Rafa Sang Juara

in #esteem2 years ago (edited)

image

Bocah kecil itu bernama Nyak Rafa Al-Asraf, putra pertama saya, murid kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Matang Mesjid, Kecamatan Peusangan, juga santri Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Ampoen Chiek Peusangan, Kabupaten Bireuen, yang dikelola oleh Remaja Mesjid (remes) Mesjid Besar Peusangan.

Ia lahir tujuh tahun lalu di Peusangan, dan besar berpindah-pindah antara Matang Cot Paseh, Teupin Mane dan Banda Aceh, mengikuti kesibukan saya dan istri yang sering pindah kerja. Sejak bayi sudah "mandiri" karena acapkali baik oleh orangtua saya dan mertua melarang kami membawa serta Rafa, karena mobilitas saya dan istri yang sangat padat. Menikah dengan modal bismillah dan sejumlah mahar, kami benar-benar memulai semuanya dari nol. Kekayaan saya waktu itu yang bisa dijual hanyalah sepeda motor produk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merek Zealsun yang kala itu bila dijual hanya seharga Rp 2,5 juta. Hanphone saya merk Nexian berprogram Java Skript berlayar sentuh tapi tak ramah internet. Selebihnya, kami hanya memiliki cinta.

Rafa baru benar-benar secara total diasuh oleh istri ketika mertua meninggal dunia dan kami harus menetap di Matang Cot Paseh, Peusangan, pun demikian, Rafa tetap jauh dari saya, karena saya harus mencari rezeki di Banda Aceh sebagai pekerja LSM.

Salah satu favorit Rafa adalah menonton cartoon Upin dan Ipin, yang diproduksi oleh Les Copaque Malaysia, serta cartoon Larva yang diputar di salah satu tv swasta yang berkantor di Jakarta, ibukota RI. Rafa juga menyukai siaran langsung sepakbola, tapi bila lebih dari lima menit dia akan bosan dan kemudian beralih pada robot-robotan.

Rafa adalah bocah yang serba penasaran. Di usia yang masih kencur ia sudah bertanya tentang Allah, berupa bentuk Allah, tempat tinggal dan hubungan antara pelangi dan Allah. Dia mudah bergaul dan cepat akrab dengan siapapun. Satu-satunya yang dia takuti adalah unggas ayam dan bebek. Pernah suatu hari dia pulang ke rumah dengan tangis yang meledak hanya karena kehabisan akal mengusir ayam yang menurutnya sangat banyak di jalan. Peristiwa itu terjadi ketika dia seorang diri pergi ke warung untuk membeli marcon cabe di Teupin Mane.

Pernah suatu kali Rafa dibawa serta oleh istri saya ke hotel mewah di Banda Aceh. Mereka menginap di sana karena istri saya ikut sebuah acara. Begitu saya tiba, dia langsung bercerita tentang berbagai teknologi yang digunakan oleh hotel. Dia terkagum-kagum dengan layanan sarapan pagi karena tumpukan sosis yang menurutnya sangat banyak di restoran hotel.

Dia juga bercerita tentang air pancuran yang sangat indah di dalam kamar mandi, kunci pintu berupa card sert keramahan petugas hotel. Ia juga bercerita tentang lift, yang menurutnya sangat keren.

Udah itu ajah.

Coin Marketplace

STEEM 0.16
TRX 0.03
JST 0.026
BTC 13692.55
ETH 402.90
USDT 1.00
SBD 1.00