The Diary Game (13 Agustus 2020); Poet Campli (petik cabe)

in Steem SEA7 months ago (edited)

Hai Semua

IMG_20200813_131256.jpg
Prosesi Pot Campli

"Poet Campli" (petik cabe) adalah istilah dalam adat Aceh (kawasan Aceh Utara dan pecahannya) yang berarti memperkenalkan keluarga dekat kepada pasangan pengantin. Jika acara "Preh Linto Baro" (Penyambutan Mempelai Pria) maka yang diperkenalkan adalah keluar dari pihak "Dara Baro" (Mempelai Wanita) kepada "Linto Baro" (Mempelai Pria). Yang dikenalkan biasanya adik dan kakak dari Mempelai, adik dan kakak dari Mertua. Namun ada juga yang sampai memperkenalkan sepupu dari Mempelai dan sepupu dari Mertua.

Demikian sekilas mengenai salah satu adat/kebiasaan yang menjadi budaya masyarakat Aceh.

Adapun program kerja saya hari ini adalah menghadiri undangan keluarga (sepupu) di kawasan Gampong Pulo Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara, yaitu acara "Preh Linto Baro".

Seperti biasa pagi ba'da subuh saya sudah terbiasa dan terlatih membereskan segala sesuatu di rumah. Kali ini ada tambahan "job"menggantikan istri yang sedang istirahat total menunggu kelahiran buah hati yaitu mencuci pakaian. Walaupun yang mencuci adalah mesin cuci, namun saya berpikir bahwa saya layak jadi suami idaman wanita sendiri. Saat cucian baru bekerja 3 menit tiba-tiba PLN (Perusahaan Listrik Negara) memadamkan atau terpadamkan listrik. Pagi-pagi PLN sudah becanda, "memanglah perusahaan lilin negara" saya menggurutu sendiri dalam hati. Karena tidak bisa membantu pihak PLN untuk menormalkan kempali pasokan listrik, maka saya hanya membatu doa dan update status di WA (WhatsApp) "PLN jangan becandalah pagi-pagi". Tidak disangka ternyata status saya dibalas oleh ibu Nurlaila (bukan pegawai PLN), kami dari kemarin sore dicandain kata beliau. Saya balas "masalahnya saya sedang nyuci 😭 (emot menangis). Dengan santai beliau balas lagi "saya usaha loundry loh". Akhirnya saya tidak balas lagi. Ternyata cucian saya hanya pemanasan saja dibandingkan cucian beliau.

Selanjutnya saya mengajar daring (dalam jaringan) kepada siswa melalui grup Classroom dan WA. Selanjutnya mengerjakan tugas lainnya yang diluar program sambil menunggu pihak PLN yang baik hati berupaya menormalkan kembali.
Pasokan listrik yang akan saya bayar bulan depan. Saya membersihkan kebun pisang, menyapu halaman, tapi tidak membakar sampah karena masih basah. Selanjutnya saya mengantar sarapan pagi untuk anak di Dayah. Menu kali ini adalah nasi bungkus dadar dan nasi bungkus udang, total harga Rp. 12.000,- untuk 3 bungkus.

Tidak lama kemudian PLN pun selesai mengaktifkan kembali suplai listrik ke mesin cuci saya. Sekitar jam 9 pakaian telah selesai dijemur.

IMG_20200813_065807.jpg
Nasi bungkus Rp. 4.000,- per bungkus

Kegiatan selanjutnya adalah belanja keperluan dapur. Hari ini saya ke pasar Balee Canang seperti kemarin. Belanjaan hari ini saya memilih Udang Paname Rp 35.000,- dua tumpuk. Udang Paname ini saat terkenal di seputaran Dewantara karena rasanya yang manis dan hasil dari tambak sekitar Dewantara.

IMG_20200813_102441.jpg
Udang Paname

Selanjutnya untuk sayuran saya memilih kacang panjang dan tempe, total harga keduanya Rp. 3.000,-. Kacang panjang ini cocok untuk di taucho, dan tempe biasa disajikan dalam bentuk gorengan potongan kecil dan tipis. Ini sesuai dengan selera istri dan anak. Sedangkan selera saya tidak perlu dipertimbangkan karena saya hanya memiliki dua rasa dalam setiap makanan yaitu "enak" dan "enak sekali". Tidak heran saat mengendarai sepeda motor selalu kelihatan saya menggunakan dua helm sendiri. Polisi juga sangat segan untuk memeriksa saat terjadi razia, hal ini mungkin karena saya selalu menghindari razia.

IMG_20200813_102453.jpg
Kacang Panjang dan Tempe

Selanjutnya untuk memastikan istri selalu makan buah-buahan saya membeli satu kilogram rambutan seharga Rp. 10.000,-. Ternyata jumlah dan kualitas rambutan yang dijual per kilogram ini lebih menguntungkan saya, karena dapat memilih sendiri rambutan yang benar-benar merah, segar dan tidak busuk dibandingkan dengan membeli rambutan yang diikat dan dijual Rp. 10.000,- per ikatnya.

