The Diary Game (August 20, 2020) - Day 20 : Ketika Cinta Ada PembatassteemCreated with Sketch.

in Steem SEA8 months ago (edited)

IMG_20200821_141529.jpg

Pagi ini dua kali dering alarm membangun saya, yang pertama saat pukul 05.00 pagi, tetapi dalam setengah sadar saya mematikan alarm tersebut. Kemudian tepat pukul 05.10 pagi alarm kembali berdering. Pada bunyi alarm yang kedua ini, baru saya menghilangkan semua jejak-jejak mimpi tadi malam untuk menyongsong pagi ini.

Kemudian saya segera meninggalkan tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya terlebih dahulu mencuci muka dan menyikat gigi. Kemudian saya berwudhu' dan menunaikan sholat Subuh. Dalam beberapa hari ini saya menunaikan sholat hanya di rumah untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain dan juga untuk menghindari orang lain risih dengan kehadiran saya (hal ini saya lakukan setelah ayah saya yang meninggal dinyatakan positif terinfeksi Covid-19).

Setelah selesai sholat subuh sekitar pukul 6 pagi, saya mengajak dua keponakan saya untuk berjalan kaki di waktu pagi mereka adalah Raihan yang paling tua berumur 8 tahun dan Zaki yang masih berusia 4 tahun, istri saya yang masih menjalani karantina mandiri tidak mungkin saya ajak. Mengajak kedua keponakan ini lebih banyak hiburannya dibandingkan keringat yang keluar. Sepanjang kami berjalan kaki, melihat tingkah mereka, jawaban spontanitas yang keluar dari mulut mereka saat saya bertanya dan kehebohannya membuat saya sangat terhibur.

IMG_20200821_142140.jpg
Keponakan saya dengan latar belakang persawahan dan rute yang kami lalui saat berjalan kaki pagi ini

Karena berjalan kaki bersama mereka, saya hanya menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer dengan durasi lebih dari satu jam. Apalagi saat tiba di jalan yang berbatasan dengan persawahan, mereka seperti tidak mau beranjak dari tempat itu. Mereka bersenang-senang di sana dan melompat-lompat kegirangan. Apalagi saat melihat dua ekor angsa putih di salah satu kebun di tepi persawahan, mereka berebut ingin mengganggunya dan seketika angsa tersebut balik mengejar mereka. Saya kewalahan menyelamatkan mereka dari gigitan angsa tersebut. Dan tiba di ujung jalan tersebut mereka tertawa mengingat momen di kejar oleh kedua angsa tersebut.

Dari ujung jalan tersebut, kami berjalan kaki lagi dan sampai tiba kembali di rumah. Saat tiba di rumah sekitar pukul 7.30 pagi, mereka menceritakan momen saat di kejar oleh angsa tersebut ke ibu mereka dan anggota keluarga kami lainnya, mereka menceritakannya dengan mimik lucu dan serius sehingga seisi rumah larut dalam tawa.

Sekitar pukul 8 pagi kami sarapan bersama dan mereka sesekali masih tersenyum geli dengan momen di kejar angsa. Sekitar pukul 9 pagi saya mengajak mereka berdua ke sungai "Krueng Meureudu" yang jaraknya hanya 5 menit dari rumah dengan menggunakan sepeda motor. Sungai yang airnya jernih dan banyak bebatuan kecil serta dangkal sangat cocok sebagai pemandian bagi anak-anak.

IMG_20200820_101914-01.jpeg
Saat mereka sedang asyik bermain di sungai "Krueng Meureudu"

Di sungai ini mereka asyik bermain air, Raihan yang sudah duduk di kelas dua Sekolah Dasar sudah bisa berenang sedang Zaki masih belum bebas bergerak di dalam air. Saya perlu menuntunnya untuk masuk ke sungai dan mengawasi mereka dari tepi sungai. Saya mengawasi mereka sambil membuka laman Steemit untuk membaca, memberikan voting dan mengomentari postingan steemian lainnya.

