GSB membuat hidup menjadi Benar Hidup

in #gsb4 years ago

Kau mengerti artinya tersesat dalam diri sendiri? Ya kita seperti tidak mengenal siapa diri kita, melakukan sesuatu yang bukan kita kehendaki, seperti “DIKEBIRI” yang kita lakukan hanyalah mengikuti sebuah aturan tanpa tau mengapa dan kenapa, tubuh ini hanya saja melakukan tanpa arti apa-apa, ya kita kehilangan jiwa, kehilangan siapa diri kita. Aku pernah merasakanya, kira kira 1 tahun lalu ketika almamater biru kebanggan banyak orang itu masih melekat ditubuhku, satu setengah tahun aku menjalani hidup tanpa rasa, tanpa jiwa, hanya menghabiskan waktu dan hidupku seperti itu, aku tersesat, dan memutuskan untuk menyudahi kesesatan yang nyata itu, tidak peduli apapun yang difikirkan orang-orang tidak peduli segala penyesalan yang menjadi bayang-banyang, hidupku haruslah menjadi hidupku, tubuhku haruslah menjadi tubuhku, dengan pemikiran yang sebenar-benarnya murni lahir dalam fikiranku, berhenti di Kebiri, sudah waktunya terbebas dari belenggu-belenggu yang kian menakuti.

Aku putuskan menggambil jalan yang benar menurutku, Yogyakarta menjadi pilihan hidupku, kampus Seni menjadi jalan yang aku telusuri, aku menemukan ambisi disini, ada keinginan untuk hidup dan menghidupkan diri juga pemikiranku disini, ada yang mendorong untuk terus menjadi seseorang di tempat ini, harapan. Aku menemukan harapan di kota ini. Bukankah itu satu satunya hal yang membuat manusia hidup sepenuhnya? Bukan sekedar menghabiskan hidupnya, ini benar benar Hidup, kehidupan yang sebenarnya.

Kau tau apa yang membuat ini terlihat seperti kehidupan? Aku menemukan GSB, aku menemukan sesuatu yang sangat luarbiasa untuku, ini seperti candu, aku benar benar tidak bisa untuk tidak mengikutinya, seberapa malam? Aku tak peduli. Inilah harapanku, inilah hidup yang membuatku benar benar hidup, pembebasan pemikiran, peruntuhan tembok tembok pembatas antara diriku dan dunia, biar sedikit kuceritakan apa itu GSB.

Kelas GSB (Gerakan Surah Buku) adalah tempat dimana pemuda-pemuda berkumpul untuk mendengarkan sebuah bacaan, lalu saling mendiskusikanya, bertukar pendapat, bertukar argument, dengan pisau-pisau analisis yang dimiliki masing-masing. Begitu mengesankan bukan? Aku banyak sekali mendapatkan ilmu dari hal ini, satu lagi yang paling penting, aku mendapatkan sebuah Harapan, Harapan untuk hidup selayaknya kehidupan.

Membaca adalah suatuhal yang sudah lama sebenarnya aku suka, tapi sebelum menemukan gsb bacaanku masih sebatas bacaan novel dan puisi dari penyair dan penulis ternama di Indonesia, tanpa mengerti pemikiran seperti apa yang mereka punya sehingga melahirkan karya satra yang sangat berharga, di gsb aku seperti dibukakan pintu menuju pemikiran dunia, memahami lebih dari sekedar seni dalam kata-kata, juga bagaimana cara bertutur baik ketika diskusi antar sesama.

GSB membuatku menemukan teman – teman baru dengan berbagai keunikan dimasing-masing orangnya, bahagia sekali, tak pernah merasa sendiri dikota ini, ada orang-orang yang memiliki hobbi membaca, berdiskusi dan melakukan hal bermanfaat sambil tertawa dan makan-makan bersama. Yang aku harapkan dikelas ini suatu saat nanti ada lebih banyak perempuan yang tak lagi takut pulang malam, untuk berdiskusi 24 jam dikelas GSB yang nyaman.

gsb.jpg

Sort:  

tulisan yang menarik, berangkat dari sisi empiris yang beraroma kritis serta mempunyai cita dan rasa yang kuat.

Terimakasih bg... Cita rasa peu bg? Kek timphan? 😂

boleh ugak asalkan jangan meutimphan aja