Teroesir
Salam hangat untuk sahabat stemian semua...
Hari ini hujan begitu derasnya di tempat saya, bahkan saya hampir basah kuyup dalam perjalanan ke Bireuen untuk bisa menikmati secangkir kopi sebagai pencetus inspirasi. Berhubung hari ini hujan, maka tidak ada foto yang bisa saya sajikan sebagai mana postingan saya sehari-hari. Sambil menikmati secangkir kopi nalar saya menangkap sebuah ide dan saya akan mencoba menuangkan nya dalam postingan ini.
"TEROESIR", sebenarnya ini adalah sebuah judul yang dipakai oleh Zainuddin (pemeran pria) dalam cerita "TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK" sebuah cerita yang diangkat dari sebuah Novel karangan Buya Hamka yang sangat fenomenal. Zainuddin (Herjunot Ali) menggunakan judul tersebut dalam buku terbitan nya setelah dia gagal untuk menikah dengan Hayati (Pevita Pearce).
Dia menceritakan kepedihan yang dia rasakan karena dianggap sebagai tamu di negeri Bapaknya (Batipuh) Negri yang menjunjung tinggi adat sehingga dia tidak diterima dan tersisih di Negri Ibunya (Mengkasar). Dengan Buku yang Ia terbitkan tersebut Dia pun mulai dikenal sebagai seorang Penulis ternama di Pulau Jawa. Eiiits jangan terbawa kawan..😁😁 saya tidak sedang menguraikan Film Zainuddin disini, tapi hanya menjelaskan kenapa saya mengambil judul Teroesir tersebut.
Baiklah, sebenarnya kali ini saya ingin mengisahkan tentang Suku Rohingya yang dalam beberapa waktu yang lalu terdampar di Daerah kami Bireuen. Saya tertarik menggunakan judul ini karena menurut saya mereka sama-sama teroesir dari negri sendiri. Bahkan harus menyambung nyawa di negri orang.
Hanya dengan bermodalkan perahu yang terbuat dari kayu puluhan bahkan ratusan Suku Rohingya ini memutuskan untuk pergi meninggalkan tanah kelahirannya. Mereka pergi bukan kerana suka tapi mereka pergi untuk menyelamatkan nyawa. Entah siapa yang ataupun salah dalam krisis yang melanda mereka di Negri Burma yang jelas hari ini mereka telah Teroesir dari Negri sendiri. Negeri Burma yang konon di huni oleh seorang pegiat HAM yang terkenal Aung San Suu Kyi yang mendapatkan Nobel dari PBB tapi malah kejahatan terhadap kemanusiaan marajalela di Negri nya, sungguh sangat miris.
Suku Rohingya ini terkonsentrasi di wilayah Rakhine (dulu disebut Arakan) hidup terlunta lunta sejak puluhan tahun yang lalu. Sejak tahun 1942 mereka sudah mengalami beberapa upaya pengusiran, bahkan pembantaian besar-besaran pernah terjadi terhadap mereka yang dimotori oleh Pasukan Pro Inggris diperkirakan sekitar 100 ribu nyawa melayang desa-desa hancur dalam tragedi berdarah yang memilukan tersebut. Hingga abad ini kejadian memilukan tersebut terulang kaembali. Ratusan ribu harus mengungsi untuk menyelamatkan nyawa. Ada anak yang terpisah dari ibunya, suami kehilangan istrinya keluarga yang tercerai berai karna konflik yang sangat memilukan.
Sebagai sesama muslim kami warga Bireuen memiliki tanggung jawab moral terhadap pengungsi dari Myanmar ini, meskipun kami bukan Negri yang kaya raya tetapi mereka tidak boleh kelaparan. Sebisa mungkin kami akan terus membantu walaupun dengan menyumbang pakaian bekas dan makanan seadanya bahkan meminta sumbangan dari masyarakat se ikhlasnya untuk berbagi dengan saudara muslim ini.
Terlepas dari semua masalah yang terjadi di Negri mereka Myanmar, kita semua berharap semoga Suku Rohingya ini mendapatkan perhatian dari Dunia, khususnya PBB yang punya wewenang besar untuk menyelesaikan permasalahan ini sehingga mereka yang terosir dari negeri nya bisa kembali kesana dan hidup nyaman sebagaimana penduduk lainnya di dunia. Salut saya terhadap saudara @jubagarang yang terlibat langsung dalam upaya memberikan bantuan dan kepedulian terhadap pengungsi Rohingya ini. Anda melihat nya melalui link berikut https://steemit.com/humanity/@jubagarang/solidarity-pkh-bireuen-cares-rohingya-humanity-30982b5c96cda dan juga @abughaisan83 yang juga ikut terlibat langsung membantu para pengungsi Rohingya tersebut.
Sekian dulu pembahasan dari saya, semoga bermanfaat.
salam @tfq86








Saya pikir video teroesir tadi namun mantap juga ceritanya...
Saya tanpa anda maka tidak menjadi kita. :)
Semoga kita selalu bisa bersama
mantap brother...
bersama menuju sukses
salam @tfq86