa pedaging atau petelur.
Apabila ingin budidaya untuk menghasilkan angsa pedaging, maka dibutuhkan keturunan dari bibit angsa yang gemuk. Sedangkan jika ingin menghasilkan angsa petelur, maka bibitnya harus dapat menghasilkan keturunan yang banyak.
Jenis angsa putih yang terbukti memiliki kualitas unggul adalah angsa putih impor, seperti Ambden, Pilgrim, Chinese, Toulouse serta African. Harganya memang lebih mahal, akan tetapi kualitas bibitnya juga unggulan. Namun tidak masalah jika memilih bibit lokal, tentunya harus dipilih dengan teliti agar dapat menghasilkan keturunan yang juga berkualitas.
Bibit jantan dan betina yang sudah didapatkan, kemudian dimasukkan ke dalam kandang yang sama. Umumnya angsa putih ini monogami, yaitu satu jantan mengawini satu betina. Namun di lapangan terutama dalam budidaya tradisional, justru lebih kerap ditemukan satu jantan yang bisa mengawini hingga 3 betina sekaligus. Biarkan indukan melakukan kawin dengan sendirinya, karena biasanya mereka akan lebih cepat birahi dan melakukan kawin secara mandiri tanpa bantuan peternak.