Rasya, "Marcelo" Yang Ingin Main Bersama Timnas

in football •  16 days ago


BOCAH Rasya amat lincah menyisir sisi kanan timnya. Dia tak membiarkan lawan menyentuh daerah pertahanan. Sebelum lawan masuk, Rasya dengan sigap dan siap menghadang.

Meski masih sembilan tahun, pemain Jong Aceh FA ini, sudah mulai menunjukkan minat dan bakatnya pada sepakbola. Bagi Rasya, lebih baik tak makan bakso, daripada hari-hari tanpa bola.

Tapi kini, kerja keras Rasya membuahkan hasil, saat dia membawa klubnya, yakni Jong Acehfootball Academy U-9 menjadi juara dua pada Liga Milo Regional Aceh 2018 yang berlangsung di Lhokseumawe pada 23-24 Desember lalu.

Bocah bernama lengkap Teuku Rasya Akbar ini baru tujuh bulan bergabung dengan Jong Aceh FA. Masuk sekolah sepakbola atau SSB pilihan tepat baginya, sebab hobi bisa terjalurkan.

"Kalau tidak, dinding rumah, lemari ruang tamu selalu jadi sasaran passing, dribel dan heading Rasya bersama adiknya Teuku Aska Assadiq (3)," ujar ayah Rasya, Dedie Mujubir (34) kepada ACEHFOOTBALL.

Karena minat tinggi itulah, sang ayah memberi kans kepada Rasya untuk menekuni sepakbola. "Sejak kecil memang sudah sering saya bawa ke lapangan bola," kata pria yang biasa dipanggil Jubir Jubir da Silva ini.

Bakat Rasya sepertinya juga "terpapar" dari tanah kelahiran. Sebab dia, lahir di Bireuen. Seperti kita tahu, Bireuen adalah gudang lahirnya talenta-talenta penuh bakat di Aceh.

Dari Bireuen juga, lahir Zulfiandi, Syakir Sulaiman, Syahrizal, TM Ikhsan yang pada masanya menjadi langganan tim nasional.

Bocah Rasya sendiri lahir pada 30 Maret 2009. Dia sulung dari tiga bersaudara yang lahir dari perkawinan Dedie Mujubir dengan Maryusa (32). Saat ini, dia sekolah di SD 54 Prada, Banda Aceh.

Selain mengagumi Real Madrid, dia juga mengidolai pemain asal Brazil Marcelo. Sulit dijelaskan kenapa terpikat dengan aksi Marcelo. "Saya suka gaya dia bermain, makanya saya senang aja," kata Rasya.


Teuku Rasya Akbar, pemain Jong Aceh FC | Arif Khairullah

Seperti diakui sang ayah, Rasya sejak umur tiga tahun sudah bermain-main dengan bola. "Biasa main bola berdua dengan adek di rumah. Saya suka meniru ayah main bola di lapangan," katanya.

Makanya, lanjut dia, begitu masuk Jong Aceh FC dia tambah semangat. Dia tak peduli meski awalnya hanya menjadi pemain cadangan. Tapi dia puas bisa tampil di turnamen.

Kepuasan itu juga diungkapkan pelatih kepala Jong Aceh FA, Teuku Adee. "Rasya tampil sangat baik digelaran Liga Milo Regional Aceh 2018. Bermain di sisi kanan pertahanan. Dia selalu tampil sebagai starting line-up dalam semua pertandingan."

"Dia tampil cukup menjanjikan, kontrol bola dan passingnya sangat baik untuk pemain seusia dia. Dilihat sekilas dari penampilan fisiknya Rasya terlihat kalem, tapi ternyata dia cukup ngotot dan tak segan berduel bila sudah di lapangan, bila terus konsisten berlatih saya yakin Rasya akan jadi pemain hebat nantinya."

Meski begitu, Coach Adee masih punya catatan saran untuk si "Marcelo" itu. "Perlu lebih sedikit komunikatif dengan rekan setim. Karena dari segi permainan tidak ada masalah, mungkin memang dasar dari pembawaannya yang pendiam, bila komunikasi bisa ditingkatkan saya rasa Rasya akan menjadi pemain tak tergantikan di dalam tim," tutupnya. [wsp]


Posted from my blog with SteemPress : http://www.acehfootball.net/rasya-marcelo-ingin-main-di-timnas/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!