Banyak Membaca Agar Bisa Menulis (Nasihat yang Tak Asing Lagi)

in esteem •  5 months ago

image

Saya benar-benar merasakan sulit menemukan ide saat saya kurang membaca selama Ramadan. Saya kebingungan ingin menulis apa. Kebingungan ini saya anggap sebagai sebuah ide untuk membuat postingan di steemit. Ide itu bisa datang dari mana saja, bukan? Bahkan di kala kita kebingungan itu merupakan sebuah ide. Kita dapat menulis kebingungan kita.

Bagi steemian yang fokus menulis seyogianya banyak membaca demi melahirkan tulisan berkualitas. Akan timbul rasa bangga selama kita menulis isi pikiran kita sendiri daripada mengambil artikel orang lain dan kemudian mengubahnya. Sebagai steemian alangkah baiknya sama-sama menjadi panutan bagaimana membuat sebuah artikel bermakna kaya nilai.

Lagi-lagi, mengapa penting sekali membaca bagi penulis? Membaca berdampak terhadap penambahan wawasan kita. Kalau kita suka membaca tentang politik, maka kita akan ahli menulis tentangnya. Dan kalau kita membaca tulisan bertemakan lingkungan, kita akan paham berbagai persoalan lingkungan dan mampu memberikan solusi. Sedangkan kalau kita membaca tulisan tema beragam, kita dapat menulis tentang beragam isu.

image
Dampak membaca memperluas wawasan.

Ada sebagian pembaca lebih fokus pada tulisan-tulisan satu tema. Manfaatnya Anda akan mampu menguasai tema tersebut dengan baik dan menjadi ahli tentangnya. Selaras dengan beberapa anjuran steemian senior agar fokus menulis pada tema tertentu saja. Di sisi lain saya memiliki pandangan sendiri, yaitu menulis segala sesuatu yang kira-kira menarik dibaca dan bermanfaat. Fokus menulis satu tema di steemit mengesankan tulisan di blog steemit kita kaku.

Saat saya dulu bekerja di sebuah media online, salah satu senior saya meminta saya membaca minimal dua jam sehari. Saya dibebaskan membaca apa saja yang saya sukai. Untuk memperdalam ilmu jurnalistik, saya membaca Tempo, Kompas, dan berita-berita di media online skala nasional. Membaca tulisan di media tersebut memudahkan saya mengangkat isu terbaru untuk saya liput.

Semakin sering kita membaca semakin bertambah pula kosa kata yang dapat kita kuasai. Salah satu cara agar tulisan kita efektif dan tidak monoton adalah dengan menghindari pengulangan kosa kata yang sama. Pembaca dapat menilai seorang penulis banyak membaca atau tidak dilihat tulisannya itu.

image
Seorang ibu yang banyak membaca bisa menjadi pendongeng ulung untuk anak-anaknya demi menanamkan nilai kebaikan.

Menurut saya, sebuah tulisan yang kita tulis sebenarnya terinspirasi dari apa yang kita baca, lihat, rasakan, dan sebagainya. Letak keefektifan membaca lainnya yakni bagaimana menulis suatu ide mengalir dan tertata rapi. Seorang penulis boleh saja mengaplikasikan alur penulisan dengan mencontoh tulisa orang lain. Tentu saja hal itu tidak akan dianggap plagiat karena cuma meniru gayanya menulis.

Ketika kita menulis suatu tema, besar kemungkinan bahwa tema tersebut sudah dituliskan orang lain. Kalau kita banyak membaca maka memudahkan kita menemukan benang merah dari berbagai tulisan yang kita baca itu. Kita dapat merangkum bacaan kita menjadi sebuah tulisan solutif terhadap sebuah permasalahan, atau sebagai hiburan dan edukasi.

Terima kasih sudah mengunjungi blog saya. Silahkan tinggalkan komentar Anda bila berkenan!

Gambar: 1, 2, 3

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Saya sangat setuju. Saya pernah mengalami hal serupa juga. Ketika saya berhenti membaca (tidak sering lagi membaca), saya kehilangan ide, bahkan kosakata. Keren bahasannya.

Membacalah untuk memperoleh ide untuk menulis. Karya kita sendiri membuat kita bangga daripada mengambil artikel orang lain

·

Terima kasih Bang @akbarrafs sudah membacanya. Semoga bermanfaat. Hehehe.

Lanjutkan semangat dan tularkan kpd yg lain.

·

Baik, Bang @rezaacoi. Terima kasih banyak udah berkunjung.

Menjadi Plagiat di benci oleh robocop. Tapi dapat undangan ke Istana..

·

Hehehehe..

Sejatinya, membaca bukan sekadar membaca teks, tapi membaca yang melibatkan semua proses pancaindra. Furqan makin rapi aja menulisnya. Keren anak muda...

·

Terima kasih udah menambahkan informasinya Kak Ihan. Mohon selalu bimbingannya agar tulisan Furqan makin rapi. Hehehe.