Mengenal Lebih Dekat Burung Poksai Sumatera

in burungocehan •  6 months ago

Berbicara tentang jenis burung Poksai mungkin banyak di antara para pembaca sekalian yang sudah mengenal ataupun sedang memeliharanya. Hal ini terasa wajar sebab jenis burung Poksai termasuk salah satu dari sederet burung ocehan yang mempunyai kicauan merdu dan bervariasi. Akan tetapi jenis burung Poksai yang umumnya dikenal orang-orang adalah jenis burung Poksai Genting. Padahal jenis burung Poksai yang hidup di hutan Indonesia terdiri dari enam jenis. Untuk itu pada tulisan ini coba mengenalkan salah satu di antaranya agar para pembaca dapat semakin mengetahuinya. Adapun nama burung Poksai tersebut adalah burung Poksai Sumatera.

Burung Poksai Sumatera merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya berada di Pulau Sumatera saja. Di habitat aslinya, keberadaan burung Poksai ini tersebar di area dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian antara 750 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Jenis hutan yang menjadi tempat tinggalnya biasanya hutan primer dan sekunder yang letaknya jauh dari pemukiman masyarakat. Tapi umumnya saat mencari makanan burung Poksai Sumatera lebih senang berada di area kanopi bawah dan tengah hutan.


Gambar: Burung Poksai Sumatera

Sewaktu beraktivitas biasanya burung Poksai Sumatera bergerak secara kelompok sambil mengeluarkan suara kicauannya. Jenis makanan yang rutin disantapnya tergolong beragam mulai dari kumbang, laba-laba, buah-buahan yang berukuran kecil, nektar bunga, dan bahkan reptil. Sarangnya tampak berbentuk mirip mangkuk yang tidak terlalu dalam atau dangkal dan dibuat menggunakan rumput kering, dedaunan bambu, dan mengambil serat tanaman kering yang ada di hutan. Masa berkembangbiaknya berlangsung sekitar bulan Februari sampai September dengan jumlah telur yang dierami indukkan dapat mencapai enam butir. Hanya saja, telur yang dierami indukkan burung Poksai Sumatera terkadang bercampur dengan jenis burung Kangkok yang sengaja meletakkan telurnya di sarang burung lain.

Ciri fisik burung yang bernama latin Garrulax bicolor ini memiliki ukuran yang lumayan besar dengan panjang mencapai 30 cm. Corak warna bulunya terdiri dari tiga jenis warna yakni putih, hitam,dan hitam kecokelatan. Warna putih tampak menutupi bagian kepala, tengkuk, leher, tenggorokan, dan dadanya. Warna hitam hanya terlihat di bagian depan kepala dan area depan dan belakang matanya berupa garis agak tebal. Lalu warna hitam kecokelatan menutupi area keseluruhan punggung, sayap, perut, tunggir, dan ekornya.

Di samping itu, paruh burung Poksai Sumatera berukuran sedang dan tampak agak tebal dengan warna kehitaman. Matanya yang bulat berukuran sedang dengan pupil berwarna hitam dan irisnya berwarna cokelat tua. Sayapnya juga berukuran lumayan panjang yang menyentuh pangkal ekornya. Ekornya juga berukuran agak panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang tampak lebar. Kakinya yang berwarna abu-abu kehitaman berukuran agak panjang dan tampak sedikit besar dengan cakar yang tajam.

Corak kicauan burung Poksai Sumatera terdengar cukup merdu dan nyaring dengan volume yang tidak terlalu tinggi. Kicauannya bertempo cukup rapat yang berupa getaran tidak terlalu panjang. Walaupun hanya berupa getaran tapi dibunyikan dengan irama yang naik-turun ditambah pada akhir kicauannya terdengar lebih nyaring. Selain itu, suara kicauannya juga lumayan ribut atau termasuk jenis burung yang rajin bersiul dengan durasi yang dapat mencapai hampir satu menit.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Poksai Sumatera yang mempunyai kicauan merdu dengan habitat hanya terbatas di wilayah Sumatera saja. Akan tetapi, burung Poksai Sumatera cukup sering diburu atau ditangkap untuk dijadikan burung peliharaan. Dampaknya tentu populasinya di alam liar terus mengalami penurunan tanpa ada upaya untuk menangkarkannya. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Poksai Sumatera maka ada baiknya tidak menangkap atau memeliharanya guna menjaga populasinya agar tidak semakin berkurang di hutan. Akan tetapi dapat menyimpan audio suaranya yang tersedia di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(satriadwisaputro@ymail.com)

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2013/04/24/tiga-jenis-poksay-lokal-tips-perawatan-dan-ragam-suaranya/
http://www.kutilang.or.id/2014/05/05/poksai-sumatera/

Sumber Gambar:
https ://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sumatran_Laughingthrush_RWD3.jpg

Pilih Kami Sebagai Witness Anda - setiap suara menentukan.

  • Akses halaman Witness Voting.
  • Scroll down sampai bawah.
  • Ketik "puncakbukit" di textbox berikut.
  • Klik tombol "VOTE".
  • Kami akan follow anda.. ;-)
  • My Witness Update

Lihat juga:

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!