Pertahankan Jati Diri
Saat memasuki usia paruh baya, ada sebuah pemahaman hidup yang sangat luar biasa yang ingin saya bagikan kepada kalian semua.
Pertama, optimisme adalah bekal wajib. Orang yang pesimis dikalahkan oleh dirinya sendiri lebih dulu, sedangkan orang yang optimis, menaklukkan dirinya sendiri lebih dulu.
Selalu memiliki hati yang optimis dan hadapi pasang surut kehidupan dengan senyuman.
Sesulit apapun rintangannya, kamu pasti bisa menemukan sedikit rasa manis. Seberat apapun cobaannya, kamu pasti bisa menemukan sebuah kebahagiaan.
Tidak peduli apa yang terjadi, ingatlah untuk memberitahu dirimu sendiri bahwa semuanya akan berlalu, dan hal-hal baik akan datang dengan sendirinya.
Kedua, rasa syukur adalah kualitas yang tinggi.
Mengetahui rasa puas dan cukup, maka akan selalu merasa berkecukupan.
Coba pikirkan baik-baik, kita selalu saja mengejar tujuan berikutnya, ingin naik jabatan dan tambah gaji, pindah ke rumah yang lebih besar atau membeli mobil yang paling mewah.
Tetapi kita seringkali lupa menengok ke belakang dan menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini sudah sangat berharga.
Merasa cukup bukan berarti kita pasrah dan bermalas-malasan, melainkan belajar untuk berdamai dengan diri sendiri.
Menerima ketidaksempurnaan hidup dan menghargai kebahagiaan-kebahagiaan kecil disaat ini.
Ketika kita tidak lagi terobsesi menatap bulan di kejauhan, uang receh dibawah kaki kita pun akan terlihat bersinar.
Tiga, sikap bisa melepaskan adalah kualitas tertinggi.
Semakin kamu memedulikan sesuatu, semakin kamu akan tersiksa oleh hal tersebut.
Segala sesuatu bermula dari hati, jika kita bisa merelakannya, beban hidup akan terasa ringan.
Good people....
Jika ada orang meremehkan atau mengejekmu, jangan dimasukkan ke hati, karena itu bukanlah masalahmu, melainkan pemahaman mereka yang keliru tentang dirimu.
99% hal yang membuatmu pusing sebenarnya tidak dipedulikan oleh siapa pun. Sisa 1%-nya, biarkan waktu yang menyesaikannya untukmu.
Saat kamu tidak lagi takut kehilangan, sikapmu akan menjadi jauh lebih santai.
Sikap masa bodoh semacam ini bukanlah tanda menyerah, melainkan menyimpan energi kita untuk orang dan hal yang benar-benar berharga, dan membiarkan emosi kita disaring oleh waktu.
Jadi, dalam perjalanan menuju kedewasaan, tidak ada kehidupan yang sempurna, yang ada hanyalah pola pikir yang lebih baik.
Orang yang benar-benar hebat mengerti bagaimana cara untuk terus menyesuaikan diri.
Terakhir, saya ingin berpesan, jika hatimu cerah, maka tidak akan ada hari hujan dalam hidupmu.
Jika hatimu selalu bersyukur, maka dimana pun di dunia ini akan terasa sempurna.
Jika hatimu bisa melepaskan, maka tak akan ada masalah di dunia ini yang bisa mengusikmu.
Semoga kita semua bisa menjadi sosok yang tegar bak orang dewasa saat menghadapi badai kehidupan, dan bisa kembali ceria seperti anak-ank saat berada dibawah hangatnya sinar matahari.
Tetap pertahankan jati dirimu ditengah keraguan orang lain, hiduplah dengan bebas di tengah hiruk pikuk dunia, dan jadilah penopang yang kuat bagi kehidupanmu sendiri.
Salam kompak selalu.
By @midiagam