TEROESIR

in #art9 years ago (edited)

image

Dalam dunia sastra Hamka lebih dikenal dengan dua novel besarnya; Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Padahal selain dua karya tersebut Hamka juga memiliki beberapa karya sastra lainnya seperti Angkatan Baru, Merantau Ke Deli dan Terusir. Karya yang disebut terakhir merupakan sebuah novel berlatar Indonesia tahun 1930-an saat kepulauan nusantara masih dalam genggaman panjajah Belanda.

Mendengar kata “terusir” pembaca yang sudah mengkhatamkan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (TKVDW) baik melalui novel maupun yang sudah diadaptasi menjadi sebuah film tentu ingat akan sebuah karya yang dikarang oleh tokoh Zainuddin dalam kisah tersebut yang menceritakan kisah pilu cintanya dengan Hayati, sosok kebanggaannya. Tetapi dalam tulisan ini, terusir yang dimaksud bukanlah karya Zainuddin dalam novel TKVDW tersebut melainkan murni karya Hamka yang tidak ada sangkut-pautnya dengan Zainuddin.

Novel terusir mengisahkan tentang sebuah keluarga yang berbeda status sosial sehingga harus berakhir dengan perceraian. Perceraian antara Azhar dan Mariah terjadi karena timbulnya fitnah dan kesalahpahaman. Ada pihak yang tidak senang dengan keberadaan Mariah dalam keluarga ini karena ia bukan berasal dari kaum terpandang. Padahal ketika Azhar meminang Mariah dari ayahnya dahulu telah ditegaskan bahwa mereka bukanlah golongan berada lagi terpandang.

Di tengah malam jula Azhar mengusir istrinya karena kedapatan bersama seorang lelaki yang tidak dikenal didalam kamarnya. Belum sempat menjelaskan Mariah sudah disuruh angkat kaki dari rumah itu. Sejak saat itu Mariah harus berpisah dengan Sofyan, anaknya yang masih kecil. Kini Mariah hidup sebatang kara, tak ada tempat mengadu, orangtuanya sudah lama meninggal, ia berkeluyuran di kampung orang, pekerjaan tidak punya, sanak saudara tidak ada, tempat tinggal apalagi, sempat ia singgah di rumah Pakcik, teman ayahnya semasa muda. Namun, tak bertahan lama ia juga diusir karena dituduh mencuri emas.

apalagi yang harus dilakukan seorang perempuan dalam keadaan seperti ini. Sempat terpikir olehnya untuk memasuki dunia haram demi kelangsungan hidupnya, tapi niat tersebut diurungkannya. Sepeninggalnya rumah Pakcik ia mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di rumah orang belanda. Hanya beberapa tahun ia bekerja disana karena tuan pemilik rumah harus kembali kampung asalnya. Lalu ia dinikahi oleh teman kerjanya di rumah tersebut, tapi kepedihan lagi-lagi menimpanya, semua hartanya dirampas, emas perhiasannya digadaikan oleh suami kedua tersebut untuk berfoya-foya.

Hal yang paling ditakuti pun tiba, tak terelakkan, semua dilakukan untuk menyambung hidup demi sesuap pagi dan sesuap petang. Mariah terjerumus dalam dunia malam. Perbuatan keji ini terpaksa dilakukan karena tak seorangpun sudi membantunya kecuali menjual kecantikannya. Disela-sela pekerjaan barunya, terkadang Neng Sitti—begitu panggilan barunya—teringat akan Sofyan, anaknya yang sudah bertahun-tahun berpisah, rindu memeluk dan mencium keningnya tapi jarak memisahkan keduanya.

Belakangan diketahui Sofyan sudah menjadi orang terpandang dalam masyarakat, ia sudah lulus sarjana hukum dan menjadi pengacara. Dalam waktu dekat juga akan mempersunting Emi, seorang gadis Bandung sebagai istrinya. Emi memiliki paras yang amat cantik. Maka tidak heran jika banyak lelaki yang tertarik padanya. Ia menjadi incaran banyak lelaki, Wirja salah satunya.

Wirja pernah datang untuk melamar Emi tapi ditolaknya karena ia memiliki tabiat buruk. Disisi lain kedekatan dengan Sofyan membuatnya semakin nyaman. Tak pelak hal inilah yang membuat Wirja cemburu, iri bahkan dendam. Hubungan Emi dan Sofyan menjadi pupuk bagi dendam Wirja sehingga ia membulatkan tekadnya untuk mencelakakan Sofyan agar hubungannya dengan Emi kandas. Berbagai rencana busuk diupayakannya untuk memuluskan niat jahat tersebut.

