Cerpen : Putih Abu-Abu Di Penjara Suci Part 04

in esteem •  2 months ago
Sejak kejadian itu aku jadi agak ngga suka sama teh fadilah. Aku menghindar sebisa mungkin agar tidak bertemu dengannya.

Tapi yah namanya juga satu lingkungan walau bagaimanapun pasti ketemu. Seperti sekarang. Selesai mengaji perkelas tadi mang suqi memanggilku. Dan seperti yang aku duga, pasti dia akan menanyakan kejadian sabtu tempo hari.

"Elisa, yang waktu itu siapa? Sepertinya bukan kakakmu, dia terlihat seumuran denganmu." Baru saja aku akan menjelaskan, "mang suqi ini buku yang amang minta." Teh fadilah masuk keruangan dan mendelik padaku. Sepertinya mereka akan mengobrol penting. Sesama mudaris dan mudarisah. Yah teh fadilah memang seorang mudarisah dan satu angkatan dengan mang suqi. Aku sedikit bersyukur karena dia datang, aku jadi punya alasan untuk tidak menjawab dan pergi. Tanpa sepatah katapun aku pergi, hanya menganggukan kepala tanda pamit pada mang suqi. Dan saat keluar, kulihat reina berdiri di dekat tangga utama. Mukanya terlihat khawatir. "Elisa, kamu ngga diapa-apain kan? Ngga digigitkan?." Sambil meraba-raba tanganku. "Isshhh rein apaan sih lebay banget! Udah yuk kita kekamar." Reina pasrah saja saat aku menggandeng tangannya menaiki tangga. Haruskah aku cerita mengenai putra itu? Nanti sajalah karena semua masih kabur. Masih abu-abu.

"Pagi umi!" Sebaris gigi yang rapi kutemukan saat parel tersenyum. Aku hanya tersenyum padanya. "Isshh umi nyuekin abi mulu, sebaaaal!" Parel bersungut-sungut menuju mejanya. Dalam hati aku tertawa-tawa. Kok ada ya orang seperti parel. Dia memang ramah pada setiap orang bukan hanya padaku. Dengar-dengar dia naksir pada kamila yang memang menarik. Itu juga sedikit sebab aku tidak terlalu meresponnya. Takutnya kamila salah faham. Padahal aku juga ngga tau kamilanya naksir parel juga atau ngga. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?
zgqjhwxib2.jpg
Source
Hari ini putra tidak masuk sekolah, dan putri seperti kekurangan ion. "Elisa,, putra ngga sekolah, duh padahal aku rindu banget sama senyumnya dia. Aaa elisa kira-kira putra kenapa?" Aku hanya mengangkat pundaku sebagai jawaban. "Mungkin dia sakit kali ya? Apa aku harus menjenguknya?" "Lebay banget sih put, aku lebih nyangka dia bolos deh." "Ishh elisa kamu jangan gitu putra itu kan,,, blaa ..bla.." sekuat tenaga putri belain putra. Aku jadi semakin tidak ingin bilang mengenai putra dan apa yang terjadi akhir-akhir ini.

"Elisaaaaa..reinaaaa.. sudah jam berapa ini masih tidur sajaa lihat yang lain sudah pada bangun, sudah piket, sudah mandi sudah.." rutinitas pagi ibu roisah. hooooooaaaaammmm! Aku masih ngantuk. Semalam aku begadang dengan reina makanya jadi susah bangun. Kesadaranku belum sepenuhnya pulih. Aku berjalan dengan mata merem. Braaaakkk! Aku menabrak orang. "Eh punten teh maaf yaa masih ngantuk!" Kesadaranku kembali seketika. Saat itu didepanku berdiri teh fadilah dan menatapku tajam. Dia mendengus kesal dan pergi. Yaaampuuuun masih pagi udah begini gimana hariku selanjutnya! Saat ku tengok kebelakang kulihat reina berdiri bengong. Mungkin reina juga kena tatapan itu. Kenapa hal yang ingin dihindari malah selalu mendekat?. Huuuft!

"Putra!putra!putraaa!!!. yeeeahhhh three poinnnnttttt" teriakan putri lebih keras daripada toa dipesantren. Aku menutup telingaku dengan kedua tangan. Karena bukan cuma putri saja yang teriak hampir semua perempuan teriak-teriak kecuali aku. Sekarang memang sedang jam olahraga, dan kebetulan materinya basket. Pa guru menyuruh untuk membuat kelompok dan bertanding. Tim putra melawan tim parel. Waktu permainan hampir habis, dan kulihat putra masih sangat minat bermain. Dia berhasil menembus penjagaan dari tim parel yang lumayan ketat. Aku pikir dia akan melakukan three point lagi, tapi tanpa terduga parel merebut bola, dan dengan mudah putra ambil kembali, lalu melakukan shoot tapi tidak masuk, dan rebound daaaan braakk! Priiiiiiiiitttt!! "Kyaaaaaaaa putraa kereeeen bangeeeetttt!!" Putra melakukan slam dunk! Bertepatan saat waktu berakhir. Aku sedikit melongo. Wah putra ternyata jago main basket ya? Tidak kusangka.

