Uji Daya Hambat Antifungi Pada Buah Semangka (Citrullus vulgaris, Schard) terhadap Pertumbuhan Candida albicans

in health •  14 days ago

semangka_20160721_065317.jpg
Manfaat buah-buahan untuk kesehatan dan menghilangkan penyakit tentu sangat beragam, manfaat buah-buahan dapat menghindari kita dari berbagai penyakit. Dengan mengkonsumsi buah-buahan maka kita akan mendapatkan gizi dan menjaga kesehatan kita, selain itu buah juga dapat meningkatkan energi dan kebutuhan vitamin pada tubuh manusia.
Salah satu buah yang sangat bermanfaat bagi kesehatan adalah semangka. Semangka merah (Citrullus vulgaris, Schard) adalah buah yang termasuk golongan ketimun berbentuk bundar atau oval yang memiliki diameter sekitar 200-600 mm. Kulitnya halus, mengkilap, dan hijau tua, hijau muda, atau hijau keabu-abuan dan sering kali memiliki garis vertikal yang berwarna gelap (Fang & Jun, 2002).
Semangka merah adalah buah yang mengandung banyak manfaat diantaranya dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah tekanan darah tinggi, memperkuat kerja jantung, mencegah penuaan dini, menurunkan demam dan mencegah sariawan (Paramitha, 2012). Semangka terdiri dari bagian kulit luar yang berwarna hijau, albedo (bagian dari kulit semangka yang berwarna putih) dan daging buah semangka yang berwarna merah atau kuning (Materipertanian.com).
Sholihah, dkk (2015) menyatakan terdapat antifungi yang tinggi pada ekstrak semangka merah (bagian albedo). Penelitian tersebut menggunakan konsentrasi 20% ekstrak dalam aquabides panas yang menghasilkan daya hambat 36,8 mm dengan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Menurut Jawetz, dkk (2007) antifungi adalah zat yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme jamur. Berdasarkan aktifitasnya zat antifungi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu, antifungi yang memiliki aktifitas membunuh (fungisida) dan antifungi yang memiliki aktifitas yang dapat menghambat pertumbuhan (fungistatik).
Salah satu jamur yang cukup dikenal dalam mikrobiologi adalah Candida albicans, jamur ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Candida albicans adalah suatu ragi lonjong bertunas yang menghasilkan pseudomiselium baik pada biakan, jaringan, maupun eksudat. Ragi ini adalah anggota flora normal pada selaput mukosa saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan genitalia wanita. Pada tempat-tempat ini Candida albicans menjadi dominan dan menyebabkan keadaan patologik.
Kadang-kadang Candida menyebabkan penyakit sistemik progresif pada penderita yang lemah atau sistem imunnya tertekan, terutama jika imunitas seseorang sedang menurun (Jawetz, dkk, 1996).

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!