IMG_20200813_102503.jpg
Rambutan Kiloan

Seperti biasa walaupun Belajar Dari Rumah (BDR) tidak nyaman rasanya jika tidak mengunjungi sekolah walaupun hanya sekedar untuk say hello kepada guru yang piket hari ini. Tampak ruang kantor ramai siswa yang hadir untuk mengumpulkan tugas dan di ruang kelas juga terdapat beberapa siswa yang belajar terbatas dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Selanjutnya saya melayani beberapa pengurus OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) yang berkonsultasi untuk melaksanakan lomba secara "daring" (dalam jaringan).

IMG_20200813_112132.jpg
Siswa mengumpulkan tugas

Jam 12:05 WIB selesai kegiatan di sekolah, saya langsung On The Way memenuhi undangan di kawasan Gampong Pulo Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara. Sesampai disana banyak keluarga yang berkumpul membahas segala hal. Bahasannya tidak terlalu jauh dengan bahasan saya bersama kawan-kawan saat ngopi, yaitu seputaran hantu Covid-19.

IMG_20200813_131244.jpg
Acara Preh Linto Baro

Ba'da dhuhur saya langsung pulang. Hari ini saya tidak sempat mengantarkan makan siang untuk anak di Dayah, jadi sejak pagi saya sudah pesan ke istri untuk meminta bantuan ajudannya (PRT) untuk mengantarkan.

Sore hari ba'da Ashar saya sudah selesai beres-beres rumah dan langsung ke Krueng Geukueh Dewantara Kabupaten Aceh Utara untuk mencari cemilan malam untuk anak di Dayah. Kali ini saya membeli kentang goreng, dan pisang molen. Semoga anak memiliki warisan selera makan seperti saya yang hanya ada dua rasa (enak dan enak sekali). Tapi ternyata tidak diwarisi atau belum mewarisi.

Selesai membeli cemilan, saya menyempatkan untuk melihat-lihat TV yang dijual di Toko kawasan simpang IV Krueng Geukueh. Saya berpikir untuk membeli TV 24" untuk di kamar tidur supaya istri tidak terlalu bosan menanti kelahiran yang masih 3 bulan lagi menurut perhitungan normal dari Dokter Ahli Kandungan. Setelah saya konsultasi sama Om Google, saya direkomendasikan beberapa merk terbaik dengan beragam keunggulannya. Saya memilih urutan ke-5 yaitu TV Sharp Aquos 24" yang unggul fitur terlengkap, garansi 5 tahun dan harga urutan ke-2 termurah yaitu Rp. 1.200.000,-. Selanjutnya saya langsung menanyakan TV yang jenis ini kepada penjual. Ternyata masih tersisa dua unit lagi. Namun harganya tidak seindah ekspektasi. Setelah negosiasi yang alot akhirnya deal pada harga Rp. 1.350.000-. Saya berpikir memang sudah layak mereka mengambil sedikit keuntungan untuk membayar toko, listrik, air, karyawan, dan kebutuhan hidupnya. Walaupun tidak cukup dari keuntungan penjualan TV ke saya, mungkin setidaknya cukuplah untuk biaya paket data saat gardu telkom*** terbakar.

IMG_20200813_210444.jpg
TV Sharp Aquos 24"

Akhirnya istri jadi tampak lebih sumringah tiba-tiba sudah ada yang heboh di kamar (TV) selain suaminya sendiri.

Demikianlah cerita yang agak penting perjalan kisah saya hari ini. Nantikan perjalan esok hari yang sudah terprogram sangat sibuk. Semoga tidak bosan mengunjungi blog saya yang sederhana ini.

Terimakasih saya kepada @anroja, @ernaerningsih, @inwi, @steem-indonesia, @steemcurator08, @shortsegments, @steemcurator01 dan @nazarul yang terus menginspirasi. Semoga sehat selalu, aamiiin...

Sort:  
 7 months ago 

Saya melihat anda sangat sibuk hari ini dan luar biasa, salut untuk selalu memberi kejutan kado (tv) untuk istri yang sedang mengandung . Mantap bang @radjasalman

#onepercent
#indonesia

 7 months ago 

Hahahaha, multyguna untuk kenyamanan sendiri juga supaya mudah berbagi waktu di luar rumah

 7 months ago 

Bang na neu pakek discord??

 6 months ago 

Hana muphom, long posting biasa sagai 😁

Sungguh sangat menarik sekali adat istiadat yang ada dalam kehidupan masyarakat Aceh.. semoga sukses sobat @radjasalman..

 6 months ago 

Terimakasih 🙏

 6 months ago 

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

Salam @ernaerningsih

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

Sorry we missed the voting window on this post. An extra vote will be added to your next Diary Game post.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team