Berkenalan dengan Sentralisasi dan Desentralisasi

in #education2 years ago (edited)

Segala bentuk yang berkaitan dengan tatanan kehidupan manusia pada awal sejarahnya selalu dimulai dari sistem sentralisasi. Penerapan dari sistem ini dikarenakan adanya kemudahan dalam pengendalian, serta pengambilan keputusan yang hanya ditentukan oleh satu orang saja.
Pertama sekali, sistem sentralisasi ini dipakai oleh negara Yunani dengan merujuk pada tatanan kerajaan yang sering kita dengar dengan sistem feudalisme. Pada sistem sentral ini kekuasaan hanya dipusatkan pada satu orang, dialah yang memiliki seluruh akses pada sebuah negara. Misalnya seperti penetapan hukum dan sistem pajak yang berlaku.

c783rqz1gj.png

Dengan adanya perkembangan zaman dan perubahan-perubahan yang terjadi, sistem feudal ini pun terganti oleh sistem demokrasi, dan sistem demokrasi ini merupakan sistem desentralisasi yang pertama kali dan diterapkan di Yunani. Pada sistem desentralisasi, semua masyarakat memiliki hak memberikan pendapat mengenai kebijakan yang akan diambil.

Di dalam sebuah teknologi, sistem sentralisasi dipakai sebagai sistem penyimpan data yang terpusat pada satu server saja. Server merupakan gudangnya berbagai data dan informasi yang memberikan tugas untuk melayani para klien yang terhubung dengannya. Katakanlah dalam suatu jaringan perbankan misalnya, ketika kita memiliki fasilitas online pada suatu website untuk melakukan transaksi, sebagai klien hanya dibatasi dengan kemudahan melakukan beberapa transaksi saja, biasanya dalam hal pengiriman dan penerimaan uang.

c8rbxgu6do.png

Pada sistem sentralisasi bila kita ingin melakukan transaksi dengan orang lain, maka akan ada pihak ketiga yang mencatat seluruh transaksinya. Seluruh informasi tentang data seorang klien juga akan disimpan di dalam server tersebut. Bukan tidak mungkin data milik kita tadi dijual ke orang-orang yang tidak bertanggungjawab, seperti kepada pihak penjual jasa lainnya yang mengakibatkan kerahasiaan data seorang klien tadi terganggu. Kelemahan lainnya dari sistem sentralisasi ini adalah ketika tempat penyimpanan data tersebut diserang oleh orang yang tak bertanggung jawab, maka seluruh sistem yang berada di dalamnya bisa down.

k5atf28amy.jpg

Contoh lain adalah pada sosial media, sistem sentralisasi ini juga akan merugikan karena tidak adanya sistem reward dari segi finansial yang diberikan kepada pengguna, semua diatur oleh pemilik sosial media tersebut, yang mendapatkan keuntungan terbesar pun adalah pemilik sosial media, bukan pengguna nya. Bahkan bila pemilik sosial media tersebut menganggap adanya hal-hal yang tidak layak yang disebarkan oleh pengguna (kita), maka sosial media milik kita akan di banned secara sepihak.

Beda halnya dengan sistem Desentralisasi. Sistem ini merupakan suatu sistem tersebar. Jadi, semua pengguna di dalam sebuah jaringan memiliki hak dan kekuatan untuk mengatur seluruh kegiatan serta pencatatan yang terjadi di dalamnya. Pada sistem ini, setiap pengguna memiliki servernya masing-masing.

Dalam sistem desentralisasi ini, bila ada pihak yang ingin melakukan transaksi, maka mereka bisa langsung melakukan transaksi tersebut tanpa harus menggunakan pihak ketiga sebagai perantara transaksi. Jadi akan lebih cepat dan aman. Data yang tersimpan di dalam server tersebut juga tidak bisa diakses oleh orang lain, kecuali yang bersifat publik.

Dengan adanya sistem desentralisasi ini, semakin banyak server yang terdapat didalamnya maka semakin aman, karena penyimpanan data tersebut tersebar, jadi bila ada orang ingin menyerang data yang terdapat pada sistem desentralisasi, orang tersebut harus menyerang setidaknya setengah dari seluruh server yang ada. Bila ada 500 server yang terdapat pada suatu jaringan, maka seorang hacker harus merusak 250 server terlebih dahulu barulah dia bisa mengakses data yang terdapat di dalamnya.

9hxdozdehw.png

Sistem desentralisasi ini akhirnya dipakai pada teknologi blockchain. Yaitu sebuah teknologi penyimpanan data (openledger) yang memiliki sifat permanen ketika data yang tersimpan sudah melalui tahap validasi dan penyegelan. Lebih jelasnya nanti akan saya tulis pada postingan selanjutnya.

Photo by google and pixabay

Salam,
@fararizky

Sort:  

Mantab informasinya, Far. Clear dan kinclong!

Alhamdulillah... Semoga bermanfaat kak.

Assalamu'alaikum ,@fararizky. Sangat detil. Telah menjawab teka-teki dalam fikiran saya dalam dua pekan ini. Banyak postingan yang saya baca tentang decenternet, namun pagi ini baru mendapat pencerahan tentang decenternet tsb. Terimakasih, and izin reblog.

Waalaikumsalam.
Silahkan di resteem. Ini desentralisasi, bkn decenternet. Hehe.. Beda dia.. Kalau decenternet itu platform yang dibentuk di atas blockchain dengan sistem desentralisasi, decenternet menggunakan anuvys sebagai sistem operasi nya, dan osiris sebagai browsernya.

Sangat bermanfaat kak,,,
Mudah dipahami...
Izin resteem...

Boleh dek. Silahkan..

Aku tergoda dengan tulisan ini. Sebagian benar, maka sebagian pula yang kusepakati. Sebagian lain yang tak kusepakati akan kurespon dalam bentuk tulisan, biar kita semakin mesra membahas wacana tanpa membicarakan wacana kemesraan.

Aku yakin diskusi dengan cara berbalas tulisan bisa memberantas kemalasan menulisku.

Asiikk.. Ditunggu ya tulisannya

Helo @fararizky! Resteem ke 7723 follower ya.. (Seberkas kontribusi kami sebagai witness di komunitas Steemit berbahasa Indonesia.)

Yes, gak salah kalau kita sekarang lebih mengutamakan menggunakan sistem desentralisasi ya.

Iya.. Setuju

Mbak Fara, sedikit demi sedikit pengertian Blickchain yg didasari oleh desentralisasi mulai masuk juga ke pikiran. Makasih ya. Mau baca yg lain. Ini dlm perjalanan diajak ke Mall AEON sama cucu. Bermalming.

Coin Marketplace

STEEM 0.18
TRX 0.03
JST 0.025
BTC 18955.90
ETH 606.72
SBD 1.16