Pergi ke kenduri Sunat Rasul
Beberapa Minggu yang lalu saya dan teman-teman saya mendapatkan undangan dari salah satu rekan kerja kami untuk berkunjung ke rumahnya. Adapun teman saya itu mengadakan acara Kecil-kecilan dalam rangka sunat Rasul anaknya. Seperti kita ketahui di dalam agama Islam diwajibkan bagi anak laki-laki untuk melakukan proses pembersihan pada bagian vitalnya yang dilakukan dengan cara sedikit dipotong kulitnya. Hal ini sangat berguna bagi kebersihan alat kelamin sehingga terhindar dari penyakit.
Sementara bagi anak perempuan juga ada dilakukan proses sunat. Namun hanya sedikit sekali bagian pada alat kelaminnya yang dipotong. Kegunaan sunat pada anak perempuan tentu berbeda dengan proses penyunatan pada anak laki-laki. Tujuan penyunatan pada anak perempuan adalah agar bila dia sudah dewasa nanti nafsu syahwatnya tidak menggebu-gebu sehingga akan menghilangkan harga dirinya sebagai seorang wanita.
Khusus di daerah di tempat saya berdomisili biasanya bila seorang anak laki-laki hendak disunat mala akan diadakan acara Peusijuk dulu yaitu suatu acara budaya Aceh yang ditandai dengan mencipratkan air sengan menggunakan daun tanaman tersebut serta anak laki laki tersebut disuapkan ke dalam mulutku makanan yang disebut Bu lukat atau nasi ketan yang ditambahkan dengan kelapa parut yang telah ditambahi gula merah sehingga rasanya manis serta berwarna coklat.
Kami berangkat saat bel sekolah tanda sekolah sudah usai berbunyi. Sampai di rumah yang dituju acara Peusijuk telah selesai dilaksanakan dikarenakan biasanya acara Peusijuk harus dilakukan sebelum matahari naik. Kami semua segera di arahkan ke meja hidangan prasmanan dan untuk hal tersebut kami harus berbaris antri untuk mengambil makanan. Setelah mendapatkan makanan kami segera duduk bersila sambil menikmati sepiring nasi yang berisi nasi serta berbagai lauk lainnya
Makanan yang disajikan pada hari itu ternyata sangat lezat bila dimakan saat perut lapar di siang hari. Saya sangat menyukainya karena pada saat itu disediakan kuah sayur asem. Itu adalah menu makanan favorit saya. Disamping itu menu lainnya yang tidak kalah menggoda adalah sambal terasi serta ayam goreng khas Aceh yaitu daging ayam yang digoreng bersamaan dengan daun kari atau dalam bahasa Aceh disebut daun teumeurui.
Kami makan sambil bercakap-cakap sesama teman. Ternyata nikmat sekali makan bersama-sama teman sambil bercanda-canda. Tak terasa sebentar saja Piring kami masing-masing sudah ludes. Ternyata menikmati makanan disaat perut terasa lapar sangatlah nikmat. Tak terasa waktu terus berputar dan hari telah menanjak ke pukul. Dua siang. Setelah duduk-duduk sebentar selesai makan , kami segera pamit untuk pulang ke rumah masing-masing. Mungkin yang tertinggal di hati adalah kenangan indahnya saat menikmati waktu kebersamaan. Sekian.
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Our team is looking for quality posts and comments to reward across the steemit platform. Enhance your experience in creating engaging content
Curated by@𝗁𝖾𝗋𝗂𝖺𝖽𝗂
Thank you so much.