Cerita Menjadi Mahasiswa Baru

in aceh •  4 months ago

Suatu hari pada sebuah papan informasi sekolah, ada satu pengumuman yang sangat penting bagi semua anak-anak SMA Negeri 1 keumala saat itu. Tidak sedikit diantara mereka bersorak senang setelah melihat pengumuman tersebut, beberapa teman kami menangis melihat pengumuman itu, dan 3 diantara kami pingsan setelah melihat pengumunan tersebut,

IMG_1053.JPG

Itu adalah pengumuman kelulusan yang mana semua siswa dan orang tua tunggu setelah perjalan selama tiga tahun menempuh ilmu di bangku sekolah yang mereka sebutkan dimasa putih Abu-abu itu. Dengan kegembiraan yang tak terhingga akupun bergegas pulang menuju rumah, seraya hati senang menceritakan pada orang tua bahwa aku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan,
ibuku memberikan ku senyuman, sementara ayahku agak sedikit sok cuek, padahal hatinya sangat lembut. “layaknya bagaikan tampang Preman padahal jiwanya dangdut” mendengarkan cerita kelulusanku seolah-olah itu hal yang biasa. Ayah” panggilku. Aku lulus. Ayahku jawab. Ooo ya. Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Ke esokan harinya aku dipanggil sama ayahku.
Munawar panggilnya. Aku jawab ya Ayah” naik ke atas dulu katanya.
Aku langsung menuju ke atas dan sangat berkeinginan untuk mendengarkan apa yang akan dikatakannya padaku, karna aku sudah lulus di Sekolah.
Ayahku nanyak.
Ayah : Kamu mau kemana setelah selesai studimu ini?
Kemudian aku jawab.
Aku : Nawar akan masuk perguruan tinggi.
Lalu ayahku berkata, bukankah Ayah dengar kamu mau ikut tes masuk POLISI.
Lalu aku berpikir. Ini pasti bisikan Saudara-saudaraku pada Ayahku. Karna sebelum aku lulus ada beberapa tawaran untuk masuk menjadi polisi?
Kemudian aku jawab pertanyaan ayah.
Aku : Ayah, Ini hal yang bertolak belakang denganku, Aku tidak Suka Jadi Polisi Ayah!
Kemudian ibu mendukungku. Sambil menjawab
Ibuku : Iya. “Dengan alasannya sendiri ibuku menjawab” iya mamak juga tidak suka kamu jadi polisi”
“Alhamdulillah” dalam hati ku ucap.
Ayah : Lalu kamu mau kemana setelah ini?
Aku : Aku akan kuliah ayah.
Ayah : Dia menjawab BOLEH. Beliau memberikanku kebebasan untuk memilih jurusan dan tidak diatur olehnya.
Saat itu aku mulai menggali informasi di media cetak dan media elektrik untuk mencari tau bahwa jurusan apa yang sering dan banyak di butuhkan oleh perusahaan atu instansi di Indonesia ini. Setelah ku amati dengan sangat teliti dan menganalisa dengan sangat cermat. Ternyata jurusan AKUNTANSI KEUANGAN yang sangat banyak dibutuhkan. Kemudian aku mulai mengobservasi tentang bebarapa pola pikirku mengenai jurusan ini supaya setelah selesai kuliah aku tidak jadi penggagguran. Sebab hal ini yang sangat memalukan jika terjadi dan bahkan akan menjadi Aib bagi keluarga dikarenakan akan jadi buah bibir dan belum lagi jadi contoh yang tidak baik bagi orang lain. Sering kita dengar Untuk apa kuliah kalau tidak dapat pekerjaan, inilah orientasi orang-orang dikampung. Untuk itu maka aku harus pandai memilih jurusan yang tepat. Selang bebarapa hari bu Ida mengirimkan surat kerumahku melalui petugas sekolah isinya undangan dari Universitas Syiah Kuala untuk iut tes kesana. Ibuku menyuruhku untuk mendaftarkannya. Besoknya aku langsung menuju ke banda Aceh untuk ikut tes. Disana aku memilih Dua jurusan yaitu Manajemen dan Akuntansi. Setelah selesai ikut tes akupun pulang ke Sigli,
Sesampainnya ku dirumah belum ku istirahat tiba-tiba “tit,tit.tit tit” Hpku bunyi. Kubuka tasku ternyata kawan SMA ku telpon. Assalamualaikum katanya..... Walamkum Salam kawan jawabku.... Ada apa Eva?
Eva : udah daftar kuliah?
Aku : Sudah di Unsyiah. Kamu?
Eva : Belum, Rencana Besok.
Aku : dimana Eva?
Eva : Unigha Sigli. Emang kamu ambil jurusan apa di unsyiah?
Aku : Akuntansi dan manajemen, aku sih inginnya Akuntansi!
Eva : lho, dulunya kamu jurusan IPA. Gak nyambung tu. Itu untuk ana IPS cocok nawar, Ada dasarnya..
Aku : Meskipun tidak nyambung. Aku sudah menganalisanya dan aku sudah memutuskan untuk mengambil jurusan Akuntansi.
Eva : kenapa kamu tidak mendaftarkan satu lagi di Unigha sigli, disini juga ada jurusan akuntansi itu. Karna kalau kamu tidak lulus di sana nanti ada kemungkinan lewat disini.
Aku : ??????????? “terpikir”. Iya juga ya.
Eva : kok diam Nawar. Iya ni kayaknya benar apa yang kamu katakan tadi. Emang kapan kamu mendaftarakan sebagai calon mahasiswa disana eva?
Eva : rencana Besok.
Aku : aku juga mau kesena besoklah. Kita jumpa disana aja besok ya eva.
Eva : ok. Assalamualaikum.
Aku : walaikum salam warah matullah.
Sesampainya di jabal ghafur sana, aku berhenti sejenak tepat didepan gedung yang mereka sebutkan Lapan Sagoe itu. Aku mulai memandang kiri kanan. pikirankan mulai Ragu melihat akan keadaan kampus yang kotor, jorok, bangunannya tidak menjamin kenyamanan bagi mahasiswa menurut pikiranku. Tiba-tiba segerombolan cewek datang dan bertanya.
Cewek2 : Bang gedung tempat ambil formulir pendaftaran dimana ya?
Aku : Maaf, saya tidak tau jawab ku. Itu ada orang rame disedut jendela itu. Cuma kesana.
Cewek2 : iya, kayaknya itu, makasih bang iya. Kami kesana dulu.
Aku : iya.
Aku masih tetap berdiri disitu. Tanpa bergerak selangkahpun. Pada saat cewek-cewek itu melangkah. Aku mulai memperhatikan dandanan mereka dan gayanya mereka. Pikiranku Mulai kacau memikirkan keadaan sekitar, “Aduuuuuhh” cewek di Unigha datang ke kampus kok kayak orang pulang dari kampus ya. Make upnya Amburadur, Belum Lagi pakaiannya, Jelbab Kuning, baju Biru, Celana Merah. Kalau kita lihat dari jauh Seperti pelangi di Awan Mendung. Udah gitu pakaiannya kotor-kotor lagi..
IMG_1790.JPG
( Episode 01 ) BERSAMBUNG

jangan lupa kunjungi situs ini:

https://cekyanmunawardigata.blogspot.com/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!