Aceh, Sepuisi Birahi

in aceh •  5 months ago


Jika malam telah menyempit dan rada puitis, pulanglah pada dini hari dan menukik pada ketiaknya. Tanpa jeda dan kecup sayang, dan tak perlu musyawarah atas ranjang, engkau masih mampu untuk mengawetkan perasaan walau mengada-ada.

Kata menjadi tak penting manakala engkau sudah mampu mengarang-ngarang cerita tentang pembual yang kena pancung. Renggangkan kakimu manakala kekasihmu mengeluh sakit pinggang. Atau habiskan sebatang rokok menunggu birahi memuncak kembali.

Katakan padanya bahwa engkau tak pernah sekali pun mencoba untuk membayangkan sebuah percintaan harus pupus setelah segalanya dinikmati. Birahi hanyalah soal sepele dan tidak pernah dibicarakan sembarang tempat demi menjaga kesakrakalan.

Mungkin, jika suatu hari kau rindu mengulangi, ciptakan sajak bernuansa dini hari yang jika dibaca kaum politisi, akan konak sendiri dan lupa dana aspirasi. Sebab sajak, seperti haram masuk ranah politik. Padahal, penyairnya banyak yang jadi timses. Itu pun sembunyi-sembunyi.

Nanggro Aneh darussalam

Politik dan syahwat seksual sungguh memberi asupan energi demi kerja-kerja legislasi. Apalagi akhir tahun. Makanya, berpolitik dalam keadaan miskin seks, tak akan beres.

Bercumbu di kantor saat sidang paripurna dengan kertas-kertas dan opini fraksi, bikin kepala pusing. Gaji staf, pergub anggaran, demo mahasiswa dan tuduhan begal beasiswa, adalah rutinitas tekanan yang butuh disalurkan. Kantor dewan perwakilan rakyat bukan tempat yang baik buat obat pusing. Keluar kota pada akhir pekan, adalah penawar. Siapkan istri simpanan. Atau, sewa barang sebentar. Lupakan Aceh yang lagi berantakan dan rakyatnya yang lagi mabuk. Toh, dari dulu juga rakyat sendirian.

Banda Aceh yang kering dan berangin, akan terus begini hingga kelak. Saat bendera partai makin banyak. Krueng Aceh tetap mengirimkan desah warga hingga ke muara. Muntahannya di gampong Jawa makin keruh dan ikan-ikan menjauh.

Seorang politisi, yang telah berdandan rapi pakai minyak wangi siap ngantor. Menunggu sopir memanaskan mobil, ia teguk kopi buatan istri.

"Ma, kopinya pahit."

"Yang manis-manis tidak ada lagi di rumah. Papa bisa dapatin di luar kota" sahut istrinya.

Sopir memanggil. Rumah lengang. Kopi, puisi dan istri ditinggal pergi. Aceh tetap berbirahi.

Huh!


Posted from my blog with SteemPress : http://marxause.kanotbu.com/index.php/2018/07/04/aceh-sepuisi-birahi/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

dalem kali kayaknya ni puisi.

·

Hahaass😂😂😂😂

·
·

cukop brat ipoh puisinya bang?

·
·
·

Hahaaaaa...

lgak bg broe. pugoet lah puisi dalam b aceh saboh

·

Insyaallah,bang. Akan tapeuget hikayat Gulam boh raja