Sangat sulit mengajak pulang mereka saat masih asyik bermain di sungai, saya menghabiskan waktu hampir 3 jam di sini. Saat mereka sudah kedinginan, itu dapat di lihat dari bibirnya yang sudah membiru serta jari-jari tangannya yang sudah mengerut, baru mereka mau beranjak dari sungai saat saya mengajak pulang ke rumah.

Tiba di rumah, saya melirik jam di dinding sudah pukul 11.43 siang. Mereka berdua langsung saya bawa masuk ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya dengan air, kemudian menggantikan pakaian mereka. Setelah itu mereka menjadi sangat lapar karena kelelahan bermain dengan air di sungai. Dan mereka pun makan dengan sangat lahap. Karena sudah kekenyangan, akhirnya mereka tertidur.

Sekitar pukul 2 siang, saat anak-anak pada tidur semua, istri saya, ibu mertua dan adik ipar perempuan keluar dari kamar karantina untuk menghirup udara segar di luar rumah. Istri saya langsung menghampiri saya hanya sekedar ingin mengobrol dengan saya, tetapi kami harus menjaga jarak (physical distancing) dan menghindari kontak fisik. Hal ini kami lakukan sambil menunggu keluarnya hasil swab test dengan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Sekitar pukul 3 siang saya ke toko "Bina Saudara" untuk melunasi biaya pemesanan semen. Semen tersebut merupakan kebutuhan untuk membangun gedung sekolah di sekolah ibu mertua saya bekerja. Biasanya biaya ini ibu mertua saya sendiri yang melunasinya, tetapi karena beliau masih menjalani karantina mandiri, beliau meminta saya untuk melunasinya.

IMG_20200820_170510-01.jpeg
Toko "Bina Saudara" saat saya melunasi pembayaran pemesanan semen

Setelah melunasi biaya pemesanan semen di toko tersebut, saya pergi ke Kota Meureudu untuk membeli donat yang kemarin saya beli. Keponakan saya sangat menyukainya dan tadi meminta saya untuk membeli lagi donat tersebut. Tapi saat saya tiba di alun-alun Kota Meureudu tempat gerai donat tersebut, ternyata gerainya masih tertutup kain terpal. Itu tandanya gerai tersebut masih tutup. Menurut informasi dari gerai yang menjual "Mie Caluek" si samping gerai donat tersebut, hari ini mereka tidak buka gerainya karena ada famili mereka yang meninggal dunia.

Tidak ingin pulang ke rumah tanpa membawa apa-apa, saya berinisiatif masuk ke minimarket Indomaret yang terletak di jalan Iskandar Muda, Kota Meureudu untuk membeli pilus merek "Garuda" yang merupakan makanan kesukaan mereka. Saya membelinya 3 bungkus dengan harga perbungkus 6.500 (2 STEEM). Kemudian saya kembali ke rumah.

IMG_20200820_120043-01.jpeg
Saat di kasir minimarket "Indomaret" untuk melunasi pembelian pilus "Garuda"

Tiba di rumah sekitar pukul 16.20 sore, anak-anak sedang duduk di depan televisi sambil menonton film cartoon Ipin dan Upin yang sangat terkenal di Asia Tenggara. Film garapan sutradara asal Malaysia ini merupakan tontonan yang paling di gemari oleh anak-anak di Indonesia.

Saat saya menyapa mereka seraya memperlihatkan pilus "Garuda" yang saya bawa pulang, mereka kegirangan semuanya. Karena mereka berjumlah lima orang, saya harus membaginya agar tidak berebutan. Jadi saya ambil toples dan saya masukkan pilus ke dalam toples tersebut. Akhirnya mereka memakan bersama pilus tersebut tanpa berebutan.

