DENDAM

source
I. DENDAM MENJAUHKAN KITA DARI KEDAMAIAN HIDUP
Dalam suatu ember jika kta tuangkan air dan minyak, kedua benda cair itu akan terpisah meskipun dalam satu wadah. Sama seperti kedamaian dan dendam tidak akan bisa menyatu dalam hati kita. Dendam yang mengisi hati kita akan mengusir jauh kedamaian. Sebaliknya kedamain di hati akan menjaga hidup kita dari datangnya dendam.
Oleh karena itu sahabatku yang powerful, jagalah kedamaian hati dengan melibatkankan diri dalam aktivitas-aktivitas pelayanan bagi kebaikan, kebahagian dan kesejahteraan sesama di lingkungan kerja maupun masyarakat kemudian panjatkan syukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang telah kita nikmati dan atas setiap musibah dan bencana yang dihindarkan dari kehidupan kita.
Kedamaian batin penolak bagi datangnya dendam yang merusak hidup kita.
II. DENDAM MAMPU MENYULITKAN API KEBENCIAN.
Sadari sahabatku yang powerful, dendam yang telah berhasil bersemanyam dalam hati kita merupakan bahan bakar untuk menyulut api kebencian. Hati-hati dan Waspadalah. Sebab api kebencian itu akan membakar akal sehat kita dan menghanguskan kecerian hidup serta menghabiskan stok kedamaian batin kita.
Oleh karena itu sahabatku, padamlah segera sebelum membesar api kebencian di dada dengan air pemaafan. Maafkan orang yang telah membuat kita menderita, memang tidak mudah, namun akan lebih sulit lagi hidup kita jika kita harus membiarkan api dendam itu membesar dan menghanguskan masa depan kita tanpa sisa.
Sahabat ku, pilihan ada pada kita masing-masing. Semoga Allah SWT membimbing kita pada pilihan yang tepat yang mampu mencerahkan masa depan kita.
III. DENDAM MENDORONG KITA UNTUK MENGHALALKAN SEGALA CARA
Kuatnya pengaruh dendam mampu untuk memerintahkan kita untuk menggunakan segala cara bagi pelampiasannya. Ada kepuasan yang tinggi jika dendam terbalaskan. Tapi itu semua kepuasan yang semu, sebab pada hakikatnya setiap perbuatan akan berpulang kepada pelakunya, tanpa membalas dendam pun kepada orang yang telah membuat kita sengsara, nanti dia akan menerima balasannya dengan perbuatan yang setimpal dari orang lain atau dari siapapun itu semua sudah menjadi hukum alam.
Lalu bagaimana kita bersikap?
Pertama : Saat ada orang yang membuat kita sengsara dan menderita, evaluasilah perbuatan jahat, buruk, negatif apa yang telah kita lakukan di masa lalu sehingga hidup kita sengsara. Sebab tidak akan pernah datang kesengsaraan hidup jika Allah SWT tidak memperkenankannya, jika Allah memperkenankan itu artinya sebagai balasan atas perbuatan jahat kita di masa lalu. Temukan lalu bertobat lah, terima keburukan dengan lapang dada dan perbaiki kualitas hidup.
Kedua : Asahlah kepekaan untuk membaca pesan kebaikan dalam hidup kita karena Allah SWT tidak akan memberi kejadian yang buruk kecuali untuk memberi kebaikan hidup kita di masa depan. Kualitas respon kitalah yang menjadikan pesan kebaikan itu benar-benar terwujud.
Sahabatku yang pawerful, marilah kita mengevaluasi diri dan pekalah terhadap pesan kebaikan dari setiap kejadian.
source
Postingan yang bagus
Bersihkan hati sucikan jiwa, hidup kita tentram sepanjang masa