Pernah ia mengirim seorang wanita suruhan untuk menimbulkan fitnah terhadap Sofyan. Dihasutnya Emi dengan surat kaleng bahwa tunangannya telah selingkuh dengan teman kerja sekantor tapi cara ini gagal total karena ketahuan bau busuknya. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Neng Sitti, yang merupakan ibu kandung sofyan yang telah terjerumus dalam dunia malam. Diceritakannya rencana busuk tersebut kepada Neng Sitti tanpa diketahui bahwa ia adalah ibu kandung Sofyan.

Tidak ada seorang ibu yang rela anaknya dicelakakan. Ditahanlah rencana busuk tersebut oleh Neng Sitti seraya menjelaskan bahwa Sofyan adalah anaknya. Rupanya hal ini menjadi kabar baik bagi Wirja untuk mempermalukan Sofyan. Hendak disiarkan kepada masyarakat bahwa Sofyan adalah anak seorang yang hina, anak seorang pelacur yang menjual harga dirinya untuk melayani pelanggan.

Mariah selaku ibu tidak mungkin membiarkan hal ini terjadi. Ia melarang Wirja tetapi tak digubrisnya. Tidak ada pilihan lain, maka terpaksa Mariah menikam Wirja dengan belati yang memang disimpan di pinggangnya demi menjaga martabat anaknya, seketika Wirja tewas di tempat

Kelak atas kasus kriminal ini Sofyan dipercaya sebagai pengacara yang membantu meringankan hukuman Neng Sitti tanpa diketahui bahwa ia adalah ibu kandungnya karena selama ini Azhar mengatakan bahwa ibunya telah meninggal. Ketika hari sidang Azhar hadir bersama seorang sahabatnya atas undangan Sofyan sekaligus pertemuan dengan keluarga Emi. Ketika mengetahui bahwa yang dibela adalah Mariah, Azhar sempat tercengang dan berpesan agar sofyan membela kliennya tersebut dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya.

Sofyan telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam pembelaan sehingga hakim meminta waktu sejenak untuk berembuk mengahsilkan keputusan. Disela-sela waktu jeda tersebut Sofyan beserta rombongan Azhar menemui kliennya. Saat itulah Mariah memohon permintaan agar sudi kiranya Sofyan dicium keningnya dalam pelukan, setelah harapan tersebut terpenuhi Mariah meninggal dunia di tempat persidangan, sayangnya Sofyan tidak mengetahui bahwa Mariah itu ibu kandungnya sendiri.

Selang beberapa bulan hakim memutuskan bahwa Mariah terbebas dari hukuman. Kini hidup Azhar kembali seperti biasa bersama keluarga barunya. Suatu hari ia mendapat surat kawat dari sahabat ayahnya, Abdul Halim. Sofyan terbang ke Medan untuk menjenguk ayahnya yang sedang sakit. Merasa bahwa usianya tidak lama lagi Azhar mengungkapkan rahasia yang selama ini disembunyikan dari anaknya tersebut.

Sambil memohon maaf ia berterus terang bahwa wanita tua yang dibela Sofyan di pengadilan tempo hari adalah ibu kandungnya yang diusir Azhar pada malam jula dahulu. Pecahlah keharuan dalam ruangan tersebut. Setelah menyampaikan rahasia itu kepada Sofyan dengan penuh penyesalan, Azhar menutup mata untuk selama-lamanya.

Novel ini cocok untuk dibaca oleh pasangan muda-mudi yang akan melangsungkan akad pernikahan. Didalamnya terdapat banyak nasehat dan petuah tentang dinamika kehidupan dalam bahtera rumah tangga. Selain itu, seperti biasa, Hamka tidak ketinggalan menyisipkan falsafah-falsafah kehidupan yang cukup bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Sort:  

Pantang pisang berbuah dua kali, pantang bujang makan sisa, heheh

ija puteh sampoh darah
ija mirah ta lap gaki

[cucoraja] thanks! have a nice day!

you're welcome

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.102
BTC 65754.07
ETH 1924.19
USDT 1.00
SBD 0.38