Dayah Tradisional Aceh
Hawa sejuk sangat terasa ketika berada di pesantren itu. Sebatang pohon besar berdiri di pertengahan balai-balai pengajian Dayah Darul Hijrah Sagoe Blang. Dayah yang terletak di Jalan Sagoe Blang, Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya itu telah memiliki ribuan alumni yang tersebar di berbagai penjuru negeri.
“Alumni dari dayah ini sudah tersebar ke berbagai tempat, ada di Aceh, luar Aceh bahkan ada juga di luar negeri,” kata Pimpinan Dayah Darul Hijrah Sagoe Blang, Tgk H M Isa bin Musa kepada saya beberapa waktu lalu.
Dikatakan dia, Dayah Darul Hijrah saat ini memiliki 240 santri tetap yang masih menimba ilmu agama, namun dari sejumlah santri-santri itu tidak semuanya mondok. “Ratusan santri yang menimba ilmu di sini ada dari tingkatan SD, SMP, SMA dan Mahasiswa,” ujar dia.
Untuk tingkatan mahasiswa, lanjut Tgk M Isa, dalam seminggu hanya tiga malam pengajian dilaksanakan yakni, malam Selasa, Rabu dan Jumat. Dan sedangkan untuk para santri lainnya itu setiap malam digelar pengajian.
Sejarah dayah
Dayah Darul Hijrah Sago Blang baru terbentuk sejak 1995 silam. Pembentukan pesantren itu karena tingginya minat masyarakat di gampong tersebut untuk menuntut ilmu agama.
“Awal pembukaan pesantren, hanya belasan santri yang belajar di dayah ini,” kenang Tgk Muhammad Isa.
Dalam perjalanannya, dayah darul hijrah ini semakin banyak diminati oleh masyarakat sekitar, sehingga dalam rentan waktu tidak terlalu lama, ratusan santri mulai dari yang usia muda dan tua sudah menimba ilmu.
“Karena saat itu, belum ada guru yang senior mengajar pengajian di pesantren ini. Saya meminta bantu Abon Teupinraya (Tgk Mukhtar, red) dan Abu Ghuraf untuk mengajar di sini. Dan, Alhamdulillah mereka bersedia, ” jelas waled sapaan untuk pimpinan Darul Hijrah.
Saat itu, kenang dia, setiap 15 hari sekali Abon Mukhtar dan Abu Ghuraf selalu dijemput untuk memberikan pengajian di pesantren darul hijrah
tempat belajar agama islam yang luar biasa
Semoga tetap terjaga dengan baik