Insān Kamil (I:6)

in #indonesia8 years ago (edited)

image (sumber foto : wordpress.com)

Pada kesempatan ini, saya akan memaparkan pengertian insān kamil menurut pendapat para tokoh, yaitu :
Daudy menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan insān kamil adalah manusia yang telah memiliki dalam dirinya hakikat Muhammad atau juga disebut nur Muhammad atau ruh Muhammad yang merupakan makhluk yang mula-mula dijadikan Allah dan juga sebagai sebab dijadikan alam semesta ini.

Syeikh Abdul Karim mengenai konsep insān kamil dia menulis bahwa diantara manusia itu yang paling sempurna adalah Muhammad SAW. Beliau adalah satu-satunya manusia tersempurna di alam semesta ini, semua itu tercerminkan dalam akhlak (moralitas) beliau, perkataan dan perbuatan beliau serta ihwal (keadaan) pun konsesus beliau, pahami dengan betul bahwa Muhammad SAW adalah hakikat insān kamil, adapun para kekasih Allah (dari para nabi dan insān terindah-Nya) sejatinya adalah pewaris kesempurnaan beliau. (hal 170)

Pemikiran mengenai insān kamil memberikan titik awal keberangkatan penciptaan seluruh makhluk di dunia ini. (hal 171)

Di Aceh, salah satu yang "paling dilarang" untuk didiskusikan maupun dipraktikkan adalah persoalan pemikiran tasawuf salafi, khususnya yang berkaitan dengan wahdat al-wujud, ittihād dan hulul. Inti pemikiran ini adanya penyatuan antara hamba dengan sang khalik melalui ucapan-ucapan yang dikenal dengan syathiyyat (hal 172). Pemikiran Syeikh Hamzah Fansuri ini menjadi salah satu perdebatan dikalangan para ulama sejak abad 16, sebab para ulama Aceh mengklaim bahwa pemikiran itu sesat dan sangat tidak pantas untuk diikuti.

Dalam bab ini, diutarakan pendapat penulis bahwa proses penyatuan Allah dengan hamba-Nya bukanlah hal yang menyesatkan, sebab dalam diri manusia sudah ditetapkan suatu kekuatan yang harus mempertemukan dengan Allah.

Diantara tugas manusia adalah beribadah, bersyukur dan berdzikir kepada Allah. Seorang yang beribadah hanya karena Allah, maka yang mengetahui kadar ibadahnya adalah Allah. Para penempuh ilmu untuk bertemu dengan Allah, maka sudah dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang abid. Abid adalah titik terbawah dari kehambaan manusia yang sering diartikan sebagai 'hamba' atau 'budak' Allah. Menjadi hamba Allah adalah perjalanan spiritual seseorang melalui proses ritual yang telah dicontohkan oleh Nabi dan Rasul. Siapapun yang beribadah hanya kepada Allah, maka proses atau ritual kenabian tidak bisa dihilangkan.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.092
BTC 62567.67
ETH 1756.68
USDT 1.00
SBD 0.39