Hukum Hammurabi # 5

in #esteem8 years ago (edited)

l1cbtp65iv.png

Sedangkan perjalanan prasasti-prasasti yang lain sampai dengan selamat ketujuan dan masyarakat disana dipaksa menaati dan menuruti peraturan-peraturan seperti yang tertulis diatas batu tersebut. Lalu, apakah yang terjadi didaerah-daerah dimana prasasti tersebut sampai kepada mereka. Untuk yang pertama mari kita lihat apa yang terjadi daerah dan masyarakat Etiopia setelah prasasti itu sampai disana.

Etiopia adalah sebuah dataran yang terdapat dibagian timur Benua Afrika, disana terdapat sebuah adat atau suatu kebiasaan dimana kebiasaan ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan kebiasaan ini terus diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi kegenerasi berikutnya. Kebiasaan tersebut adalah mengharuskan bagi para pembuat roti untuk selalu menyisihkan sepotong roti yang mereka buat untuk diberikan kepada orang-orang fakir dan miskin.

Dan roti pertama yang matang mereka letakan di balai jendela sehingga para orang-orang miskin sudah mengetahuinya bahwa roti tersebut diberikan untuk mereka dan ketika mereka lewat mereka lalu mengambilnya. Adat yang mulia ini merupakan salah satu peyebab terjadinya ketentraman dan kedamaian bagi orang-orang miskin. Lalu hukum mengubah dan menghapuskan kebiasaan ini.

Sesuai dengan peraturan nomor 764,” Barang siapa yang mengambil barang siapa pun yang tidak ia beli maka dianggap bersalah atas kejahatan pencurian dan akan kehilangan tangannya” Meskipun isi peraturan ini bertentangan dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat. Namun, seorang Gubernur yang memerintah pada kala itu bersikeras untuk menjalankan aturan tersebut sehingga hanya dalam satu hari saja empat puluh tangan orang miskin terputus setelah hukum itu diterima dan diberlakukan.

Dengan demikian maka berakhirlah tradisi memberikan roti bagi orang miskin, sehingga beribu orang-orang miskin tewas yang diikuti oleh kelurga mereka serta ternak mereka juga mengalami nasih yang sama seperti mereka. Di Etiopia juga terdapat sebuah adat bagi sebuah perkawinan massal, bagi semua pasangan yang telah memenuhi syarat mereka akan dikumpulkan pada suatu tempat untuk dinikahkan pada bulan purnama keempat setiap tahunnya.

Orang Etiopia merupakan orang yang sangat romatis, cinta sangatlah dipandang disana bahkan lebih dihormati dan disukai bila dibandingkan dengan olahraga bela diri sekalipun. Ritual perkawinan massal ini dimulai dengan seorang mempelai pria yang berlari menuju puncak bukit disana dia akan menunggu kedatangan mempelai wanitanya, lalu mereka bergandengan tangan menuju kepelaminan.

Pada upacara pertama setelah hukum itu datang dan berlaku, Gubernur yang memerintah di daerah tersebut datang dengan para pengawalnya, dan dia hanya berdiri disebuah lereng gunung dan menyaksikan para pemuda yang sedang berbunga-bunga hatinya serta sedang dilanda oleh perasaan yang penuh gundah gulana karena sedang melakukan penantian akan kedatangan pasangann mereka masing-masing untuk kemudian disatukan dalam cinta kasih melalui upacara tahunan tersebut.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.102
BTC 64119.87
ETH 1794.71
USDT 1.00
SBD 0.39