IMG_20200820_121326-01.jpeg
Anak-anak di rumah sedang asyik menonton sambil makan pilus

Kemudian saya menunaikan sholat Ashar di rumah dan setelah itu membuka laman Steemit di smartphone saya untuk membaca beberapa postingan The Diary Game steemian lainnya. Sampai malam hari tiba, kegiatan saya hanya di rumah bermain bersama anak-anak dan sampai mereka tertidur. Sekitar pukul 10 malam saya kembali membuka laman Steemit di smartphone untuk kembali membaca beberapa postingan The Diary Game steemian lainnya sambil saya mengomentari postingan mereka. Tidak lupa juga melakukan voting baik dengan akun saya sendiri atau dengan akun @steemcurator08 yang merupakan milik tim Steemit yang pengelolaannya diserahkan kepada saya dan @ernaerningsih.

Info:

Saya dan tim mengadakan kontes fotografi dalam The Diary Game, anda dapat mengunjungi link berikut ini untuk info lebih detail tentang kontes.
https://steemit.com/hive-103393/@steem.sea/steem-sea-community-contest-part-2-photography-in-the-diary-game

Kami bergabung dalam tim Aceh-Indonesia yang terdiri dari saya sendiri sebagai leader, @muzack1, @ernaerningsih, @lord-geraldi dan @p3d1.


Ingin tahu tentang saya? Klik disini


Sort:  

Hari-hari yang sangat membahagiakan sekali apalagi kegiatan yang kita lakukan bersama anak-anak, meluangkan waktu untuk kebersamaan dengan mereka adalah waktu yang sangat indah, kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga kan sahabat @anroja, semoga semua nya dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Nya..

#onepercent
#indonesia

 8 months ago 

Anda benar, melihat tumbuh kembang mereka adalah kebahagiaan terbesar bagi kita

 8 months ago 

Berapa total yang Anda bayarkan untuk pesanan semen? Nilai Turki dalam berat semen 5 kilogram berkisar antara sekitar $ 1,5 hingga $ 2. :) Berapa harga sekantong semen di sana? #onepercent #turkey #tr

 8 months ago 

Di Indonesia harga semen rata-rata per sak $4 untuk 50 kg, saya memesan 10 sak, total $39.

Pandai sekali abang dalam mengambil hati anak-anak dengan membeli pilus garuda, saya salut trik abang @anroja dalam menghadapi anak-anak

#onepercent
#indonesia

 8 months ago 

Sebagai seorang ayah kita harus peka dengan makanan favorit mereka. Benar khan begitu bang @muzack1?

 8 months ago 

Share ke Twitter:

IMG_20200822_130610.jpg

 8 months ago (edited)

Kenapa ya hampir semua anak-anak suka bermain air?!. Anak-anak saya hampir tiap minggu minta pergi ke Waterboom, tapi tidak kami perbolehkan. Kolam di Waterboom tidak sebersih air sungai atau air laut. Kuman nya mungkin ribuan, hanya saja tak terlihat.

Saya salfok sama judulnya. Miris amat..

 8 months ago 

Iya, namanya anak-anak memang sangat suka dengan air.
Itu judulnya untuk menarik perhatian pengunjung untuk membacanya..hehehe

 8 months ago 

🤣🤣🤣🤣.... Agak2 romantis gimana gitu?!!!

 8 months ago 

Hahahaha, geli saya kalau di bilang romantis, karena sumpah lo kak aku ga romantis..😀

 8 months ago 

🤣🤣🤣🤣

Menghabiskan waktu dengan bermain bersama anak-anak sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya sendiri paling senang dengan anak-anak.

 8 months ago 

Iya, anda benar sekali. Lelah kita akan hilang saat mereka berada di samping kita

Congratulations, your post has been upvoted by @dsc-r2cornell, which is the curating account for @R2cornell's Discord Community.

Manually curated by @jasonmunapasee

r2cornell_curation_banner.png

As mualaikum abgku
Ceritanya menarik ya...wira jadi terkesan membacanya

#onepercent
#indonesia

 8 months ago 

Terima kasih @wira8788 karena anda menikmati tulisan saya

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team