Data tahun 2017, Indonesia mempunyai jumlah penduduk berkisar antara 262 juta jiwa menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Dan Badan Pusat Statistik mencatat pada bulan September 2017, Indonesia dengan penduduk miskin mencapai 26,58 juta orang. Hingga Pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun dibawah 10 persen.
Padahal di Indonesia mempunyai begitu banyak perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti di Aceh ada PT. PIM, PT. KKA, PT. Arun LNG, PT. Medco dan masih banyak perusahaan lainnya. Tapi akankah dapat menampung pengangguran? Jawabannya tidak, karena pemerintah tidak memberdayakan masyarakat. Apalagi di Aceh sudah ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe yang mempunyai luas 2.622,48 ha dan mungkin ribuan orang bisa menjadi tenaga kerja.

Source Picture
Tetapi apa sekarang yang dilakukan oleh perusahaan raksasa tersebut. Setiap membuka lowongan kerja mereka meminta surat keterangan pernah bekerja, kalau itu yang diminta ya tidak mungkin, karena tidak pernah bekerja diperusahaan seperti itu. Untuk itu, biar bisa mengurangi pengangguran, gunakan lahan tidur dan berdayakan.
Saya salut dengan salah satu Kabupaten yang ada di Aceh. Kabupaten tersebut adalah Bireuen dan Pidie. Kalau dilihat dari tempat, Kabupaten ini tidak memiliki perusahaan dibidang industri, tetapi di kedua kabupaten tersebut bisa mengurangi kemiskinan. Bagaimana mereka bisa mengurangi kemiskinan. Tentunya mereka memberdayakan lahan tidur yang ada, dan membudidayakan lahan tersebut agar berfungsi dan berguna.

Source Picture
Contohnya di Kabupaten Pidie menjadikan lahan tidur untuk bercocok tanam, dengan memanfaatkan lahan tidur mereka menjadi ladang uang dan menanam pohon melinjo untuk menjadikan melinjo sebagai kerupuk. Kalau di Bireuen menjadikan lahan tidur dengan bercocok tanam kakao. Berkat ladang tidur menjadi ladang uang, Kabupaten Bireuen dan Pidie terus memperlihatkan kemajuannya dan mengurangi angka pengangguran.