Thesis Penuh Cinta
Rerumputan, binatang dan segala isi bumi kuta glee basah dengan siramam rahmat dari sang penguasa jagat raya. Sepasang burung gereja terlihat kedinginan, keduanya menelungkupkan sayap didepan dada. Langit semakin gelap melintasi roda waktu.
Seorang pemuda di temani segelas teh hangat dan makanan ringan masih menari-narikan jemarinya di keyboard laptop keluaran tahun 2002. Sesekali touchpadnya macet. Ia sedang menyelesaikan beberapa makalah yang akan dipresentasikan dalam bulan ini. Beberapa buku tersusun rapi diatas meja mahasiswa tersebut. Dua buku karangan Dr. Zulkarnaini Zein "the gold method to learn about theology dan the bright way" masih terbuka lembarannya.
Deringan alarm menghentikan jemari pemuda tersebut. Catatan kecil di alarm ponselnya menyatakan ia harus menjemput Budi teman seperjuangannya. Namun Budi sudah menjadi adik kelasnya sekarang. Ia masih nyangkut di skripsi. Namun aku salut terhadapnya, aku yakin, ia bukan tidak mampu menyelesaikan tugas akhir tersebut. Tapi waktu dan faktor ekonomi yang membuatnya harus sedikit bersahabat dengan tugas akhir.
Hujan sudah reda, sang surya tersenyum kembali melihat seisi bumi. Jam menunjukkan 04.00 sore.
"Lama sekali kau Gus,
Kemana aja ?
Udah lewat lima belas menit nih, waktu bermain bolaku terpotong" kata Budi
"Santai Bud,
Macet, ada mobil truk yang terbalik. Seperdua jalan tertutup. Dan pengemudi beserta kernet selamat"
Budi menaiki sepeda motor butut Agus. Keduanya bercengkerama diatas sepmor. Mereka tak ubahnya dua adik beradik yang terlalu lama tidak berjumpa.
"Bagaimana skripsimu bud?
Dah kelar?"
"Gampang itu bos, untuk sekarang aku harus fokus kerja dulu. Minggu ini aku butuh satu setengah juta rupiah untuk menyetor iuran semester genap si lia adikku. Doni juga minta sepatu baru, katanya sepatu yang dipakai tidak ada lagi alasnya" Curhat budi
Aku hanya bisa mengangguk-angguk. Keheningan sesaat pun tercipta. Pesan ibu dalam bentuk pesan singkat yang dikirim minggu lalu teringat kembali "selesaikan s2 secepatnya nak, ibu mau gendong cucu"
Semangat menyelesaikan thesis dalam waktu singkat kembali hadir. Besok aku ke perpustakaan kampus, kemudian ke kantor akademik menemui Dr. Siddiq, konsultasi konten thesis.

