Perjalanan Berbudaya

in #indonesia8 years ago

image

Sources

Bagaimana rasanya berada di tempat asing yang tak pernah kau injak sebelumnya? Terasa asing saat melihat sekeliling. Menyeka setiap tetes air mata saat orang-orang tersayang tergantikan dengan wajah-wajah asing “siapa mereka?” entahlah. Segala sesuatu yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Masa kuliah adalah saat dimana kita mencoba belajar untuk dewasa. Melepas meski dengan berat hati, Tersenyum meski hati terasa terhimpit oleh ketakutan-ketakutan yang selalu menghatui disela malam yang gigil. Mungkin saja Tuhan mempunyai cara lain untuk memberikan rezeki kepada hambanya. Siapa sangka gadis yang berumur 17 tahun saat diumumkan kelulusan SBMPTN telah berhasil masuk Universitas Negeri di Aceh. Gadis yang tadinya hanya berdiam dirumah tanpa tahu dunia luar kini harus terbang ke ujung pulau? Ya, gadis itu adalah aku. Namaku Keyla yang akrab dipanggil Key

Awal yang berat memang saat mencoba beradaptasi dengan orang sekeliling, kesulitan dalam berkomunikasi. Dengan bahasa yang berbeda kini ditahun ketiga aku telah menjalani tugasku sebagai mahasiswi Ilmu Komunikasi. Kesulitan-kesulitan itu sudah bisa ku atasi. Kini Aceh sudah menjadi kota kedua setelah Jakarta. Rasa nyaman mulai kurasakan, berbeda saat awal menginjakkan kaki. Saat dimana tangis tak pernah henti-hentinya membasahi pipi ini, saat dimana waktu berjalan begitu lambat menuju liburan semester, dan juga saat dimana aku merindukan orang-orang tersayang.

“ikut kan Key? Nanti kamu naik motor sama Ahmad” ucap Diana padaku sambil merapikan buku dan memasukkannya kedalam tas

Aku mengangguk tanpa suara, sambil tersenyum manis hingga menampakkan lesung pipiku

Panton labu merupakan sebuah kota kecil yang masih dalam kawasan Aceh Utara. Tak pernah terpikir sebelumnya untuk pergi dengan menggunakan sepeda motor, perjalanan yang ditempuh kurang lebih dua jam ini adalah pengalaman pertama bagiku. Hujan dan panas terik bergantian mengatarkan perjalanan kami, cuaca yang labil. Debu-debu pun bertebangan menempel pada baju, motor dan juga wajah sebagai pengganti bedak, entah setebal apa wajahku tertutup oleh debu. mobil-mobil truk besar pun tak mau kalah dengan sepeda motor, begitu bebasnya menancap gas hingga asap kendaraannya membuatku kehilangan oksigen bersih.
Kedatangan kami ke panton labu tidak untuk jalan-jalan, kami datang untuk melayat ibunda dari Pak Hassan salah satu dosen kami di prodi ilmu komunikasi. Saat lelah melakukan perjalanan kami disuruh makan yang tersedia di atas meja, makanan tersebut dibuat prasmanan sehingga bisa mengambil sendiri. terlihat juga banyak warga yang datang

image

Sources

"makan gih" ucap seseorang di sebelahku kepada temannya "gaboleh ga makan, harus makan walaupun hanya sesuap dua suap" tambahnya lagi.

aku tertarik dengan ucapannya, dan bertanya kepada temanku "memangnya kenapa kalo ga makan?"

"itu sudah kewajiban, jika tidak makan katanya sih arwah akan merasa sedih melihatnya"

Aku mengangguk seolah mengerti sepenuhnya. Demi menghargai si pemilik rumah dan almarhum lebih baik kita makan meskipun tidak dalam keadaan lapar sekalipun. Makanan yang disediakan pun berbagai macam dan dapat dikatakan cukup mewah untuk sebuah kenduri tujuh harian

“Nujoh” atau biasa kita kenal dengan tujuh harian adalah tradisi bagi orang Aceh, bahkan sudah menjadi sebuah kewajiban masyarakat Aceh untuk mengadakan kenduri tersebut. Saat ada orang yang meninggal si ahli waris harus melakukan sedekah dan pahala diniatkan untuk almarhum. Warga sekitar datang dan memberikan uang sekadarnya yang ditaruh dalam baskom berisi beras. Si pemilik rumah juga harus menyiapkan makan untuk orang-orang yang datang, baik kepada sanak famili, kerabat dekat, maupun tetangga. Dengan sedekah tersebut keluarga juga berharap pahala dan doa-doa yang baik akan sampai pada almarhum. Nujoh tak hanya ada di Panton Labu tapi juga diseluruh Aceh, sehingga tradisi ini sudah mendarah daging. Entah bagaimana caranya tradisi harus dilakukan.