Kini giliran timku yang main. Aku satu tim dengan putri. Dan perlu diketahui putri jago dalam hal olahraga. Seperti sekarang, dia berhasil mencetak beberapa point, sedangkan aku? Aku hanya mendribble dan mengoper bola. Aku tidak bisa main basket hehe. Waktu tinggal sedikit lagi dan point timku dan tim lawan hanya beda tipis. Didetik-detik terakhir aku berhasil merebut bola, mendrible, arrghh sial dua orang dari tim lawan menghadangku, dan kulihat didekat putri kosong, bismillah semoga operanku kena. Hap! Untung saja putri berhasil menangkap, mendribble dan braaakk! Putri shoot three point. Priiiiiiiiiit!! Permainan berakhir.
Teeeeeeeetttt. Bel ganti pelajaran juga berbunyi.

Aku mengahampiri putri dan berhighfive dengannya. "Kereeeeen banget put, kamu memang sang penyelamat!!." Aku merangkul putri dan kami tertawa-tawa. "Haha kamu juga bagus tadi over bolanya pas!" "Aku sebenarnya takut, tapi untunglah bisa tepat sasaran." "Yaudah kita beli minum dulu yuk haus nih." "Ayuk, tapi aku ke kelas dulu ya mau ngambil uang." "Jangan lama-lama haus nih."
qgl48yswsa.jpg
Source
Aku berlari kedalam kelas, dan saat sampai di mejaku aku melihat sebotol lee mineral yang masih dingin. "Puuuuut aku ngga jadi belinyaaaaa, kamu kewarung sendiri gapapakan?" Aku berteriak agar putri bisa mendengar suaraku "Oh yaudah aku ke warung duluu yaaa!" Aku memutuskan untuk tidak membeli. Mubajir kan nih kalau ngga diminum. Eh tapi emang ini beneran buat aku? Dan saat ku teliti, ternyata di samping lee mineral itu ada secarik kertas berwarna biru,
Hai elisa!
Operan mu bagus! Tingkatkan!
"Puisi beng-beng"

Aku jadi tersenyum saat membaca ini. Ketiga kalinya dia memberikan sesuatu padaku. Ini pasti sipenulis puisi itu. Gluk!gluk!gluk! Aku minum banyak sekali. Habis haus banget. Hampir habis setengahnya. Astagfirullah! Gini amat aku. "Haus banget ya sa?" Tiba-tiba saja putra berdiri di depan sana dekat white board. Sejak kapan dia disana? Tadinya akan ku jawab, tapi anak-anak lain pada masuk dan aku memutuskan untuk pura-pura tidak mendengar saja. Putra kemudian duduk dibangkunya. Sebelum sesaat bertatapan denganku. Aish elisa ngapain sih? Jaga pandangan! Aku berpura-pura membaca buku. Padahal pikiranku melayang entah kemana.

Putri kemana sih kok lama banget. Risih nih si putra kayaknya ngeliatin aku terus. Kok jadi geer sih?
"Putri kewarungnya lama banget!" Aku pura-pura marah saat putri datang. "Hehe kangen ya? Itu tadi aku keasyikan ngobrol sama si ibu jadi lama deh. Biasalah cewek." "Kirain kamu diculik om om terus dikarungin terus.." "stop sa! kamu tuh kalau ngomong suka sembarangan nih rasain nih!" Awww sakiiiiiit! Aku membalas cubitan putri akhirnya kami cubit-cubitan dan tertawa. Aku merasa semakin akrab dengan putri. Tanpa kusadari apa yang akan terjadi dengan kedekatan ini. Aku hanya ingin terus begini. Aku nyaman dengan putri.

- Yulis El's
9istcnuwsm.png

Join eSteem Discord
https://discord.gg/wATqeNn

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Karangan yang sangat bagus Adoe @coretan.aksara salam sukses selalu untuk Adoe

·

Terimeng genaseh adun. Sukses untuk adun sllu.

Posted using Partiko Android

·

Saban saban Adoe @coretan.aksara semoga sehat sabe dalam Lindungan Nya

·
·

Amin ya Rabbal'alamin
Dro neh be menan syit adun lon.

Posted using Partiko Android

Realmente hermoso me encantan las especies marinas ,principalmente las tortugas ,saludos

Bereh that

Posted using Partiko Android

·

Terimeng genaseh adun.

Posted using Partiko Android

·
·

Sama - sama

Posted using Partiko Android