Betterlife~The Diary Game Season 3 (Friday, 26/02/2021): Celebrating Birthday With 1.1 SBD Pizza

in #betterlife2 months ago (edited)

IMG_20210227_120659.jpg

Putera saya, Maher, merayakan ulang tahunnya yang ke-9 dengan pizza. (Dokumentasi pribadi)

Jum’at pagi, dalam kondisi lemah lunglai, saya paksakan tubuh bangkit dari tempat tidur untuk berwudhu sebelum melaksanakan salat subuh. Masih terasa oleh saya rasa nyeri pada otot punggung dan tungkai kaki akibat terserang demam sepulang dari berburu fotografi di Blang Weu Panjoe pada Rabu sore.

Ya, akhir-akhir ini cuaca memang sangat ekstrim. Suhu udara pada siang hari cukup bikin gerah, dan panasnya cuaca menyengat terasa sampai ke ubun-ubun. Barangkali sebab itulah, sepulang dari Blang Wue Panjoe, tiba-tiba badan saya terasa meriang hingga demam tinggi.

IMG_20210223_180923.jpg

Levy dan Tgk. Lik, tengah cang panah di TKP kami hunting fotografi. (Dokumentasi pribadi)

IMG_20210223_174748.jpg

Persawahan di Desa Blang Weu Panjoe, Lhokseumawe. (Dokumentasi pribadi)

Tapi seorang teman, yang hari itu ikut pergi berburu fotografi bersama saya, begitu tahu kondisi saya, langsung berseloroh bahwa saya sakit karena meurampout oleh Asoe lhok. “Makanya, besok-besok kalau bertamu ke rumah Asoe lhok (baca: bangsa jin penghuni setempat) jangan lupa ucap ‘Salam'aleykom’, biar tidak dirampout..khekhe,” katanya terkekeh melalui pesan telegram.

Sekitar pukul 7 pagi, beberapa menit sebelum Syamil dan Maher diantarkan ke sekolah oleh ummi mereka, tiba tiba terdengar ada yang menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”. Maher dan abangnya, Syamil, saling melempar pandang satu sama lain sambil cengar-cengir. Itu suara umminya anak-anak, dia menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” untuk Maher.

Hari Jum'at kemarin, 26 Februari, adalah hari di mana Maher genap berusia 9 tahun. Kami semua kompak memberi ucapan selamat ulang tahun dan mendoakan kebaikan untuk Maher. Baru kemudian mereka bertiga berangkat menuju ke sekolah masing-masing.

Pukul 9 pagi, kondisi tubuhku sudah sedikit membaik. Tapi kepala masih terasa hoyong dan nyeri otot masih terasa sampai ke tulang. Saya bergegas mandi dan bersiap-siap menjemput Maher di sekolahnya. Sebelum meninggalkan SDIT Bunaiyya, Saya bertanya ke Maher apa dia mau dibelikan kue ulang tahun, Black Forest atau kue Tart. Tapi dia tidak mau keduanya, dia hanya maunya dibelikan Paparon’s pizza. Sedangkan untuk kado ultah, dia mau dibelikan mainan karakter figur Gundam.

IMG_20210227_113336.jpg

Maher, di Gerai Paparon's Pizza Lhokseumawe. (Dokumentasi pribadi)

Tiba di Paparon’s, dia langsung pilih menu American’s Classic. Kami tidak makan di tempat alias take away, karena mengingat abang dan umminya masih di sekolah. Usai menerima bungkusan pizza, selanjutnya kami berdua singgah di toko mainan untuk mencari 'Sang Gundam'. Beberapa toko mainan yang kami singgahi, 'Sang Gundam' yang dicari tidak ada. Itu mengecewakan Maher, tapi saya mencoba menenangkannya, “kita masih bisa pesan secara online di Shopee, Adek tenang saja, Gundam akan tiba beberapa hari lagi di rumah.”

Usai meninggalkan toko mainan yang terakhir, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10.30, Syamil baru bisa dijemput sekitar 15 menit lagi. Saya mengajak Maher berkeliling waduk sembari menunggu jam pulang abangnya dari sekolah. Di waduk, kami berhenti sejenak. Cuaca saat itu cukup terik, saya iseng mengeluarkan ponsel dan mengarahkan kamera ke Kuala Krueng Cunda.

IMG_20210226_095948.jpg

Landscape Kuala Cunda, Lhokseumawe. (Dokumentasi pribadi)

IMG_20210226_100829.jpg

'Markas besar' burung-burung kuntul di Waduk Pusong, Lhokseumawe. (Dokumentasi pribadi)

Memang luar biasa produk ciptaan manusia yang bernama Smartphone, kameranya mampu menangkap foto bentang alam di hadapan saya lebih baik dari aslinya. 15 menit berlalu, kami meninggalkan waduk untuk menjemput Syamil di sekolahnya, dan seterusnya pulang.

Tiba di rumah, rupanya umminya anak-anak saya sudah lebih duluan tiba. Itu adalah waktu yang tepat untuk merayakan ulang tahun Maher dengan pizza. Umminya yang pertama kali menyuapkan potongan pizza untuk Maher, kemudian disusul oleh abangnya. Wajah Maher tampak berseri-seri, dia senang bukan buatan. Raut di wajahnya menunjukkan perasaan gegap gempita, ulang tahunnya yang ke-9 masih bisa dirayakan, walau hanya dengan pizza seharga 1.1 SBD.[]

IMG_20210227_120907.jpg

Maher, sedang disuapi pizza oleh umminya. (Dokumentasi pribadi)

IMG_20210227_120810.jpg

Abang Syamil ikut menyuapi adeknya yang tengah merayakan ulang tahun dengan potongan pizza. (Dokumentasi pribadi)

CameraXiaomi Poco X3 NFC
LocationLhokseumawe City, Aceh, Indonesia
--

Lhokseumawe, 27 Februari 2021

@akukamaruzzaman

Sort:  

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Anroja

Coin Marketplace

STEEM 1.22
TRX 0.14
JST 0.139
BTC 59128.09
ETH 3883.28
BNB 646.42
SBD 7.64