Tak lama setelah melayat, kami berkunjung ke rumah teman untuk sholat Ashar, mengingat perjalanan masih panjang agar nantinya tidak tertinggal kewajiban sebagai seorang umat islam. Awal yang niatnya hanya sekadar sholat tetapi keluarga teman kami bersikeras menyiapkan minum. Dalam Aceh ini disebut Peumulia jamee yang artinya memulikan tamu. Aceh sangat memuliakan seorang tamu, haram hukumnya jika tamu yang datang tidak disuguhkan apapun. Karena Aceh sangat berpegang teguh pada hadist Rasulullah SAW yang berbunyi “Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya.” (Muttafaqun‘Alaihi, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)”

"tidak repot-repot hanya sekedar air saja. mari masuk. Masa sudah datang jauh-jauh tidak diberi apa-apa" katanya dengan botol sirup di tangannya.

“ta..aa..pii kami mau pulang kak, perjalanan pulang juga masih jauh, takut kemalaman” ucapku kepadanya dengan sedikit ragu

“nah justru itu istirahat sebentar, minum dulu. Ayokkk sini masuk! Jangan pada berdiri di depan pintu”

image

Sources

Kini aku mengerti Aceh tak pernah menolak tamu yang datang, sebisa mungkin mereka mengeluarkan apa yang dimiliki, dengan berbagai permasalahan yang di alami, masyarakat Aceh sebisa mungkin memuliakan tamunya. Karena peumulia jamee ini sudah menjadi tradisi juga di Aceh.

Tak hanya lelah yang didapatkan, aku pulang dengan berbagai pengetahuan budaya baru yang mungkin di anggap orang adalah hal biasa. Mendapatkan sekaligus dua tradisi Aceh dalam satu kali perjalanan Meski badan terasa remuk dan bau badan tercampur keringat, asap kendaraan, dan debu tak akan membuaku jera. Semoga akan ada perjalanan-perjalanan lain yang membuatku memetik pelajaran meski hanya sedikit, tak hanya sekadar hura-hura semata.

Berada di tempat baru memang sulit, namun jika kita mampu berbaur dan menikmati setiap perjalanan semuanya seolah mudah dan terlewati dengan senyum yang mengembang. Karena dunia itu luas, dan kita tak pernah tahu jikalau kita tak pernah memasuki dunia itu. Karena berbeda tak semenyeramkan dari yang diceritakan.

Sort:  

Go here https://steemit.com/@a-a-a to get your post resteemed to over 72,000 followers.

Nice story.. besok-besok kalo ke panton labu, singgah di lhoksukon, kita ngopi :)

Sayangnya saya sudah selesai kuliah dan pulang ke jakarta, Kak 😔 Tapi, insyaallah kalau ada kesempatan bakal main-main lagi ke Aceh.

This post has been rewarded with 30% upvote from @indiaunited-bot account. We are happy to have you as one of the valuable member of the community.

If you would like to delegate to @IndiaUnited you can do so by clicking on the following links: 5SP, 10SP, 15SP, 20SP 25SP, 50SP, 100SP, 250SP. Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Please contribute to the community by upvoting this comment and posts made by @indiaunited.

Dua jam dari mana nih? 😀😀

Oia lupa disebutkan. Lhokeumawe kak

Bermusafirlah maka kamu akan mendapat pengganti dari orang yang kamu tinggalkan, ntar kangen Aceh piye?😃

Hahahahahahah ini aja udah kangen sangatttt

Hai key, tapi kenapa sfa ? Wkwkwk aku bingun

cerita yang sangat bagus kak

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.082
BTC 61123.34
ETH 1583.02
USDT 1.00
SBD 0.47